Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi

Kotbah Minggu Biasa XII Oleh Rm. Chris Taus, Pr

- Editor

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takut itu perasaan manusiawi. Kita semua pernah mengalami ketakutan. Takut adalah reaksi yang wajar terhadap segala ancaman dan bahaya yang dapat membinasakan badan dan jiwa kita. Kita takut pada suanggi, setan, kecelakaan, dan lain-lain. Allah sendiri tidak mengutuk ketakutan, tetapi Dia juga tidak menghendaki kita dikuasai oleh ketakutan yang berlebihan. Maka dari itu, kita harus melawan segala ketakutan tersebut.

Yesus mengingatkan para murid-Nya: “Jangan takut.” Ini adalah suatu ketegasan Yesus bagi para murid-Nya ketika mereka mengalami tantangan yang mengancam. Yesus terus mengingatkan hal ini karena Dia tahu bahwa tugas perutusan murid-Nya penuh dengan risiko, bahkan menuntut keselamatan diri. Karena itulah Yesus mengingatkan mereka dan memberi mereka kuasa ilahi Allah.

BACA JUGA  Homili Minggu Paskah III | Rm. Chris Taus, Pr

Inilah pernyataan Yesus di dalam Kitab Suci:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lihatlah, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” (Matius 10:16).

Yesus menegaskan lagi, “Janganlah kamu takut kepada mereka yang membunuh badan, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; ketakutanlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

Yesus mengingatkan para murid-Nya agar tidak meninggalkan tugas perutusan hanya karena adanya ancaman dan bahaya, sebab Allah akan hadir dan menguatkan dengan kuasa-Nya. Janji ini menjadi suatu hal yang menguatkan dan mendamaikan hati. Karya para murid ini bukanlah karya manusia, melainkan karya Allah sendiri. Oleh karena itu, Tuhan sendiri yang menjamin, menguatkan, dan menyediakan segala yang diperlukan untuk tugas perutusan ini.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 09 Oktober 2022

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang dapat melawan kita? Sebab, pemeliharaan Tuhan itu nyata dalam setiap situasi dan keadaan apa pun. Bahkan, Allah tetap menjamin harapan dan keselamatan hidup. Burung pipit saja Tuhan pelihara, apalagi manusia. Kita jauh lebih berharga daripada burung pipit.

Dengan dan di dalam Tuhan, kita akan aman, damai, dan selamat. Karena itu, takutlah hanya kepada Allah saja. Bersandar dan berlindung pada kekuatan Tuhan adalah sesuatu yang sangat mutlak. Barangsiapa yang setia berpegang teguh kepada Allah, ia akan aman dan selamat.

BACA JUGA  Iman Sebesar Biji Sesawi: Benarkah Bisa Mengalahkan yang Mustahil?”

Nabi Yeremia dalam bacaan pertama adalah seorang nabi yang bergulat dengan ketakutan. Tetapi, ia menyikapinya dengan sikap iman: bernyanyilah dan pujilah Tuhan dalam setiap situasi, maka ketakutan akan sirna sebab Tuhanlah penolongku.

PESAN IMAN:

Dalam hidup ini, kita sering kali takut akan banyak hal, dan yang terkuat adalah takut akan kehilangan harapan hidup. Dalam keadaan seperti ini, bersandarlah dan berdoalah meminta pertolongan dari Tuhan. Tuhanlah pelindung serta pemeliharamu yang kuat dan setia. Amin.

Minggu Biasa XII

  • Yeremia 20:10-13
  • Roma 5:12-15
  • Matius 10:26-33
Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus

Editor : Del Neonub

Sumber Berita: Komsos Paroki Camplong

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:11 WITA

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WITA

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!