Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

- Editor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Minggu ini, liturgi Gereja merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus (Sanctissima Trinitas). Perayaan ini merupakan pernyataan pokok iman Kristiani. Kita percaya akan satu Allah dalam tiga Pribadi yang berbeda, yaitu Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.

Injil hari ini memang sangat singkat, tetapi mampu membantu kita memahami misteri Allah Tritunggal Mahakudus.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa pengakuan iman akan Allah Tritunggal Mahakudus pertama kali kita ucapkan saat menerima Sakramen Pembaptisan. Kita dibaptis dalam rumusan: “Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus” (Mat 28:19).

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Atas dasar ini, setiap hari kita menyapa Allah Tritunggal Mahakudus dalam doa-doa kita, khususnya saat membuat tanda salib pada awal dan akhir doa.

BACA JUGA  Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Iman akan Tritunggal Mahakudus adalah iman akan Allah yang satu dan esa. Hanya Tuhanlah Allah di langit dan di bumi, tidak ada yang lain (Ul 4:39). Namun Allah yang esa ini hadir dalam tiga Pribadi: Allah Bapa (Pribadi pertama), Allah Putra (Pribadi kedua), dan Allah Roh Kudus (Pribadi ketiga). Ketiga Pribadi ini memiliki satu hakikat ilahi dalam kesatuan Tritunggal Mahakudus.

Kita dapat melihat kesatuan ini dalam beberapa hal:

  • Yesus sendiri menunjukkan persatuan-Nya yang tak terpisahkan dengan Allah Bapa: “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30), dan “Barangsiapa melihat Aku, ia melihat Bapa.”
  • Allah Bapa menegaskan bahwa Yesus adalah Putra-Nya yang terkasih (Mat 17:5, peristiwa Transfigurasi di Tabor).
  • Yesus menyatakan kesatuan-Nya dengan Roh Kudus, yaitu Roh Kebenaran (Yoh 15:26). Roh Kebenaran ini adalah Roh Yesus sendiri, karena Yesus adalah Kebenaran.
BACA JUGA  Ratusan Prajurit TNI dari 3 Satuan Ikut Rekoleksi Persiapan Natal

Selanjutnya, sebelum naik ke surga, Yesus memberi pesan terakhir: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus” (Mat 28:19-20).

Kesatuan Allah Tritunggal Mahakudus ini didasari oleh kasih yang sempurna demi keselamatan manusia:

  • Karena kasih-Nya yang besar, Allah Bapa menciptakan manusia dan menghendaki kita hidup bahagia dan selamat.
  • Namun manusia jatuh dalam dosa dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Karena itu Allah Bapa mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, untuk menebus manusia melalui penderitaan, wafat, dan kebangkitan-Nya.
  • Selanjutnya, Yesus yang bangkit dan naik ke surga mengutus Roh Kudus untuk melanjutkan karya penebusan serta membimbing peziarahan umat manusia menuju keselamatan abadi.
BACA JUGA  Rabu Abu: Makna Debu Tanah dan Perjalanan 40 Hari menuju Kebangkitan

Pesan Iman:

  • Merayakan Tritunggal Mahakudus berarti merayakan misteri kasih Allah yang tunggal demi keselamatan kita. Allah Bapa merencanakan, Allah Putra menebus, dan Allah Roh Kudus menguduskan serta menjamin.
  • Jangan malu atau takut bersaksi tentang Allah Tritunggal Mahakudus, terutama dengan membuat tanda salib di muka umum.

Bacaan Liturgi:
Kel 34:4-6, 8-9
2Kor 13:11-13
Yoh 3:16-18

Amin.

Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus, Pr

Editor : Del | Komsos Sta. Helena

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi
Tuaian Melimpah, Pekerja Sedikit: Panggilan Menjadi Perpanjangan Tangan Yesus
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:11 WITA

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:48 WITA

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:33 WITA

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Berita Terbaru

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!