Kotbah Katolik Minggu Prapaskah IV

RELIGI71 Dilihat

Kotbah Minggu Prapaskah IV

Oleh Rm. Chris Taus, Pr.

Hari ini kita merayakan Hari minggu Prapaskah IV. Liturgi menyebutnya MINGGU LAETARA : minggu Sukacita. Meski kita lagi fokus dengan merenungkan misteri penderitaan Yesus, puasa pantang dan amal. 

Gereja mengajak kita untuk bersukacita senantiasa, karena hari-hari kemenangan paskah Kristus sudah dekat. Paskah Tuhan selamatkan kita.

KEDUA: Tuhan memilih dan mengurapi Daud, Putra Isai dari Betlehem, seorang peternak domba menjadi Raja Israel, menggantikan Saul. Tuhan memilih Daud menjadi raja Israel ini, bukan kerena perawakan fisiknya, tetapi terlebih Allah melihat hatinya. Meski Daud seorang berdosa, tetapi Allah tetap memilihnya menjadi Raja Israel karena sikap hatinya yang bertobat dan kesetiaannya kepada Allah. Daud percaya bahwa Allah itu setia akan janji-janjinya.

Baca Juga  Perbedaan Idulfitri, Menag Imbau Umat Islam Jaga Ukhuwah Islamiah

KETIGA: Injil hari ini tentang penyembuhan orang buta sejak lahir. Memang sangat panjang. Tetapi intinya dengan peristiwa penyembuhan ini, Yesus sendiri mau menyatakan bahwa: YESUS ADALAH PUTERA ALLAH DAN TERANG DUNIA. 

Sebagai Putera Allah, Yesus berkuasa membuat tanda-tanda mukjizat dan menyembuhkan orang-orang sakit dari segala macam penyakit, termasuk orang buta mata ini.

Sebagai TERANG DUNIA, Yesus datang untuk membawa terang bagi dunia. Karena inilah Yesus tergerak hati untuk menyembuhkan orang yang buta sejak lahir ini.

Sebagai terang, Yesus tidak saja sembuhkan orang sakit buta, tetapi YESUS MEMBERI TERANG HATI DAN IMAN, yaitu setiap hati yang siap mengakui dan mengimani Yesus sebagai Tuhan dan selanjutnya mau mengikuti Yesus kemana saja.

Karena itu orang buta ini tetap mengakui Yesus sebagai Nabi.

Baca Juga  Kotbah Katolik Minggu Pentakosta

Sebagai Nabi, Mesias dan Tuhan. Aku percaya Tuhan.

Kesembuhan orang buta ini menimbulkan pelbagai penilaian dan tanggapan.

1: Para murid : tentang nasib orang buta ini, siapa yang berdosa, ia sendiri atau orang tuanya?

Yesus : bukan soal siapa yang berdosa, TETAPI PEKERJAAN-PEJERJAAN ALLAH HARUS DINYATAKAN DALAM DIRI ORANG BUTA INI. 

Melalu penyembuhan orang buta ini, Yesus menyatakan bahwa …TERANG DUNIA TELAH DATANG KE DUNIA INI, DAN TAHUN RAHMAT TUHAN TELAH DATANG.

2: Orang-orang Yahudi : bagi orang Yahudi, setiap penyakit atau kemalangan adalah akibat dosa.Maka org buta ini adalah orang berdosa. Tetapi Yesus beri jawaban ini : kita harus melakukan pekerjaan-pekerjaan Dia yang telah mengutus Aku, dan Aku adalah terang Dunia.

3: KAUM FARISI. Yesus sembuhkan orang buta ini pada hari Sabat, dan ini satu pelanggaran berat, Karena Yesus melakukan perbuatan melanggar hukum Taurat Allah.

Baca Juga  Renungan Harian Katolik - Rabu 19 April 2023

Maka Yesus seorang berdosa, sehingga Yesus tidak punya kuasa untuk sembuhkan orang buta ini. Yesus hanya seorang nabi palsu yang sesatkan banyak orang dengan ajaran sesatNya. Ini jadi alasan untuk kelak mereka menghukum mati Yesus. Tetapi orang buta tetap mengakui Yesus sebagai orang benar, nabi dan Tuhan.

KEEMPAT: Pengalaman iman dalam keseharian hidup kita, akan tanda-tanda heran kecil dan pengalaman akan kebaikan Tuhan hendaknya mengantar kita mengakui dan mengimani Yesus sebagai Tuhan.

Kita memang tidak buta mata, tetapi kita butuh Yesus untuk sembuhkan kita dari buta hati, buta berbuat baik dan peduli dengan sesama selama masa puasa ini….Amen 

Miggu Prapaskah ke 4

I Sam,16,1,6-7,10-13

Yoh,9,1-41

Tinggalkan Balasan