Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Renungan Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga 15 Agustus

- Editor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setiap tanggal 15 Agustus, Gereja Katolik merayakan Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga, yakni keyakinan iman bahwa Maria, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya.

Dogma tentang Maria Diangkat ke Surga secara resmi ditetapkan oleh Paus Pius XII pada 1 November 1950, bertepatan dengan Hari Raya Semua Orang Kudus. Dalam ajaran tersebut ditegaskan bahwa Perawan Maria, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat ke dalam kemuliaan surgawi dengan jiwa dan raganya.

Maria adalah wanita pilihan Allah. Sejak semula, Allah mempersiapkan Perawan Maria secara istimewa untuk mengambil bagian dalam seluruh rencana dan tata sejarah keselamatan manusia. Maria adalah wanita yang terpilih, terberkati, dan terpuji di antara segala wanita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Allah sejak semula memelihara Maria dengan memberikan rahmat istimewa kepadanya. Salah satu rahmat tersebut adalah bahwa Maria dibebaskan dari segala noda dosa sejak ia berada dalam kandungan ibunya, Santa Anna. Dengan demikian, Maria dipersiapkan secara khusus untuk menjadi ibu Sang Penebus.

Karena keistimewaan tersebut, Maria menerima gelar Santa Maria Imakulata, yang berarti Maria yang dikandung tanpa noda dosa.

Maria, Wanita Pilihan Allah

Status Maria sebagai wanita pilihan Allah membuatnya mengambil bagian yang sangat istimewa dalam tata sejarah keselamatan. Sebagai ibu Yesus Kristus, Maria menyertai perjalanan hidup dan karya keselamatan Putranya.

Pada akhirnya, Maria mengalami kemuliaan yang dijanjikan Allah. Ia diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya.

Karena itu, kematian Maria memiliki keistimewaan tersendiri. Maria tetap mengalami kematian sebagai manusia, tetapi ia tidak mengalami kebinasaan makam. Setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya, Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya dan menerima mahkota kemuliaan surgawi.

Di surga, Maria sungguh mengalami kebenaran kata-kata saudaranya, Elisabeth:

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.”

Ketika mengalami kemuliaan surgawi, Maria menyadari bahwa Allah telah melakukan perkara besar dalam hidupnya. Karena itu, dengan penuh sukacita, Maria memuji Allah melalui Kidung Maria (Magnificat):

“Jiwaku memuliakan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah, Juruselamatku.”

Kidung Maria menjadi ungkapan iman seorang hamba yang sepenuhnya menyerahkan diri kepada kehendak Allah.

Maria, Hawa Baru

Dalam bacaan pertama dari Kitab Wahyu, Maria digambarkan sebagai seorang wanita yang berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan mahkota dengan dua belas bintang di atas kepalanya.

BACA JUGA  Homili Minggu Paskah II - Minggu Kerahiman Ilahi

Gambaran tersebut juga mengingatkan kita pada pertentangan antara kebaikan dan kejahatan.

Ular dalam kisah keselamatan mengingatkan kita pada Hawa lama yang jatuh ke dalam dosa. Sebaliknya, Maria tampil sebagai Hawa Baru, wanita yang taat kepada kehendak Allah dan mengambil bagian dalam karya keselamatan.

Maria, melalui ketaatannya kepada Allah, menjadi teladan bagi umat beriman untuk senantiasa mengatakan “ya” kepada kehendak Tuhan.

Maria dan Harapan Kebangkitan

Santo Paulus menulis kepada umat di Korintus bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Kristus adalah yang pertama bangkit dalam kemuliaan. Selanjutnya, mereka yang menjadi milik-Nya akan memperoleh bagian dalam kehidupan kekal.

Dalam terang iman inilah, peristiwa Maria Diangkat ke Surga menjadi tanda harapan bagi seluruh umat beriman. Kemuliaan yang dialami Maria mengingatkan kita bahwa kehidupan manusia tidak berakhir pada kematian. Allah memanggil kita kepada kehidupan dan kemuliaan bersama-Nya.

Pesan Iman

Pertama, Perawan Maria yang telah mengalami kepenuhan rahmat dan kini berada dalam kemuliaan surgawi pantas menerima gelar Penuh Rahmat. Maria juga menjadi teladan dan pendoa bagi umat beriman yang memohon rahmat dan pertolongan Allah.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa XIV, 03 Juli 2022

Kedua, karena Maria dengan setia mengikuti Yesus dan mengambil bagian dalam misteri kehidupan serta karya keselamatan-Nya, Maria memperoleh rahmat istimewa untuk mengalami kemuliaan surgawi.

Karena itu, Hari Raya Maria Diangkat ke Surga bukan hanya perayaan tentang kemuliaan Maria. Perayaan ini juga menjadi pengingat dan pengharapan bagi kita.

Jika kita setia mengikuti Yesus, hidup dalam iman, dan menyerahkan diri kepada kehendak Allah, kita pun berharap akan mengalami kemuliaan surgawi yang telah dijanjikan-Nya.

Maria mengajarkan kepada kita untuk percaya, taat, rendah hati, dan setia sampai akhir.

Semoga melalui teladan Maria, kita semakin setia mengikuti Yesus Kristus dan semakin yakin bahwa kesetiaan kepada Allah tidak pernah sia-sia.

Maria Diangkat ke Surga menjadi tanda bahwa Allah memuliakan mereka yang setia kepada-Nya.

Amin.

Bacaan Liturgi

Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga

  1. Bacaan Pertama: Wahyu 11:19a; 12:1–6a, 10ab
  2. Bacaan Kedua: 1 Korintus 15:20–26
  3. Bacaan Injil: Lukas 1:39–56
Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris

Editor : Del Neonub

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WITA

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!