Adventus IV: Ketaatan Yosef dan Maria dalam Rencana Allah

Oleh Rm. Jhon Chris Taus, Pr. - Paroki Sta. Helena Lili - Camplong

- Editor

Sabtu, 20 Desember 2025 - 00:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kita sudah berada pada Minggu Adventus IV, minggu terakhir dari rangkaian Minggu Adventus. Suasana perayaan minggu ini—melalui pesan-pesan sabda Tuhan dan doa-doa dalam Misa—mengantar kita untuk semakin dekat memasuki perayaan Natal.

Dalam Minggu ini, kita sudah mendapat gambaran tentang siapa nama bayi Natal itu, serta tokoh-tokoh yang terlibat langsung dalam peristiwa kelahiran Yesus, yakni Malaikat, Yosef, dan Maria.

Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya bernubuat bahwa seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang Putra, dan Ia akan dinamai Emanuel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Injil menampilkan tokoh-tokoh yang telah dipersiapkan oleh Allah: Yosef, keturunan Daud, dan Maria, yang bertunangan dengan Yosef, juga dari keturunan Daud. Selain itu, hadir pula Malaikat Tuhan, utusan Allah yang membawa kabar kepada Yosef dalam mimpi.

BACA JUGA  Kapolres Belu Mendengar Langsung Curhatan Hati dari Perhimpunan Keluarga Besar Atsabe

Dua tokoh utama ini, Yosef dan Maria, disiapkan Allah secara istimewa. Maria dipilih menjadi ibu Yesus, sementara Yosef mendapat perkenanan Allah untuk menjadi bapak pengasuh Yesus. Namun, pilihan ilahi ini tidak berarti bahwa hidup mereka bebas dari kesulitan dan persoalan.

Katekese Adventus Minggu IV KUB Sta. Philomena Lili

Masalah utama yang mereka hadapi ialah kenyataan bahwa Maria, yang bertunangan dengan Yosef, ternyata sudah mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami-istri. Karena Yosef adalah seorang yang lurus hati dan tulus, ia berniat untuk menceraikan Maria secara diam-diam, agar tidak mencemarkan nama baiknya.

Namun, Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam mimpi dan berkata:
“Yosef, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya berasal dari Roh Kudus.”

Dalam menghadapi masalah ini, Yosef dan Maria menunjukkan ketaatan penuh terhadap rencana Allah yang disampaikan melalui Malaikat. Yosef menerima Maria sebagai istrinya. Maria sendiri tidak menerima kabar itu melalui mimpi, tetapi ia mengerti, memahami, dan menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya, merenungkannya sejak saat Malaikat menyampaikan kabar gembira kepadanya:
“Janganlah takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.”

BACA JUGA  Kotbah Katolik Pesta Keluarga Kudus Nazareth

Maria dengan penuh iman siap menerima rencana Allah.

Maria menjadi simbol kerendahan hati,
sedangkan Yosef menjadi simbol ketulusan dan kelembutan hati.

Dengan sikap batin seperti inilah Yosef dan Maria siap patuh dan setia kepada rencana serta kehendak Allah, apa pun risikonya, dengan keyakinan bahwa Tuhan sendiri akan menyelesaikan segala sesuatu.

BACA JUGA  Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2023

Pesan Iman

  1. Seperti Yosef dan Maria, menjadi orang tua tidak sekadar memberi nama kepada anak, tetapi juga bertanggung jawab atas nama yang diberikan. Sebab nama mengandung arti, harapan, dan doa. Itulah sebabnya Yosef dan Maria berusaha memahami makna nama Yesus, yakni Dia yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.
  2. Keluarga Yosef dan Maria memberi teladan nyata dalam menghadapi persoalan hidup. Dalam setiap kesulitan, Yosef berani “pasang badan”, bertanggung jawab, dan tidak pernah lari meninggalkan Maria.

Minggu Adventus IV

Yesaya 7:10–14
Roma 1:1–7
Matius 1:18–24

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Berita Terbaru

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!