Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

“Dari Babel ke Pentakosta: Allah bekerja dalam bahasa manusia”

- Editor

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Minggu ini adalah Minggu Paskah VII, minggu terakhir dari rangkaian hari-hari Minggu Paskah. Liturgi Gereja juga merayakannya sebagai Hari Minggu Komunikasi Sosial Sedunia.

Gereja menyadari bahwa sarana komunikasi sosial, terutama media sosial, semakin canggih, cepat, dan berdampak besar. Semua itu dapat digunakan secara efektif sebagai sarana pewartaan Sabda Allah, meskipun komunikasi personal tetap memiliki peran yang sangat penting.

Dalam komunikasi, bahasa menjadi unsur utama. Ada bahasa verbal, yaitu kata dan kalimat, dan ada pula bahasa nonverbal, seperti isyarat dan bahasa tubuh. Bahkan, bahasa tubuh sering kali memiliki daya pengaruh yang lebih kuat daripada kata-kata. Lidah bisa berkelit, tetapi tubuh sulit untuk menyembunyikan makna sebenarnya.

BACA JUGA  Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuhan menciptakan bahasa agar manusia dapat saling berkomunikasi. Tanpa bahasa, dunia manusia akan menjadi bisu dan kehilangan makna.

Allah sendiri pertama-tama mewahyukan diri-Nya kepada manusia melalui Sabda-Nya. Dari Sabda itulah kita mengenal dan akhirnya mengimani Allah.

Kitab Suci juga mencatat bagaimana komunikasi manusia dengan Allah pernah terganggu karena persoalan bahasa, seperti dalam kisah Menara Babel (Kejadian 11:1–9). Kesombongan manusia dikacaukan oleh Allah dengan cara sederhana: mengacaukan bahasa mereka. Akibatnya, komunikasi menjadi buntu dan pembangunan menara pun gagal.

Namun, dalam peristiwa Pentakosta, Allah kembali menghadirkan mukjizat bahasa. Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa dan dapat dipahami oleh semua orang yang mendengarnya. Di sini kita melihat betapa pentingnya bahasa dalam kehidupan manusia.

BACA JUGA  Doa: Kunci Hidup dan Kekuatan Seorang Beriman

Di sisi lain, komunikasi juga sangat penting dalam hubungan manusia dengan Allah, terutama melalui doa. Doa adalah bentuk komunikasi yang paling nyata, personal, dan intim antara manusia dengan Tuhan. Setiap orang dipanggil menjadi seorang pendoa.

Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus berkomunikasi dengan Allah Bapa-Nya melalui doa. Doa ini dikenal sebagai Doa Imam Agung. Dalam doa-Nya, Yesus mengungkapkan kerinduan akan kemuliaan serta harapan akan persatuan para murid-Nya, agar mereka menjadi satu, sama seperti Yesus dan Bapa adalah satu.

BACA JUGA  Khotbah Minggu Prapaskah I || RD. Jhon Chris Taus

Yesus berdoa:
“Ya Bapa, saatnya telah tiba, permuliakanlah Anak-Mu…”

Ia juga berdoa agar para pengikut-Nya mencapai kesempurnaan dalam hidup dan kasih.

Pesan Iman

  1. Bangunlah komunikasi yang baik dan terus-menerus dengan Allah. Artinya, setiap kita dipanggil menjadi pribadi yang tekun berdoa.
  2. Gunakan sarana komunikasi sosial secara bijak sebagai alat pewartaan. Namun ingat, yang paling utama adalah komunikasi personal melalui tutur kata dan sikap hidup, sebagai kesaksian nyata Sabda Tuhan.

Minggu Paskah VII
Hari Minggu Komunikasi Sosial Sedunia
Bacaan: Kisah Para Rasul 1:12–14; 1 Petrus 4:13–16; Yohanes 17:1–11

Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus, Pr

Editor : Del Neonub | Komsos Paroki Camplong

Sumber Berita: Komsos Paroki Camplong

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
Berita ini 14 kali dibaca
Di tengah derasnya arus komunikasi digital, marilah kita tetap menjadi pembawa damai melalui kata, sikap, dan doa.

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:11 WITA

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WITA

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!