Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat

Kesempurnaan Hukum Allah dalam Pengajaran Yesus

- Editor

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Injil Minggu Ini: Yesus dan Penggenapan Hukum Taurat

Hukum Taurat (Torah) adalah Hukum Allah untuk Israel yang diberikan melalui Musa, sehingga sering disebut sebagai Hukum Musa. Hukum ini merupakan hadiah istimewa dari Allah bagi Israel sebagai pedoman hidup, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun dalam kehidupan sosial (keluarga, ekonomi, dan hukum).

Dalam perjalanannya, Hukum Taurat yang disampaikan Musa ini sering kali ditafsirkan secara keliru. Terkadang, penafsiran tersebut dibelokkan oleh para Ahli Taurat untuk kepentingan tertentu atau pembenaran diri. Itulah sebabnya Yesus tampil mengajar untuk meluruskan kembali penafsiran-penafsiran yang menyimpang tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Injil Minggu ini (Matius 5:17-37), Yesus mengajar orang banyak untuk meluruskan dua hal mendasar:

Daftar Isi

BACA JUGA  HUT Polisi Militer TNI-AU | Sebuah Refleksi

1. Tujuan Karya Yesus

Yesus menegaskan di awal ajaran-Nya: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Hukum Taurat.” Penafsiran yang salah selama ini membuat banyak orang menganggap Yesus sebagai sosok yang melawan Allah karena dianggap menghapus hukum-Nya. Terhadap kekeliruan ini, Yesus menegaskan: “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Selama langit dan bumi belum lenyap, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat.

2. Penafsiran yang Benar atas Hukum Allah

Dalam ayat 21–37, Yesus meluruskan empat poin persoalan: pembunuhan, perzinahan, perceraian, dan sumpah. Sebagai contoh, dalam hal pembunuhan:

Hukum lama mengatakan: “Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.” Namun, Yesus memperluas dan memperdalam makna hukum ini. Beliau mengajarkan bahwa kemarahan yang tidak terkendali atau menghina sesama (mengatakan “jahil” atau “kafir”) sudah merupakan pelanggaran berat yang berisiko hukuman api neraka. Artinya, ajaran Yesus jauh lebih dalam karena menyentuh akar dosa di dalam hati, bukan sekadar tindakan fisik.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 30 Juni 2024

Hukum Baru: Hukum Cinta Kasih

Yesus mengkritik para Ahli Taurat dan Farisi yang sering membelokkan Sabda Tuhan demi menutupi kesalahan mereka. Sebagai jawaban atas kekisruhan tersebut, Yesus menawarkan hikmat dan hukum baru: Hukum Cinta Kasih.

Cinta kasih adalah hukum yang pertama dan terutama. Mencintai Tuhan dengan segenap diri dan mencintai sesama seperti diri sendiri adalah kuncinya. Dengan Hukum Cinta Kasih, manusia diajak untuk menghormati martabat sesama, menjaga kesucian perkawinan, memegang kejujuran, dan tidak bersumpah palsu.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Minta Tony Blair Promosi IKN ke Dunia Internasional

Kitab Putra Sirakh juga menegaskan bahwa manusia diberi kebebasan untuk memilih: antara yang baik atau yang jahat, hidup menurut hukum Tuhan atau mengabaikannya, air atau api, hidup atau mati. Tentu saja, Tuhan menghendaki kita memilih kehidupan.

Pesan Iman:

  1. Memilih yang Baik: Penulis Kitab Putra Sirakh mengingatkan kita untuk setia memilih jalan yang baik, yaitu dengan menuruti perintah-perintah Tuhan.
  2. Semangat Kasih: Hiduplah dalam semangat Hukum Cinta Kasih—mengasihi Tuhan dengan seluruh keberadaan kita dan mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.

Referensi Liturgi:

  • Minggu Biasa VI
  • Bacaan I: Sirakh 15:15-20
  • Injil: Matius 5:17-37

Editor: Del Neonub

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60
Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Janji Roh Kebenaran: Penyertaan Allah yang Kekal
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

OPINI

OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:49 WITA

error: Content is protected !!