Kita sudah berada pada Minggu Adventus IV, minggu terakhir dari rangkaian Minggu Adventus. Suasana perayaan minggu ini—melalui pesan-pesan sabda Tuhan dan doa-doa dalam Misa—mengantar kita untuk semakin dekat memasuki perayaan Natal.
Dalam Minggu ini, kita sudah mendapat gambaran tentang siapa nama bayi Natal itu, serta tokoh-tokoh yang terlibat langsung dalam peristiwa kelahiran Yesus, yakni Malaikat, Yosef, dan Maria.
Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya bernubuat bahwa seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang Putra, dan Ia akan dinamai Emanuel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Injil menampilkan tokoh-tokoh yang telah dipersiapkan oleh Allah: Yosef, keturunan Daud, dan Maria, yang bertunangan dengan Yosef, juga dari keturunan Daud. Selain itu, hadir pula Malaikat Tuhan, utusan Allah yang membawa kabar kepada Yosef dalam mimpi.
Dua tokoh utama ini, Yosef dan Maria, disiapkan Allah secara istimewa. Maria dipilih menjadi ibu Yesus, sementara Yosef mendapat perkenanan Allah untuk menjadi bapak pengasuh Yesus. Namun, pilihan ilahi ini tidak berarti bahwa hidup mereka bebas dari kesulitan dan persoalan.

Masalah utama yang mereka hadapi ialah kenyataan bahwa Maria, yang bertunangan dengan Yosef, ternyata sudah mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami-istri. Karena Yosef adalah seorang yang lurus hati dan tulus, ia berniat untuk menceraikan Maria secara diam-diam, agar tidak mencemarkan nama baiknya.
Namun, Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam mimpi dan berkata:
“Yosef, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya berasal dari Roh Kudus.”
Dalam menghadapi masalah ini, Yosef dan Maria menunjukkan ketaatan penuh terhadap rencana Allah yang disampaikan melalui Malaikat. Yosef menerima Maria sebagai istrinya. Maria sendiri tidak menerima kabar itu melalui mimpi, tetapi ia mengerti, memahami, dan menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya, merenungkannya sejak saat Malaikat menyampaikan kabar gembira kepadanya:
“Janganlah takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.”
Maria dengan penuh iman siap menerima rencana Allah.
Maria menjadi simbol kerendahan hati,
sedangkan Yosef menjadi simbol ketulusan dan kelembutan hati.
Dengan sikap batin seperti inilah Yosef dan Maria siap patuh dan setia kepada rencana serta kehendak Allah, apa pun risikonya, dengan keyakinan bahwa Tuhan sendiri akan menyelesaikan segala sesuatu.
Pesan Iman
- Seperti Yosef dan Maria, menjadi orang tua tidak sekadar memberi nama kepada anak, tetapi juga bertanggung jawab atas nama yang diberikan. Sebab nama mengandung arti, harapan, dan doa. Itulah sebabnya Yosef dan Maria berusaha memahami makna nama Yesus, yakni Dia yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.
- Keluarga Yosef dan Maria memberi teladan nyata dalam menghadapi persoalan hidup. Dalam setiap kesulitan, Yosef berani “pasang badan”, bertanggung jawab, dan tidak pernah lari meninggalkan Maria.
Minggu Adventus IV
Yesaya 7:10–14
Roma 1:1–7
Matius 1:18–24







