Kotbah Katolik Minggu 09 Oktober 2022

- Editor

Sabtu, 8 Oktober 2022 - 10:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Rd. Jhon Chris Taus – Paroki Sta. Helena Camplong.

Kusta adalah penyakit kulit ya g mengerikan. Karena memakan jaringan tubuh manusia, kotor dan menjijikkan.

Orang takut dekat karena menular.
Sikap dan penilaian orang YAHUDI terhadap penyakit dan orang kusta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kusta adalah penyakit kutukan Allah karena dosa. Orang kusta orang yang sudah melakukan kejahatan dosa. Maka demi kesucian agama, orang kusta tidak boleh ikut dalam ibadah, dan dianggap najis, sampai ada pentahiran yang dilakuan imam-iman Bait Allah.

Maka orang kusta sedang menderita fisik dan psikis. Kisah penyembuhan 10 orang kusta oleh Yesus menjadi bukti kuat bagaimana sikap orang-orang Yahudi dan sikap Yesus terhadap orang kusta.

BACA JUGA  Makna Pembaptisan Yesus: Solidaritas Tuhan dengan Manusia Berdosa

Ada 10 oranf kusta datang kepada Yesus dari jauh mereka berteriak. Yesus, guru kasihanilah kami.
Lalu Yesus memandang mereka dengan penuh belaskasih dan berkata kepada mereka.

PERGILAH DAN PERLIHATKANLAH DIRIMU KEPADA IMAM-IMAM, dan di tengah jalan mereka semua menjadi Tahir.

Yesus menyembuhkan tidak menjamah mereka dengan tangan tetap hanya mengucapkan kata-kata penyembuhan.

Dengan penyembuhan ini Yesus ingin mendobrak sekat-sekat isolasi sosial dengan dalil kesucian agama, soal najis dan suci atau saleh.

Salah seorang yang sudah tahir yaitu seorang Samaria nota bene orang asing, kembali sambil memuliakan Allah lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur.

Lalu Yesus berkata : di manakah yang ke 9 oran itu? bukankah ke 10 orang tadi semuanya menjadi Tahir?
Lalu Yesus berkata kepada orang Samaria itu, berdirilah, dan pergilah imanmu telah menyelamatkan dikau.

BACA JUGA  Kotbah Minggu 11 September 2022 Minggu Biasa XXIV

Mengapa Hanya orang Samaria saja yang kembali mengucap syukur?
Sebab bagi orang Samaria sadar dan tahu bahwa Allahlah yang menyembuhkan dia, bukan imam-imam.

Karena imam-imam hanya menyelidiki soal Tahir atau masih najis.
Sedangkan 9 orang lainnya memang ikut perintah Yesus, mereka pergi kepada imam-imam dan tidak ada yang kembali mengucap syukur karena : MEREKA BELUM MELIHAT YESUS SBG TANDA KEHADIRAN ALLAH YG MENYELAMATKAN, SEDANGKAN ORANG SAMARIA LEBIH MENDAHULUI RASA TERIMAKASIH ATAS KEBAIKAN ALLAH dari pada Israel bangsa terpilih msih tetap mendahulukan terpenuhinya peraturan Hukum Taurat.

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu 24 Juli 2022, Minggu Biasa XVII

Kisah Namanya memperkuat sikap orang asing yang tahu berterimakasih atas penyembuhan penyakit kustanya.

Elisa adalah seorang Nabi besar Israel, yang banyak buat tanda heran, menyembuhkan Naaman panglima pasukan raja Aram dari sakit kustanya dengan menyuruh Naaman mandi 7x di sungai Yordan .

Setelah sembuh Naaman kembali membawa persembahan kepada Elisa, tetapi Elisa menolaknya, demi Tuhan yang hidup saya tidak menerimanya karena saya hanya seorang pelayan Allah(2 Raj. 2:5-16).

Akhirnya setiap kita manusia PANTAS UNTUK MENDAPAT BELASKASIHAN ALLAH ENTAH ITU BANGSA TERPILIH ATAU BANGSA-BANHSA ASING YANG BUKAN YAHUDI.

Tuhan mencintai kita smua. Amen
Miggu Biasa XXVIII
2 Raj. 5:14-17
Luk. 17:11-19

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jubah Putih Kita Telah Dicuci dalam Darah Anak Domba
Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30
Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani
25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:23 WITA

Jubah Putih Kita Telah Dicuci dalam Darah Anak Domba

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Berita Terbaru

RD. Ansel Leu

Iman & Gereja

Jubah Putih Kita Telah Dicuci dalam Darah Anak Domba

Minggu, 1 Nov 2026 - 18:23 WITA

error: Content is protected !!