Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Kotbah Minggu Biasa XVII Oleh Rm. Chris Taus, Pr

- Editor

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yesus datang untuk menghadirkan Kerajaan Allah atau Kerajaan Surga. Untuk itulah Yesus terus berbicara dan mengajar tentang Kerajaan Surga ini. Akan tetapi, Kerajaan Allah tetap tersembunyi dan menjadi rahasia bagi mata banyak orang. Maka dari itu, Yesus menjelaskannya melalui perumpamaan. Ada tiga perumpamaan yang disampaikan: Perumpamaan tentang Harta yang Terpendam di Ladang, Perumpamaan tentang Seorang Pedagang yang Mencari Mutiara yang Indah, dan Perumpamaan tentang Pukat.

Namun, mari kita fokus pada Perumpamaan tentang Harta yang Terpendam di Ladang dan Mutiara yang Indah.

1. Perumpamaan tentang Harta yang Terpendam

Mungkin kita merasa asing mendengar cerita ini. Namun bagi orang Yahudi yang hidup di Palestina pada zaman itu, hal tersebut adalah sesuatu yang lumrah. Ada dua alasan utama mengapa mereka melakukan hal ini:

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 07 Agustus 2022

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

  • Faktor Keamanan: Masyarakat Yahudi zaman dahulu mengalami kesulitan untuk menyimpan harta kekayaan yang berharga (seperti uang, emas, dan lain-lain) di dalam rumah karena tidak aman dari ancaman pencuri atau perampok. Oleh karena itu, mereka menggali lubang di lahan garapan untuk menyembunyikannya di dalam tanah. Kita tentu ingat perumpamaan tentang talenta, di mana ada seorang hamba yang menerima satu talenta lalu menyembunyikannya di dalam tanah (Mat. 25:25).
  • Faktor Situasi Perang: Bangsa Israel sering kali berhadapan dengan perang melawan bangsa-bangsa asing. Ketika perang terjadi, mereka akan lari mengungsi dan menyembunyikan harta kekayaannya di dalam tanah. Setelah perang usai, ada yang gugur dan ada pula yang tidak kembali, sehingga harta kekayaan tersebut tetap tersimpan di dalam tanah.

Dalam perumpamaan ini, ada seorang pekerja upahan yang sedang mengerjakan ladang. Ketika mencangkul tanah, ia menemukan harta karun di dalamnya. Ia lalu memendamnya kembali, kemudian pergi menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang tersebut. Ia sangat bahagia bisa mendapatkan ladang itu.

BACA JUGA  Merdeka Seutuhnya : Bukan hanya lepas dari penjajah! - Kotbah Hari Raya Kemerdekaan

Kerajaan Surga adalah harta yang sangat berharga dan penting. Oleh karena itu, betapa senang dan bahagianya seseorang ketika menemukan dan memperoleh Kerajaan Surga tersebut. Maka, carilah Kerajaan Surga sampai menyampaikannya.

2. Perumpamaan tentang Mutiara yang Indah

Mutiara adalah salah satu barang berharga di samping intan, emas, dan perak. Benda berharga lainnya relatif lebih mudah ditemukan, sedangkan mutiara yang indah sangat jarang dan langka. Inilah alasan mengapa seorang pedagang begitu berjuang untuk membeli mutiara indah tersebut.

Demikianlah halnya dengan Kerajaan Surga, di mana Allah sendiri hadir di dalamnya. Mutiara yang indah itu adalah ciptaan Tuhan yang sangat langka, bernilai, cantik, dan mempesona. Ketika seseorang mencari dan berhasil menemukannya, betapa besar rasa senang dan bahagianya.

BACA JUGA  Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Kerajaan Surga seumpama sukacita seorang pedagang yang mencari dan akhirnya dapat membeli mutiara yang indah itu. Kerajaan Surga adalah mutiara bernilai tinggi yang tetap berharga, indah, dan mempesona. Maka, carilah Kerajaan Surga.

Teladan Raja Salomo

Dalam bacaan pertama, Allah memberikan kesempatan rahmat kepada Salomo untuk meminta apa saja dari-Nya. Salomo tidak meminta umur yang panjang, harta kekayaan, ataupun nyawa musuh-musuhnya. Ia hanya memohon: kebijaksanaan sebagai seorang raja. Allah pun mengabulkannya karena Salomo berharga di mata Tuhan.

Pesan Iman

Kerajaan Surga itu sangat berharga dan penting. Maka, berjuang dan carilah untuk mendapatkannya dengan cara memenuhi segala hal yang Allah tuntut dari kita. Sebab, seorang pengikut Kristus sejati adalah seorang pencari Kerajaan Surga.

Bacaan Kitab Suci (Minggu Biasa XVII):

  • 1 Raja-raja 3:5, 7-12
  • Roma 8:28-30
  • Matius 13:44-52
Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris

Editor : Del Neonub

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:32 WITA

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:01 WITA

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:36 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 22 Agu 2026 - 20:32 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:36 WITA

Oplus_131072

KOTBAH & RENUNGAN

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:01 WITA

error: Content is protected !!