Kotbah Katolik Minggu Prapaskah IV

- Editor

Sabtu, 18 Maret 2023 - 11:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Minggu Prapaskah IV

Oleh Rm. Chris Taus, Pr.

Hari ini kita merayakan Hari minggu Prapaskah IV. Liturgi menyebutnya MINGGU LAETARA : minggu Sukacita. Meski kita lagi fokus dengan merenungkan misteri penderitaan Yesus, puasa pantang dan amal. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gereja mengajak kita untuk bersukacita senantiasa, karena hari-hari kemenangan paskah Kristus sudah dekat. Paskah Tuhan selamatkan kita.

KEDUA: Tuhan memilih dan mengurapi Daud, Putra Isai dari Betlehem, seorang peternak domba menjadi Raja Israel, menggantikan Saul. Tuhan memilih Daud menjadi raja Israel ini, bukan kerena perawakan fisiknya, tetapi terlebih Allah melihat hatinya. Meski Daud seorang berdosa, tetapi Allah tetap memilihnya menjadi Raja Israel karena sikap hatinya yang bertobat dan kesetiaannya kepada Allah. Daud percaya bahwa Allah itu setia akan janji-janjinya.

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu Adventus IV, 18/12/2022

KETIGA: Injil hari ini tentang penyembuhan orang buta sejak lahir. Memang sangat panjang. Tetapi intinya dengan peristiwa penyembuhan ini, Yesus sendiri mau menyatakan bahwa: YESUS ADALAH PUTERA ALLAH DAN TERANG DUNIA. 

Sebagai Putera Allah, Yesus berkuasa membuat tanda-tanda mukjizat dan menyembuhkan orang-orang sakit dari segala macam penyakit, termasuk orang buta mata ini.

Sebagai TERANG DUNIA, Yesus datang untuk membawa terang bagi dunia. Karena inilah Yesus tergerak hati untuk menyembuhkan orang yang buta sejak lahir ini.

Sebagai terang, Yesus tidak saja sembuhkan orang sakit buta, tetapi YESUS MEMBERI TERANG HATI DAN IMAN, yaitu setiap hati yang siap mengakui dan mengimani Yesus sebagai Tuhan dan selanjutnya mau mengikuti Yesus kemana saja.

Karena itu orang buta ini tetap mengakui Yesus sebagai Nabi.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 01 September 2024

Sebagai Nabi, Mesias dan Tuhan. Aku percaya Tuhan.

Kesembuhan orang buta ini menimbulkan pelbagai penilaian dan tanggapan.

1: Para murid : tentang nasib orang buta ini, siapa yang berdosa, ia sendiri atau orang tuanya?

Yesus : bukan soal siapa yang berdosa, TETAPI PEKERJAAN-PEJERJAAN ALLAH HARUS DINYATAKAN DALAM DIRI ORANG BUTA INI. 

Melalu penyembuhan orang buta ini, Yesus menyatakan bahwa …TERANG DUNIA TELAH DATANG KE DUNIA INI, DAN TAHUN RAHMAT TUHAN TELAH DATANG.

2: Orang-orang Yahudi : bagi orang Yahudi, setiap penyakit atau kemalangan adalah akibat dosa.Maka org buta ini adalah orang berdosa. Tetapi Yesus beri jawaban ini : kita harus melakukan pekerjaan-pekerjaan Dia yang telah mengutus Aku, dan Aku adalah terang Dunia.

3: KAUM FARISI. Yesus sembuhkan orang buta ini pada hari Sabat, dan ini satu pelanggaran berat, Karena Yesus melakukan perbuatan melanggar hukum Taurat Allah.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa XXVIII

Maka Yesus seorang berdosa, sehingga Yesus tidak punya kuasa untuk sembuhkan orang buta ini. Yesus hanya seorang nabi palsu yang sesatkan banyak orang dengan ajaran sesatNya. Ini jadi alasan untuk kelak mereka menghukum mati Yesus. Tetapi orang buta tetap mengakui Yesus sebagai orang benar, nabi dan Tuhan.

KEEMPAT: Pengalaman iman dalam keseharian hidup kita, akan tanda-tanda heran kecil dan pengalaman akan kebaikan Tuhan hendaknya mengantar kita mengakui dan mengimani Yesus sebagai Tuhan.

Kita memang tidak buta mata, tetapi kita butuh Yesus untuk sembuhkan kita dari buta hati, buta berbuat baik dan peduli dengan sesama selama masa puasa ini….Amen 

Miggu Prapaskah ke 4

I Sam,16,1,6-7,10-13

Yoh,9,1-41

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60
Surat Gembala Prapaskah 2026 Uskup Agung Kupang | Download PDF
Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat
Menjadi Garam dan Terang Dunia: Menggarami Kehidupan, Menghalau Kegelapan
Delapan Sabda Bahagia: Peta Jalan Menuju Kedamaian Abadi
​Minggu Sabda Allah: Panggilan Pertobatan dan Terang Injil
Yesus Anak Domba Allah: Kepastian Keselamatan dan Bukti Cinta Sejati
Makna Pembaptisan Yesus: Solidaritas Tuhan dengan Manusia Berdosa
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:43 WITA

Surat Gembala Prapaskah 2026 Uskup Agung Kupang | Download PDF

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:22 WITA

Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:51 WITA

Menjadi Garam dan Terang Dunia: Menggarami Kehidupan, Menghalau Kegelapan

Jumat, 30 Januari 2026 - 23:13 WITA

Delapan Sabda Bahagia: Peta Jalan Menuju Kedamaian Abadi

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

OPINI

OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:49 WITA

error: Content is protected !!