Kotbah Katolik Minggu 14 Juli 2024

- Editor

Sabtu, 13 Juli 2024 - 04:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu 14 Juli 2024 Minggu Biasa XV oleh Rm. Chris Taus, Pr.

Setelah Yesus mengalami penolakan di Nazareth, Yesus mulai berpaling ke tempat-tempat lain, untuk mewartakan kabar gembira Kerajaan Allah.

Untuk misi ini Yesus memanggil dan memilih 12 orang murid/rasul dan mengutus mereka berdua-dua mendahuluinya ke tempat-trmpat yang akan didatangi Yesus sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan pengalaman penolakan di Nazareth, Yesus terus ingatkan para muridNya: kalau ada satu tempat yang tidak menerima kamu dan tidak mendengarkan kamu, keluarlah dari situ, dan kebaslah debu di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.

PESAN/PERINTAH YESUS

Yesus mengutus para muridNya dan membekali mereka dengan KUASA untuk mengusir roh-roh jahat. Yesus memberikan pesan dalam bentuk perintah, dengan syarat yang ketat dan keras, AGAR TIDAK MEMBAWA BEKAL APAPUN dalam perjalanan misi ini, seperti : roti, uang, pakaian jubah, dll, KECUALI TONGKAT.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 12/02/2023 Paroki Camplong

Ini suatu perintah yang keras, dan rasanya tidak manusiawi, karena misi ini perjalanan panjang dan waktunya lama, dan sangat butuh bekal,dll.

Tetapi Yesus sendiri yang memberi perintah untuk misi ini. Yesus sendiri MENJAMIN seluruh kebutuhan misi ini. Karena ALLAH SENDIRI YANG MENYEDIAKAN SEGALABYA untuk misi ini. Tinggal saja para murid buka hati dan diri untuk mengandalkan Tuhan. Karena Karya misi ini adalah karya Allah bukan karya manusia/para murid.

TUGAS MISI PARA MURID:

Dengan tidak membawa bekal apapun dalam perjalanan misi ini, tentu para murid lebih FOKUS DALAM TUGAS UTAMA MISI INI: mewartakan kabar gembira Kerajaan Allah .
Pada titik ini, kita tentu masih ingat pernyataan Yesus sendiri: CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH, MAKA SMUA YANG LAIN AKAN DITAMBAHKAN PADAMU. Artinya Kerajaan Allah di atas segala-galanya. Yang lain akan ditambah.
Dengan tidak membawa bekal dalam perjalanan misi ini maka para murid :

  • Lebih fokus pada tugas mewartakan kabar gembira Kerajaan Allah.
  • Para murid juga lebih leluasa dan akrab berkomunikasi dengan smua orang yang mereka jumpa.
  • Para murid lebih bebas dari segala kekhawatiran akan apa yang mereka pakai dan makan.
  • Para murid lebih ringan pikulan berat bawaan dalam perjalanan ini.
  • Para murid saling menguatkan bukan saja diutus dua-dua orang, tetapi mereka merasa senasib sepenanggungan.
  • Yang terakhir dan terpenting mereka menjadi saksi nyata bagaimana satu karya dengan mengandalkan kekuatan Tuhan dan janji Tuhan menyertai mereka sampai akhir jaman.
BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa II, 14 Januari 2024

NABI AMOS

Kita simak juga pengalaman iman Nabi Amos. Amos adalah seorang peternak domba dan pemetik buah Ara hutan. Tetapi Tuhan mengambil dia dan mengutusnya untuk berbuat bagi Israel di Betel. Amos mencela kehidupan moral agama yang tidak becus, ibadah tanpa moral yang baik akan menjadi sia. Oleh karena kecaman Amos ini maka, Amos diusir dari Betel oleh imam Amazia.

BACA JUGA  Kotbah Minggu Paskah V - Kotbah Katolik

Amos berani kecam, karena Amos tahu siapa yang di belakangnya yaitu Allah Israel.

PESAN IMAN:

Setiap orang kristen pengikut Kristus ada murid Yesus yang siap diutus untuk misi kabar gembira Injil kepada orang-orang di sekitar kita tetapi terkadang kita abaikan dengan kesibukan-kesibukan urusan duniawi. Maka itu Sabda Allah tidak sampai di telinga dan hati banyak orang.
Tuhan berkati karya pewartaan Injil..
Minggu Biasa 15.
Amos 7:12-15
Mk,8,7-13

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60
Surat Gembala Prapaskah 2026 Uskup Agung Kupang | Download PDF
Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat
Menjadi Garam dan Terang Dunia: Menggarami Kehidupan, Menghalau Kegelapan
Delapan Sabda Bahagia: Peta Jalan Menuju Kedamaian Abadi
​Minggu Sabda Allah: Panggilan Pertobatan dan Terang Injil
Yesus Anak Domba Allah: Kepastian Keselamatan dan Bukti Cinta Sejati
Makna Pembaptisan Yesus: Solidaritas Tuhan dengan Manusia Berdosa
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:43 WITA

Surat Gembala Prapaskah 2026 Uskup Agung Kupang | Download PDF

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:22 WITA

Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:51 WITA

Menjadi Garam dan Terang Dunia: Menggarami Kehidupan, Menghalau Kegelapan

Jumat, 30 Januari 2026 - 23:13 WITA

Delapan Sabda Bahagia: Peta Jalan Menuju Kedamaian Abadi

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

OPINI

OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:49 WITA

error: Content is protected !!