Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Renungan Minggu Biasa XXII - Oleh Rm. Chris Taus, Pr

- Editor

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Renungan Minggu Biasa XXII
Bacaan: Yeremia 20:7-9; Roma 12:1-2; Matius 16:21-27

Kita menyebut diri sebagai orang Kristen Katolik, pengikut Kristus. Kita bangga menjadi orang Kristen Katolik.

Menjadi orang Kristen Katolik adalah sebuah panggilan—panggilan untuk mengikuti Yesus Kristus. Namun, panggilan untuk mengikuti Yesus Kristus bukanlah panggilan yang gampang dan selalu menyenangkan. Mengikuti Yesus berarti mengikuti jejak dan jalan hidup-Nya. Ia datang untuk menyelamatkan kita melalui jalan salib dan penderitaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Injil hari ini, Yesus menubuatkan penderitaan yang akan dialami-Nya. Ia mengatakan bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga (Mat. 16:21).

Ketika Yesus menyampaikan hal itu, Petrus berkata kepada-Nya, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu!” Namun, Yesus menegur Petrus dengan keras, “Enyahlah, Iblis! Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku.”

Setelah itu, Yesus menyampaikan syarat-syarat untuk mengikuti-Nya. Ada tiga syarat utama yang harus dijalankan oleh setiap orang yang ingin menjadi pengikut-Nya.

1. Menyangkal Diri

Setiap orang yang mau mengikuti Yesus harus berani mengatakan “tidak” kepada diri sendiri dan “ya” kepada kehendak Allah, apa pun tuntutannya.

Allah dan kehendak-Nya harus ditempatkan di atas segala-galanya. Mengikuti Yesus menuntut keberanian untuk tidak menjadikan kepentingan pribadi sebagai pusat kehidupan. Kita harus berani menyangkal ego, keinginan, ambisi, dan kesenangan diri apabila semuanya itu bertentangan dengan kehendak Allah.

2. Memikul Salib

Setiap orang yang mau mengikuti Yesus harus bersedia berkorban dan menderita. Kita harus siap meninggalkan segala sesuatu yang dapat menghalangi kita untuk setia kepada Tuhan.

Harta kekayaan, jabatan, kekuasaan, kenyamanan, dan berbagai kenikmatan hidup tidak boleh menjadi tujuan utama kehidupan. Semuanya harus ditempatkan secara benar di hadapan Allah.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa XXI

Memikul salib berarti berani menerima tanggung jawab, kesulitan, pengorbanan, bahkan penderitaan sebagai bagian dari perjalanan iman.

3. Mengikuti Yesus

Setiap orang harus sadar bahwa mengikuti Yesus adalah sebuah panggilan menuju keselamatan. Panggilan ini menuntut komitmen yang kuat dan kesetiaan sepanjang hidup.

Menjadi pengikut Kristus bukanlah keputusan sesaat. Iman membutuhkan ketekunan dan kesetiaan. Sekali memilih untuk mengikuti Kristus, kita dipanggil untuk tetap setia kepada-Nya.

Jalan Salib Menuju Kemuliaan

Inti pesan Injil hari ini adalah bahwa Yesus Kristus mengundang kita untuk mengikuti-Nya dengan memperjuangkan nilai-nilai penyangkalan diri, pengorbanan, ketaatan, dan kesetiaan.

Kita diajak untuk mengesampingkan kepentingan diri dan mengutamakan kehendak Allah. Allah harus menjadi segala-galanya dalam kehidupan kita, sebagaimana Yesus sendiri menempatkan kehendak Bapa sebagai yang utama.

Ini memang merupakan jalan hidup yang berat. Namun, di balik segala penderitaan dan pengorbanan itu, tersedia mahkota kemuliaan abadi yang tidak tertandingi.

Hal yang sama kita lihat dalam diri Nabi Yeremia pada bacaan pertama. Yeremia sungguh menyadari bahwa ia dipanggil Allah untuk mewartakan sabda-Nya. Tugas itu tidak mudah. Ia ditolak, dihina, dicemooh, bahkan seolah-olah tidak ada seorang pun yang membelanya.

BACA JUGA  Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

Namun, sesuatu yang menarik terjadi: cinta kasih Yeremia kepada Allah justru semakin menyala. Ia merasa bahwa Tuhan terlalu kuat menggenggam dirinya dengan tangan-Nya yang berkuasa (Yer. 20:7-9).

Yeremia menunjukkan kepada kita bahwa kesetiaan kepada Allah tidak selalu membuat hidup menjadi mudah. Ada saat-saat ketika kita mengalami penolakan, kesulitan, penderitaan, dan kekecewaan. Tetapi semuanya itu tidak boleh membuat kita meninggalkan Tuhan.

Pesan Iman

Jalan mengikuti Yesus adalah jalan salib dan penderitaan. Namun, di balik salib ada mahkota kemuliaan yang tak tertandingi.

Karena itu, janganlah kita mudah menyerah dalam mengikuti Kristus. Tetaplah tekun, setia, dan berani memikul salib kehidupan.

Tekun mengikuti Yesus, maka engkau akan memperoleh keselamatan.

Amin.

Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus, Pr

Editor : Del Neonub

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Berita Terbaru

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!