Hari Minggu ini, liturgi Gereja merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus (Sanctissima Trinitas). Perayaan ini merupakan pernyataan pokok iman Kristiani. Kita percaya akan satu Allah dalam tiga Pribadi yang berbeda, yaitu Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Injil hari ini memang sangat singkat, tetapi mampu membantu kita memahami misteri Allah Tritunggal Mahakudus.
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa pengakuan iman akan Allah Tritunggal Mahakudus pertama kali kita ucapkan saat menerima Sakramen Pembaptisan. Kita dibaptis dalam rumusan: “Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus” (Mat 28:19).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas dasar ini, setiap hari kita menyapa Allah Tritunggal Mahakudus dalam doa-doa kita, khususnya saat membuat tanda salib pada awal dan akhir doa.
Iman akan Tritunggal Mahakudus adalah iman akan Allah yang satu dan esa. Hanya Tuhanlah Allah di langit dan di bumi, tidak ada yang lain (Ul 4:39). Namun Allah yang esa ini hadir dalam tiga Pribadi: Allah Bapa (Pribadi pertama), Allah Putra (Pribadi kedua), dan Allah Roh Kudus (Pribadi ketiga). Ketiga Pribadi ini memiliki satu hakikat ilahi dalam kesatuan Tritunggal Mahakudus.
Kita dapat melihat kesatuan ini dalam beberapa hal:
- Yesus sendiri menunjukkan persatuan-Nya yang tak terpisahkan dengan Allah Bapa: “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30), dan “Barangsiapa melihat Aku, ia melihat Bapa.”
- Allah Bapa menegaskan bahwa Yesus adalah Putra-Nya yang terkasih (Mat 17:5, peristiwa Transfigurasi di Tabor).
- Yesus menyatakan kesatuan-Nya dengan Roh Kudus, yaitu Roh Kebenaran (Yoh 15:26). Roh Kebenaran ini adalah Roh Yesus sendiri, karena Yesus adalah Kebenaran.
Selanjutnya, sebelum naik ke surga, Yesus memberi pesan terakhir: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus” (Mat 28:19-20).
Kesatuan Allah Tritunggal Mahakudus ini didasari oleh kasih yang sempurna demi keselamatan manusia:
- Karena kasih-Nya yang besar, Allah Bapa menciptakan manusia dan menghendaki kita hidup bahagia dan selamat.
- Namun manusia jatuh dalam dosa dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Karena itu Allah Bapa mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, untuk menebus manusia melalui penderitaan, wafat, dan kebangkitan-Nya.
- Selanjutnya, Yesus yang bangkit dan naik ke surga mengutus Roh Kudus untuk melanjutkan karya penebusan serta membimbing peziarahan umat manusia menuju keselamatan abadi.
Pesan Iman:
- Merayakan Tritunggal Mahakudus berarti merayakan misteri kasih Allah yang tunggal demi keselamatan kita. Allah Bapa merencanakan, Allah Putra menebus, dan Allah Roh Kudus menguduskan serta menjamin.
- Jangan malu atau takut bersaksi tentang Allah Tritunggal Mahakudus, terutama dengan membuat tanda salib di muka umum.
Bacaan Liturgi:
Kel 34:4-6, 8-9
2Kor 13:11-13
Yoh 3:16-18
Amin.
Penulis : Rm. Chris Taus, Pr
Editor : Del | Komsos Sta. Helena







