Pergilah dan Jangan Berbuat Dosa Lagi!

- Editorial Staff

Jumat, 4 April 2025 - 23:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Minggu Prapaskah V – Oleh Rm. Chris Taus, Pr – Paroki Sta. Helena Lili – Camplong

Kita manusia adalah manusia berdosa. Karena itu ada kecenderungan sangat kuat untuk jatuh dalam perbuatan dosa. Kita semua pernah jatuh dalam dosa. Entah dosa berat atapun dosa ringan. Yang sedikit membedakan kita seorang dari yang lain adalah sikap untuk menyesali dosa dan bertobat. Bertobat berarti niat untuk tidak mengulangi lagi hal yang sama di masa lalu.

Injil minggu Prapaskah 5, tentang seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Hukum taurat mewajibkan bahwa perempuan ini harus dihukum rajam. Karena itu Farisi dan Taurat bawa kasus perempuan ini kepada Yesus untuk menjebak Yesus. Yakni bagamana sikap Yesus terhadap perempuan berdosa ini. Ini sikap Yesus: Dalam sikap diam di tengah teriakan emosi Farisi dan Taurat: YESUS MEMBUNGKUK DAN MENULIS DENGAN JARI DI TANAH. Apa yang ditulis tidak ada yang tahu. Tetapi ini yang pasti: Yesus sengaja menulis dengan jari di tanah untuk kembali mengingatkan para muridnya dan musuh-musuhnya Yesus bahwa: ALLAH JUGA PERNAH MENULIS PERINTAH-PERINTAHNYA (DEKALOK) DALAM LOH BATU DENGAN JARINYA. Kemudian Allah memberikannya kepada Musa di gunung Horeb/ gunung Allah.

BACA JUGA  Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Yesus menulis dengan jarinya di tanah untuk terus ingatkan semua orang agar setiap orang yang BERPIJAK PADA TANAH harus kembali menaati perintah-perintah yang ditulis Allah.

Homili Katolik Minggu Prapaskah V – Minggu 06 April 2025

Karena itu Yesus berpaling kepada orang banyak dan dengan tegas berkata: barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa hendaknya ia pertama yang melemparkan batu kepada perempuan ini. Pernyataan Yesus ini menantang semua orang agar berpikir dengan sungguh-sungguh perihidupnya yaitu setiap orang harus jujur dengan HATI NURANI ATAU SUARA HATINYA.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Hari Minggu Biasa XIX

Dan ternyata TIDAK ada satu orangpun yang berani melempari batu kepada perempuan berdosa ini. Demikian Farisi dan Taurat yang penuh emosi dan berteriak-teriak ini mereka juga pernah melakukan dosa ini. Maka mereka tidak ada yang melempari batu kepada perempuan ini. Orang banyak itu pun pergi satu demi satu, mulai dari yang paling tua.

Melihat suasana ini Yesuspun berkata kepada perempuan ini, di manakah mereka, apakah tidak ada yang menghukum engkau? Perempuan: tidak. Yesus: Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi!

Allah maha rahim dan penuh belaskasih selalu menerima kembali kita orang berdosa ke dalam pelukan kasih dan pengampunanNya.

BACA JUGA  Jangan Takut! Sekarang Engkau Akan menjadi Penjala Manusia

Yesaya dengan kekuatan Roh Allah terus ingatkan Israel untuk tidak mengingat-ingat lagi semua peristiwa masa lalu, sebab hari esok selalu lebih kaya dari hari kemarin. Karena Allah selalu menciptakan dunia baru yang penuh harapan.

Karya keselamatan Allah di masa lalu sebenarnya mendorong Israel melihat masa depan mereka yang lebih baik. Karena hal-hal dahulu hendaknya tidak diingat ingat lagi (yes,43,18).

PESAN IMAN.

  1. Setiap kita adalah orang berdosa, maka tidak pantas kita turut meneriaki dan mencela dosa sesama kita.
  2. Belajar mendengarkan suara hati. Kalau kita jujur dengan suara hati maka diri kita penuh dengan dosa dan salah, tetapi Tuhan maharahim tidak akan menghukum dosa dan salah kita. Amen.


MIGGGU PRAPASKAH V
Yes,43,16-21
Yoh,8,1-11

Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus, Pr.

Editor : Del Neonub _ Komsos Sta. Helena

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:32 WITA

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Berita Terbaru

BERITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:37 WITA

Iman & Gereja

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:08 WITA

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

error: Content is protected !!