MENGUMPULKAN HARTA KEKAYAAN DI HADAPAN ALLAH

Kotbah Katolik Minggu Biasa XVIII Oleh Rm. Chris Taus - Paroki Santa Helena Lili - Camplong - Keuskupan Agung Kupang

- Editor

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:02 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Harta kekayaan adalah pemberian Tuhan semata. Harta kekayaan adalah berkat rejeki Tuhan, bukti Tuhan tetap setia pelihara hidup kita. Maka hendaknya kita terima dengan penuh syukur dan menggunakannya secara baik dan benar. Berkat rejeki Tuhan berbeda bagi setiap orang. Karena itu menjadi rahasia kemurahan hati Tuhan.
Pada sisi yang lain, harta kekayaan/warisan bisa merusak persaudaraan seperti: irihati, benci, balas dendam dan permusuhan.

Hal lebih buruk buruk orang bersifat TAMAK atau Rakus. Orang melekat kan diri semata pada harta kekayaan.
Hal ini menjadi sorotan pengajaran Yesus dalam Injil minggu ini, kisahnya demikian. Ada seseorang yang minta kepada Yesus untuk minta saudaranya berbagi warisan harta kekayaan dengan dia. Tapi Yesus menolak permintaan ini, karena Yesus ingin agar orang itu mencari akar persoalannya yaitu bahwa mereka harus saling mengasihi sebagai saudara dan tahu bahwa nilai harta kekayaan itu adalah milik mereka. Maka itu mereka tidak perlu bertengkar. Karena mereka adalah satu saudara.

Meskipun demikian Yesus tetap pergunakan kesempatan itu untuk menyampaikan ajaranNya perihal bahaya dari ketamakan atau kerakusan. Sikap lekatkan diri kuat-kuat pada harta kekayaan.
Untuk ini Yesus menyampaikan ajarannya dalam perumpamaan tentang PETANI KAYA YANG BODOH dan kisah ceritanya kita tahu. Singkat cerita pada seorang petani, banyak hasil kebunnya, dia buat lumbung besar dan simpan hasilnya. Setelah semua beres. Ia berkata dalam hati bersenang-senang saja. Karena hartanya banyak.
Tetapi Firman Tuhan datang kepadanya. Hai orang bodoh pada malam ini juga jiwamu diambil darimu dan bagi siapakah nanti apa telah engkau sediakan ini?

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024

Petani kaya itu bodoh karena ia melihat hartanya sebagai TUJUAN HIDUP. Ia lupa bahwa sebenarnya dari kehidupan manusia adalah bukan mengumpulkan baginya harta di dunia, tetapi MENGUMPULKAN HARTA KEKAYAAN DI HADAPAN ALLAH. Karena harta kekayaan tidak menjamin jalan keselamatan menuju Allah

PESAN IMAN

  1. Hendaknya setiap murid pengikut Kristus mengambil sikap baru terhadap harta kekayaan agar harta kekayaan mengantar orang masuk kedalam kerajaan Allah.
  2. Tetap berusaha, biar miskin harta kekayaan, tetapi hendaknya kaya di hadapan Allah. Amen.

MINGGU BIASA XVIII
Pengktbah,1,2,2,21-23
Luk,12,13-21

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi
Tuaian Melimpah, Pekerja Sedikit: Panggilan Menjadi Perpanjangan Tangan Yesus
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:11 WITA

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:48 WITA

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:33 WITA

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version