Kita telah memasuki Minggu Prapaskah V, masa di mana kita mempersiapkan diri untuk memasuki Minggu Sengsara Tuhan dan Pekan Suci. Sebagai pembuka sebelum Yesus sendiri mengalami penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Ia melakukan sebuah mukjizat besar, yaitu membangkitkan Lazarus, saudara Martha dan Maria. Melalui peristiwa ini, Yesus ingin menegaskan bahwa Ia berkuasa atas hidup dan mati karena Dialah Sang Sumber Hidup. Peristiwa ini juga menjadi pralambang bahwa meski Ia akan mengalami kematian, Ia akan bangkit kembali.
Kisah kebangkitan Lazarus dalam Kitab Suci menurut Injil Yohanes digambarkan dengan sangat mendalam. Lazarus yang tinggal di Betania—sekitar 4 km dari Yerusalem—memiliki nama yang berarti “Allah adalah penolongku”. Yesus sangat dekat dengan keluarga ini. Meski Yesus tahu Lazarus sakit dan bahkan kemudian meninggal, Ia sengaja tidak segera datang. Jika Yesus datang dan menyembuhkan saat Lazarus masih sakit, Ia mungkin hanya akan dikenal sebagai seorang tabib. Namun, dengan membangkitkan Lazarus yang sudah empat hari berada dalam kubur, gaung kuasa-Nya menjadi jauh lebih besar. Hal ini dilakukan agar menjadi sarana rahmat, di mana kemuliaan dan kuasa Allah dinyatakan secara nyata dalam diri Yesus yang mengalahkan kematian.
Pada awalnya, Martha dan Maria sempat ragu. Maria berkata, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Yesus pun menegaskan, “Saudaramu akan bangkit.” Meski Maria mengira kebangkitan itu baru akan terjadi pada akhir zaman, keraguannya sirna saat Yesus berseru, “Lazarus, marilah keluar!” Orang mati itu pun keluar dari kubur, dan semua orang yang menyaksikannya menjadi percaya.
Senada dengan kisah tersebut, dalam bacaan pertama, Nabi Yehezkiel mendapat penglihatan tentang bangsa Israel di pembuangan Babel. Mereka digambarkan seperti tulang-tulang kering yang berserakan di lembah akibat ketidaksetiaan kepada Allah. Namun, nabi memberikan harapan bahwa saat pembebasan akan tiba. Roh Allah akan memberi hidup baru kepada tulang-tulang kering itu, membuka kubur mereka, dan membawa Israel bangkit kembali ke tanah airnya. Inilah bukti karya agung Allah dalam membangkitkan umat-Nya.
Pesan Iman:
- Bersyukur dalam Segala Situasi: Baik dalam keadaan senang maupun susah, hendaknya kita tetap bersimpuh syukur seperti Maria di kaki Yesus. Percayalah bahwa doa dan pengharapan kepada Yesus tidak akan sia-sia; Ia pasti akan menolong kita pada waktu-Nya.
- Yesus adalah Mahakuasa: Yesus berkuasa mengatasi maut karena Ia adalah Sumber Hidup. Iman kita pada kebangkitan adalah jangkar yang menguatkan kita dalam menghadapi segala persoalan duniawi. Amin.
Bacaan Liturgi Minggu Prapaskah V:
- Yehezkiel 37:12-14
- Roma 8:8-11
- Yohanes 11:1-45
Edito : Del Neonub








