Harta kekayaan adalah pemberian Tuhan semata. Harta kekayaan adalah berkat rejeki Tuhan, bukti Tuhan tetap setia pelihara hidup kita. Maka hendaknya kita terima dengan penuh syukur dan menggunakannya secara baik dan benar. Berkat rejeki Tuhan berbeda bagi setiap orang. Karena itu menjadi rahasia kemurahan hati Tuhan.
Pada sisi yang lain, harta kekayaan/warisan bisa merusak persaudaraan seperti: irihati, benci, balas dendam dan permusuhan.
Hal lebih buruk buruk orang bersifat TAMAK atau Rakus. Orang melekat kan diri semata pada harta kekayaan.
Hal ini menjadi sorotan pengajaran Yesus dalam Injil minggu ini, kisahnya demikian. Ada seseorang yang minta kepada Yesus untuk minta saudaranya berbagi warisan harta kekayaan dengan dia. Tapi Yesus menolak permintaan ini, karena Yesus ingin agar orang itu mencari akar persoalannya yaitu bahwa mereka harus saling mengasihi sebagai saudara dan tahu bahwa nilai harta kekayaan itu adalah milik mereka. Maka itu mereka tidak perlu bertengkar. Karena mereka adalah satu saudara.
Meskipun demikian Yesus tetap pergunakan kesempatan itu untuk menyampaikan ajaranNya perihal bahaya dari ketamakan atau kerakusan. Sikap lekatkan diri kuat-kuat pada harta kekayaan.
Untuk ini Yesus menyampaikan ajarannya dalam perumpamaan tentang PETANI KAYA YANG BODOH dan kisah ceritanya kita tahu. Singkat cerita pada seorang petani, banyak hasil kebunnya, dia buat lumbung besar dan simpan hasilnya. Setelah semua beres. Ia berkata dalam hati bersenang-senang saja. Karena hartanya banyak.
Tetapi Firman Tuhan datang kepadanya. Hai orang bodoh pada malam ini juga jiwamu diambil darimu dan bagi siapakah nanti apa telah engkau sediakan ini?
Petani kaya itu bodoh karena ia melihat hartanya sebagai TUJUAN HIDUP. Ia lupa bahwa sebenarnya dari kehidupan manusia adalah bukan mengumpulkan baginya harta di dunia, tetapi MENGUMPULKAN HARTA KEKAYAAN DI HADAPAN ALLAH. Karena harta kekayaan tidak menjamin jalan keselamatan menuju Allah
PESAN IMAN
- Hendaknya setiap murid pengikut Kristus mengambil sikap baru terhadap harta kekayaan agar harta kekayaan mengantar orang masuk kedalam kerajaan Allah.
- Tetap berusaha, biar miskin harta kekayaan, tetapi hendaknya kaya di hadapan Allah. Amen.
MINGGU BIASA XVIII
Pengktbah,1,2,2,21-23
Luk,12,13-21








