Makna Pembaptisan Yesus: Solidaritas Tuhan dengan Manusia Berdosa

Kotbah Hari Raya Pembaptisan Tuhan - Oleh Rm. Chris Taus, Pr

- Editor

Sabtu, 10 Januari 2026 - 03:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yesus Sang Hamba Allah: Solidaritas dan Perutusan

Hari Minggu ini, Liturgi Gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Yesus dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Yesus yang adalah Tuhan, turun ke Sungai Yordan dan meminta dibaptis.

Pembaptisan Yohanes adalah pembaptisan pertobatan bagi mereka yang berdosa. Yesus turut berdiri di antara orang-orang berdosa yang ingin dibaptis. Ini adalah sebuah kesengajaan ilahi Allah Bapa, membiarkan Yesus solider dengan orang-orang berdosa, karena untuk inilah Yesus diutus.

BACA JUGA  Renungan Katolik Hari Raya Tubuh & Darah Kristus

Penyertaan Roh Kudus dan Pengakuan Bapa

Saat pembaptisan Yesus adalah saat rahmat, sebab Allah Bapa sendiri mengurapi Putra-Nya dengan Roh Kudus sebagai tanda pengesahan dan pelantikan-Nya. Ini merupakan pemakluman bahwa Yesus adalah Putra-Nya yang terkasih, kepada-Nya Allah berkenan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, ketika Yesus dibaptis, terjadilah hal-hal yang luar biasa. Saat Yesus keluar dari air, langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Terdengarlah suara dari surga: “Inilah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dengan pembaptisan ini, Yesus tampil dan mulai berkarya dengan kuasa Roh Kudus serta berkarya atas nama Allah. Allah Bapa sangat menaruh harapan dan berkenan kepada-Nya.

BACA JUGA  Siapkan Hatimu, Tuhan Penyelamat Segera Datang

Penggenapan Nubuat Nabi Yesaya

Nabi Yesaya telah bernubuat tentang seorang Hamba Allah yang dipenuhi dengan Roh Allah. Sebagai seorang Hamba Allah yang penuh Roh, Ia sanggup melaksanakan tugas-Nya dengan baik, yakni penuh kelembutan dan kebaikan hati.

“Buluh yang patah terkulai tidak dipatahkan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak dipadamkan-Nya.” (Yesaya 42:3).

Demikian juga wawasan tugas-Nya menjangkau seluruh bangsa-bangsa. Nubuat Yesaya tentang Hamba Allah ini terpenuhi dalam diri Yesus yang sangat berkenan kepada Allah Bapa.

Makna Bagi Kita

Pembaptisan Yesus menjadi dasar pembaptisan Gereja dan pembaptisan kita. Ketika kita dibaptis, kita diurapi dengan Roh Kudus dan menjadi putra-putri Allah yang berkenan kepada Bapa.

BACA JUGA  Tetap Setia di Tengah Kemegahan yang Fana

Maka dengan kekuatan Roh Kudus, kita menerima tugas panggilan baru menjadi saksi hidup tentang Yesus, yakni:

  • Menghadirkan Yesus dalam hidup keseharian kita.
  • Memberi damai bagi sesama, terutama mereka yang terpinggirkan.
  • Memperlihatkan kebaikan dan belas kasih kepada siapa saja.
  • Tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk orang lain.

Hal-hal ini hendaknya kita lakukan setiap hari. Amin.

Minggu Pembaptisan Tuhan / Minggu Biasa I Bacaan: Yesaya 42:1-4, 6-7; Matius 3:13-17

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!