Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Satu Per Satu Kap Kayu Dinaikkan, Harapan Jemaat Betel Oelusapi Terus Bertumbuh

- Editor

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto - Del Neonub (matatimor.net)

Foto - Del Neonub (matatimor.net)

Fatuleu Barat, Matatimor.net — Semangat gotong royong jemaat kembali terlihat dalam pembangunan Gedung Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Betel Oelusapi, Klasis Fatuleu Barat, Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (29/9/2026).

Puluhan jemaat bersama berbagai unsur masyarakat bergotong royong menaikkan kuda-kuda atau kap kayu sebagai bagian dari tahapan pembangunan gedung gereja berukuran panjang 30 meter x lebar 18 meter, yang telah dimulai sejak 2012.

Kegiatan tersebut diawali dengan ibadah syukur yang dihadiri Ketua Klasis Fatuleu Barat, anggota DPRD Kabupaten Kupang Feteaser D. Tafetin,SH, Camat Fatuleu Barat, jemaat, tamu undangan, serta sejumlah unsur masyarakat lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga besar SMAN 2 Fatuleu Barat, termasuk kepala sekolah dan para guru, turut hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan gotong royong tersebut.

BACA JUGA  WASPADA! BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ekstrem di NTT Hari Ini, Dampak Bibit Siklon 97S

Target Sembilan Kap Kayu

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Betel Oelusapi, Kristofel Taiboko, mengatakan gereja tersebut saat ini terdiri dari 154 kepala keluarga (KK), yang terbagi dalam 7 Rayon dan 1 Pos Pelayanan.

Menurut Kristofel, pembangunan gedung gereja telah dimulai sejak 2012. Selama prosesnya, pembangunan dilakukan melalui swadaya jemaat serta dukungan dan sumbangan dari berbagai pihak.

Pada tahap pembangunan kali ini, panitia menargetkan pemasangan sembilan buah kap kayu hingga proses pengatapan.

“Target kami sembilan kap kayu ini bisa diselesaikan sampai pengatapan sebelum musim hujan,” demikian disampaikan Kristofel.

Target tersebut bukan semata-mata untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi, tetapi juga agar jemaat dapat segera menggunakan gedung tersebut untuk beribadah.

Kristofel Taiboko – Ketua Panitia Pembangunan GMIT Jemaat Betel Oelusapi – Klasis Fatuleu Barat – Kab. Kupang

Pembangunan yang telah berjalan selama bertahun-tahun memperlihatkan bahwa penyelesaian gedung gereja membutuhkan ketekunan dan dukungan bersama. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan jemaat dan dukungan dari berbagai pihak.

BACA JUGA  Lagi, POLRES Malaka Grebek BG di Kateri

Mengandalkan Semangat Kebersamaan

Gotong royong yang dilakukan Selasa kemarin menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana pembangunan rumah ibadah tersebut terus diupayakan bersama.

Sejumlah warga terlihat menarik tali secara bersama-sama untuk menaikkan struktur kuda-kuda ke bagian atas bangunan. Ada yang bekerja di sekitar bangunan, sementara yang lainnya membantu dari bawah.

Bagi jemaat, pekerjaan tersebut bukan sekadar mengangkat kayu. Ada harapan yang ikut ditarik bersama: harapan agar sebuah gedung gereja yang telah lama diperjuangkan dapat segera berdiri dan digunakan.

BACA JUGA  Siswa SMAN 1 Takari Dilarang Ikut Ujian, gegara Tunggak Iuran Komite

Panitia pembangunan juga membuka ruang bagi bapak dan ibu serta pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan untuk mendukung penyelesaian pembangunan Gereja Betel Oelusapi.

Bagi pihak yang ingin membantu, dapat menghubungi Ketua Panitia Pembangunan Kristofel Taiboko (+62 813-3722-0402) atau Sekretaris Panitia Pak Deni A. A. Kake, S.Pd.,Gr. (+62 821-4727-2296)

Setelah lebih dari satu dekade perjalanan pembangunan, harapan jemaat kini kembali diarahkan pada satu target: menyelesaikan pengatapan sebelum musim hujan tiba, sehingga gedung Gereja Betel Oelusapi dapat segera menjadi tempat beribadah dan berkumpulnya 159 kepala keluarga jemaat.

“Sebab rumah ibadah ini dibangun bukan hanya dengan kayu dan semen, tetapi juga dengan swadaya, sumbangan, tenaga, doa, dan gotong royong banyak orang.“

Facebook Coment

Penulis : Del Neonub

Editor : Admin

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:11 WITA

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Berita Terbaru

Gambar oleh Del Neonub

Iman & Gereja

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:11 WITA

Foto by Del Neonub

INSPIRASI

Satu Malam di Nauen: Doa, Jamuan, dan Cerita Persaudaraan

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:50 WITA

error: Content is protected !!