Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Pentekosta: Dari Syukur Panen Menuju Kepenuhan Roh Kudus

- Editor

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Oleh Rm. Chris Taus, Pr – Komsos Paroki Camplong

Perayaan-perayaan besar dalam liturgi Gereja hingga saat ini berakar kuat dalam tradisi Perjanjian Lama, khususnya dalam kehidupan religius umat Yahudi. Dua di antaranya yang sangat penting adalah Paskah dan Pentekosta.

Lima puluh hari setelah Paskah Yahudi—yang ditandai dengan kurban anak domba—umat Yahudi merayakan pesta syukur panen. Mereka bersyukur karena Tuhan telah memelihara hidup mereka melalui hasil bumi yang melimpah. Dalam Hukum Taurat, mereka diwajibkan membawa hasil pertama dari panen sebagai persembahan kepada Tuhan melalui imam.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

BACA JUGA  Pesan Paskah 2025 Uskup Keuskupan Agung Kupang

Perayaan ini tidak sekadar pesta, tetapi juga momen iman. Dalam suasana sukacita, mereka memperbarui janji kesetiaan kepada Allah: bahwa Allah tetap Allah mereka, dan mereka adalah umat-Nya yang setia, sebagaimana diungkapkan dalam Dekalog yang diberikan kepada Musa.

Makna ini menemukan kepenuhannya dalam Perjanjian Baru. Lima puluh hari setelah Paskah Kristiani—yang ditandai dengan pengorbanan Kristus sebagai Anak Domba Allah—Gereja merayakan Pentekosta, yaitu pesta pencurahan Roh Kudus.

Pada hari itu, Allah memenuhi janji-Nya dengan mengutus Roh Kudus, Roh kebenaran, yang dicurahkan secara melimpah ke atas para rasul dan seluruh dunia. Roh Kudus hadir dengan tujuh karunia-Nya, menghidupkan, menguatkan, dan membarui manusia. Seperti dalam nyanyian liturgi: “Roh Tuhan memenuhi dunia, Alleluya.”

Pentekosta bukan hanya peristiwa turunnya Roh Kudus, tetapi juga peneguhan hukum baru: hukum kasih. Jika dahulu hukum Allah ditulis pada loh batu, kini hukum itu dipahat dalam hati manusia. Hati yang keras diubah menjadi lembut, hati yang beku dihidupkan kembali oleh Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita dan membimbing kita dalam seluruh kebenaran.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Prapaskah III - Rm. Jhon Chris Taus, Pr

Dengan kehadiran Roh Kudus, kebutuhan terdalam manusia dipenuhi. Karena itu, kita dipanggil untuk hidup menurut Roh, bukan menurut keinginan daging. Sebab, meskipun roh itu kuat, daging itu lemah.

Buah kehidupan dalam Roh tampak nyata, sebagaimana dialami para rasul:

  • Mereka mulai berbicara dalam berbagai bahasa yang dimengerti banyak orang, sehingga hati orang-orang terbuka untuk menerima Sabda.
  • Ketakutan berubah menjadi keberanian. Dari ruang yang tertutup, mereka keluar mewartakan damai dan sukacita Injil.
  • Hidup dalam Roh menghasilkan buah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
BACA JUGA  Kotbah Prapaskah Katolik Minggu Pra Paskah V

Akhirnya, kita diingatkan bahwa Roh Kudus, Sang Roh Kebenaran, akan selalu menyertai kita sampai akhir zaman.

Amin.

Minggu Pentekosta
Bacaan: Kisah Para Rasul 2:1–11
1 Korintus 12:3b–7, 12–13
Yohanes 20:19–23

Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus, Pr.

Editor : Del Neonub

Sumber Berita: Komsos Paroki Camplong

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi
Tuaian Melimpah, Pekerja Sedikit: Panggilan Menjadi Perpanjangan Tangan Yesus
Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal
Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus
Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60
Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus
Janji Roh Kebenaran: Penyertaan Allah yang Kekal
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:33 WITA

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:32 WITA

Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:34 WITA

Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:30 WITA

Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 17:33 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi

Sabtu, 20 Jun 2026 - 18:32 WITA

error: Content is protected !!