Kotbah Katolik Minggu Biasa XIV, 07 Juli 2024

Kotbah katolik minggu Biasa XIV, 07 Juli 2024 – Oleh Rm. Kris Taus, Pr. – Paroki Santa Helena Lili – Camplong

Kita semua rindu kampung halaman kita. Apalagi kalau kita berada jauh dan lama tinggalkan kampung halaman. Kita ingin cepat-cepat pulang kampung halaman. Karena pulang kampung halaman adalah SATU PENGALAMAN YANG SANGAT MENYENANGKAN.

Kita jadi senang, gembira dan happy. Kita rindu pulang kampung halaman karena di kampung halaman ada banyak hal kenangan indah yang susah kita lupa, yang kita alami dan terbentuk sejak masih kecil. Ada org tua, sanak saudara, teman sekolah, teman bermain, kubur leluhur untuk kita bakar lilin, rumah gereja, sekolah, lapangan bermain dsb. Baik tidak baik kampung halaman kita lebih baik.

Baca Juga  Kotbah Minggu Paskah II / Minggu Kerahiman Ilahi

YESUS PULANG KAMPUNG NASARETH:

Yesus bersama orang tuanya Yosef dan Maria, tinggal di sebuah kampung kecil, NASARETH. Di sini Yesus dibesarkan, dididik secara disiplin, terutama untuk mengenal Allah BapaNya. Setelah dewasa dan setelah peristiwa Pembabtisan di sungai Yordan, Yesus mulai keluar dari NASARETH untuk mewartakan kabar gembira Kerajaan Allah, dan berbagai cara seperti dengan perumpamaan-perumpamaan, dan meneguhkanNya dengan mukjizat.

Pada suatu saat, Yesus kembali ke kampung halamannya NASARETH dan mengikut sertakan murid-muridNya. Pada hari Sabat Yesus masuk rumah ibadah Sinagoga, dan mengajar, banyak orang takjub kepadaNya karena Yesus mengajar penuh kuasa dan wibawa seperti dari mana diperoleh hal-hal ini, atau hikmah apa yang diberikan kepadaNya..? Bukankah Ia ini anak tukang kayu, anak Maria saudara Yakobus, Yosef, Yudas dan Simon? Karena itu mereka kecewa dan menolak Dia.

Baca Juga  Misa Minggu Palma di Paroki Camplong, Ini Pesan Uskup Kupang

Mengapa orang-orang sekampungnya menolak Yesus?! Karena mereka TIDAK MEMILIKI IMAN, untuk memahami dan mengerti seluruh rencana keselamatan Allah yang dikerjakan Yesus Putera Allah yang terkasih sebagai penyelamatan.

Ini awal penolakan orang-orang sekampungnya, dan kemudian penolakan ini berkembang luas untuk seluruh suku bangsanya sendiri, yang akhirnya menghukum mati Yesus karena tuduhan palsu Yesus menghujat Allah, menyebut Dirinya Putera Allah.

Baca Juga  Paus Fransiskus akan Misa Kamis Putih di Penjara

REAKSI YESUS:

Yesus heran atas penolakan dan ketidakpercayaan orang-orang sekampungnya sendiri. Karena itu Yesus berkata: seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.


PESAN IMAN:

Menjadi nabi, pewarta Sabda, orang kristen pengikut Yesus, harus siap ditolak dalam hal berbuat baik, oleh orang-orang yang tidak sealiran, atau orang-orang yang TIDAK senang atau suka dengan kita. Tetapi, tak usah takut! Karena Yesus menjanjikan penyertaanNya sampai akhir zaman. Amen

Minggu Biasa ke 14
Yeh,2,2-5
Mk,6,1-6