Minggu Advent II: Seruan Pertobatan Menyongsong Sang Mesias

Damai dari Allah, Pertobatan dari Kita: Renungan Advent II - Oleh Rm. Jhon Chris Taus, Pr.

- Editor

Sabtu, 6 Desember 2025 - 01:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kita sudah berada pada Minggu II Adventus. Pesan-pesan Sabda Tuhan yang mempersiapkan kita terus mengingatkan bahwa keselamatan kita sudah dekat. Mesias yang terjanji semakin mendekat. Tuhan datang untuk menyelamatkan kita. Ini adalah kabar gembira yang penuh sukacita dan pengharapan dalam masa Adventus ini.

Dalam rangka ini, ada dua tokoh besar yang tampil mempersiapkan kita dengan seruan-seruan pertobatan untuk menantikan kedatangan Tuhan, yakni Nabi Yesaya dan Yohanes Pembaptis.

Pada satu titik dalam sejarah, Israel—bangsa terpilih Allah—mengalami kemerosotan besar dalam bidang keagamaan dan sosial, baik yang dilakukan para pemimpin maupun umat Israel sendiri. Terjadi ketimpangan hidup seperti: kelaliman, penindasan, keserakahan, ketidakadilan, dan lain sebagainya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keadaan seperti ini, Yesaya tampil membangkitkan harapan baru bahwa Tuhan sendiri menjanjikan seorang pemimpin baru yang penuh Roh Allah dan bijaksana. Pemimpin baru ini berasal dari suatu tunas dari tunggul Isai, dari taruk yang tumbuh dari pangkalnya dan berbuah. Artinya, menurut nubuat Yesaya, Mesias akan berasal dari garis keturunan Isai, di Betlehem.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 25/09/2022 Minggu Biasa XXVI

Pemimpin baru ini, dengan kepenuhan Roh Allah, akan bertindak bijaksana dan cakap mengambil keputusan, bukan berdasarkan pandangan sepintas atau rupa lahiriah, tetapi memutuskan setiap perkara dengan adil dan membela hak-hak rakyat kecil yang tertindas. Ia akan menciptakan damai yang menyeluruh bagi Israel—yang bermusuhan akan berdamai. Dengan bahasa simbolis yang indah digambarkan: serigala akan tinggal bersama domba, macan tutul berbaring bersama kambing, anak lembu dan anak singa akan merumput bersama, dan seterusnya.

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu 15/01/2023

Suasana inilah yang menjadi kerinduan seluruh bangsa Israel.

Demikian juga Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun Yudea dengan seruannya: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” Kerajaan Allah begitu penting sehingga Yohanes menekankan bahwa pertobatan harus menghasilkan buah yang nyata.

Mendengar seruan itu, banyak orang dari Yerusalem, seluruh Yudea, dan daerah sekitar Sungai Yordan datang berduyun-duyun mengaku dosa dan memberikan diri dibaptis oleh Yohanes. Namun ketika melihat orang-orang Farisi dan kaum Saduki hadir, Yohanes bersuara keras: “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapa yang mengatakan bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka Allah yang akan datang?” Karena itu, ia menegaskan agar mereka menghasilkan buah-buah pertobatan yang nyata.

Kebanggaan mereka sebagai anak-anak Abraham tidak menjamin keselamatan mereka, sebab Kerajaan Allah hanya diperuntukkan bagi mereka yang sungguh bertobat.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 18 September 2022 Minggu Biasa XXV

Sebagaimana Yohanes meminta orang Farisi dan Saduki untuk bertobat dan menghasilkan buah-buah pertobatan, demikian pula kita sebagai pengikut Kristus hendaknya bertobat dan menampakkan buah pertobatan itu: berlaku baik dan berbuat baik selalu. Setiap saat Allah menawarkan kesempatan bagi kita untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Karena itu, bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

Pesan Iman

  1. Masa Adventus adalah masa pengharapan dan sukacita, sebab janji keselamatan akan terwujud dalam diri Yesus Kristus.
  2. Kita dipanggil untuk bertobat, yaitu berhenti berbuat kejahatan dan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Semoga.

Minggu Adventus II
Yes 11:1–10
Mat 3:1–12

Editor : Del Neonub | Komsos Santa Helena

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani
25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!