Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Kotbah Minggu Biasa XVIII Oleh Rm. Chris Taus - Paroki Camplong

- Editor

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minggu Biasa XVIII

Minggu Biasa XVIII

Cerita tentang mukjizat Yesus menggandakan roti sudah dikenal luas dan sangat gampang diingat. Cerita ini memiliki latar belakang Perjanjian Lama: ketika bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Terjanji, mereka kelaparan di padang gurun, lalu Allah memberikan mereka roti manna—roti yang turun dari surga.

Pada zaman Yesus, banyak orang menderita sakit dan Yesus melakukan berbagai mukjizat untuk menyembuhkan mereka. Berita ini tersiar sangat luas, sehingga banyak orang mengikuti dan mencari Yesus ke mana pun Ia pergi, termasuk ke tempat yang sunyi seperti yang tertulis dalam bacaan Injil hari ini.

Ketika Yesus melihat orang banyak berbondong-bondong mencari-Nya—terutama saat hari mulai malam—hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Para murid meminta kepada-Nya agar menyuruh orang banyak itu pergi membeli makanan di kota. Namun, Yesus mencegahnya dan berkata, “Kamu harus memberi mereka makan.”

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

BACA JUGA  Kotbah Prapaskah Katolik Minggu Pra Paskah V

Kebetulan ada seorang anak yang membawa lima ketul roti dan dua ekor ikan. Yesus meminta orang banyak itu untuk duduk, lalu Ia mengucap syukur dan melipatgandakan lima roti dan dua ikan tersebut untuk memberi makan seluruh orang banyak. Hasilnya sangat berkelimpahan: ada sekitar 5.000 orang yang makan, dan sisa perjamuan itu masih ada 12 bakul. Ini adalah salah satu mukjizat besar yang dikerjakan oleh Yesus.

Mukjizat penggandaan roti ini terjadi berkat partisipasi manusia. Para murid hanya memiliki lima ketul roti dan dua ekor ikan yang dibawa oleh seorang anak. Dari hal kecil yang dibawa anak tersebut, Yesus melipatgandakannya hingga menjadi sangat berlimpah.

BACA JUGA  Minggu Laetare: Sukacita Karena Keselamatan Sudah Dekat.

Melalui mukjizat ini, Yesus secara perlahan mengantar para murid dan orang banyak untuk masuk ke dalam rahasia Ekaristi Kudus.

Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi sarana Yesus mengajar para murid agar selalu memiliki sikap empati dan peduli terhadap sesama—yaitu dengan hati yang tergerak oleh belas kasihan serta rela berbagi, bukan malah bersungut-sungut, mengeluh, atau marah-marah. Sikap yang mengalir dari belas kasihan, meskipun tampaknya kecil, biasa, dan terbatas (seperti lima roti dan dua ekor ikan), jika diserahkan dengan tulus kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengubahnya menjadi sangat berkelimpahan.

Tuhan meminta kita untuk meninggalkan sifat buruk dan ego kita yang keras. Dengan sikap belas kasihan, apa pun yang ada pada kita, hendaklah kita rela bagikan kepada sesama yang berkekurangan. Sebab di dalam tangan Tuhan, Ia akan mengubah persembahan kecil kita menjadi berkat yang berlimpah. Apa yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan semata, maka hendaknya kita tidak kikir untuk berbagi.

BACA JUGA  Iman yang Menyembuhkan atau Syukur yang Menyelamatkan?

Jika hal ini kita lakukan dengan tulus, maka hidup kita akan selalu berkelimpahan, baik di dunia ini maupun di surga kelak. Semoga. Amin.

Catatan Liturgi:

  • Hari Minggu: Minggu Biasa XVIII
  • Bacaan I: Yesaya 55:1-3
  • Bacaan II: Roma 8:35, 37-39
  • Injil: Matius 14:13-21 (Catatan: Referensi perikop mukjizat penggandaan roti dalam Injil Matius adalah bab 14:13-21)
Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus

Editor : Del Neonub

Sumber Berita: Komsos Paroki Camplong

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Berita ini 5 kali dibaca
"Jangan menunggu berkelebihan untuk berbagi. Apa yang kecil, biasa, dan terbatas di tangan kita, jika diserahkan dengan tulus kepada Tuhan, akan diubah-Nya menjadi berkat yang berkelimpahan."

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:32 WITA

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:01 WITA

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 22 Agu 2026 - 20:32 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:36 WITA

Oplus_131072

KOTBAH & RENUNGAN

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:01 WITA

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

error: Content is protected !!