Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Kotbah Katolik Minggu Biasa XV oleh Rm. Chris Taus

- Editor

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto oleh matatimor

Foto oleh matatimor

Yesus datang untuk mewartakan Injil kabar gembira Kerajaan Allah. Injil kabar gembira Kerajaan Allah ini menyimpan rahasia ilahi Allah yang terkadang susah untuk dimengerti. Para murid yang selalu dekat dengan Yesus juga mengalami kesulitan untuk menangkap dan mengerti ajaran Yesus. Untuk itu, Yesus kadang mengajarkan dan menjelaskan ajaran-Nya dengan memakai perumpamaan.

Ada begitu banyak perumpamaan dalam Injil. Tiap perumpamaan punya pesan dan arti tersendiri. Salah satu perumpamaan itu adalah Injil hari Minggu ini, yakni perumpamaan tentang penabur, yang lebih dikenal dengan Perumpamaan tentang Benih. Fokus perumpamaan ini bukan pada penaburnya, tetapi pada benih yang ditabur.

Kisahnya pernah kita dengar dan ketahui bersama. Ada seorang penabur yang menaburkan benih. Ada benih yang jatuh di pinggir jalan, ada benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ada yang jatuh di tengah semak berduri, dan sebagian jatuh di tanah yang baik. Dengan kondisi tanah yang ada, kita sudah bisa membayangkan bagaimana hasilnya.

BACA JUGA  Yesus: Sang Air Hidup Kotbah Minggu Prapaskah III

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Melalui perumpamaan ini, Yesus membandingkan Sabda Allah dengan benih yang ditabur. Seperti benih yang ditabur di tanah dengan kondisi yang berbeda-beda, demikian juga benih Sabda Allah ditabur dalam hati orang yang mendengarkannya.

Dalam perumpamaan ini, ada dua hal penting yang dapat kita renungkan:

  1. Sabda Tuhan akan tumbuh dan berbuah jika ditanam di tanah yang baik. Supaya tanah itu menjadi tanah yang baik, tanah tersebut harus dirawat dengan benar. Demikian pula Sabda Tuhan akan tumbuh dan berbuah dalam hati kita jikalau hati kita dibersihkan dari segala dosa, memupuk jiwa dengan keutamaan-keutamaan Kristiani, serta memeliharanya dengan rahmat Tuhan dan sakramen-sakramen.
  2. Yesus membandingkan Sabda Allah dengan benih untuk menegaskan bahwa Sabda Tuhan tidak datang kepada kita sebagai produk akhir yang langsung jadi. Ketika benih Sabda Allah tertanam dalam hati dan jiwa, kita harus melakukan bagian kita dalam memelihara Sabda itu serta melaksanakannya dalam perilaku hidup sehari-hari. Dengan cara ini, benih Sabda Tuhan akan tumbuh subur dan berdaya guna.
BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 23 Oktober 2022, Minggu Biasa XXX

Inilah alasan mengapa Yesus hanya melakukan pelayanan-Nya selama tiga tahun saja. Sebab, karya mewartakan Sabda Allah kini menjadi tugas dan tanggung jawab kita. Karena itu, setelah Yesus naik ke surga kembali kepada Allah Bapa, Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”

Nabi Yesaya juga terus mewartakan Sabda Allah kepada bangsa Israel di pembuangan Babel, bahwa Sabda yang keluar dari mulut Allah untuk menyelamatkan Israel tidak akan kembali dengan sia-sia. Inilah kekuatan sejati dari Sabda Allah itu.

BACA JUGA  Mengapa engkau Khawatir akan perkara duniawi?

PESAN IMAN Tuhan telah menanam dan menumbuhkan benih Sabda Allah dalam diri dan hati kita. Maka sekarang, giliran kita untuk menumbuhkannya agar menghasilkan buah-buah keselamatan dalam kesaksian iman kita sehari-hari.

MINGGU BIASA XV

  • Yesaya 55:10-11
  • Roma 8:18-23
  • Matius 13:1-23

Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus

Editor : Del Neonub

Sumber Berita: Komsos Paroki Camplong

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi
Tuaian Melimpah, Pekerja Sedikit: Panggilan Menjadi Perpanjangan Tangan Yesus
Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:11 WITA

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:48 WITA

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:33 WITA

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Berita Terbaru

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!