Tetap Setia di Tengah Kemegahan yang Fana – Kotbah Oleh Rm. Chris Taus, Pr.
Merasa kagum, bangga, dan terpesona akan hal-hal yang baik, indah, dan megah adalah sifat manusiawi.
Kenisah Bait Allah di Yerusalem, yang sangat megah karena dihiasi batu-batu yang indah dan berbagai ornamen lainnya, menjadi kebanggaan bangsa Israel sepanjang sejarah—sejak Perjanjian Lama, masa hidup Yesus, bahkan hingga saat ini. Bait Allah memegang peranan penting dalam kehidupan iman Israel.
Dalam satu kesempatan, ketika Yesus melihat bagaimana orang-orang Yahudi mengagumi kemegahan Bait Allah, Ia justru menyampaikan pernyataan yang mengejutkan banyak orang, termasuk para murid-Nya: akan datang hari ketika semua yang mereka lihat itu akan diruntuhkan, dan tidak ada satu batu pun akan tersisa di atas batu yang lain.
Pernyataan ini membuat para murid bertanya dengan cemas, “Guru, bilamana hal itu akan terjadi?” Mereka takut jika hal yang mereka kagumi selama ini benar-benar musnah.
Namun menarik bahwa Yesus tidak langsung menjawab pertanyaan mengenai Bait Allah. Ia justru mengingatkan mereka agar waspada supaya tidak disesatkan. Akan muncul mesias-mesias palsu; akan ada peperangan, penganiayaan, pemberontakan, pengkhianatan, bahkan pembunuhan karena nama-Nya. Bila semua ini terjadi, para murid tidak boleh takut atau cemas, sebab justru saat-saat demikian adalah momentum untuk bersaksi.
Yesus mengingatkan mereka agar tetap berteguh hati dan tidak khawatir mengenai apa yang harus dikatakan sebagai pembelaan diri, karena Dialah yang akan memberikan kata-kata yang bijaksana dan penuh kuasa, sehingga tidak dapat ditentang oleh lawan-lawan mereka.
Kitab Nabi Maleakhi menggambarkan bahwa ketika Israel kembali dari pembuangan Babel, ada yang tetap setia kepada Tuhan, namun ada pula yang kembali melawan dan membangkang. Dalam situasi ini Nabi Maleakhi tampil mewartakan bahwa Tuhan segera datang untuk menghakimi: mereka yang tetap setia akan selamat, dan yang tidak setia akan binasa.
Pesan Iman
- Janganlah kita terpengaruh oleh keindahan dan kemegahan yang bersifat sementara, tetapi tetaplah berpaut pada Yesus, Bait Suci Allah yang hidup.
- Dalam tugas pewartaan, jangan takut menghadapi hal-hal yang berat dan menakutkan. Tetaplah bertahan dalam Yesus, yang menjadi andalan dan kekuatan kita dalam segala situasi hidup. Amin. Semoga.
Minggu Biasa ke-33
Maleakhi 4:1–2
Lukas 21:5–19
Kotbah Oleh Rm. Chris Taus, Pr – Pastor Rekan di Paroki Sta. Helena Camplong
Editor : Del Neonub | Komisi Komunikasi Sosial Sta. Helena








