Yesus Anak Domba Allah: Kepastian Keselamatan dan Bukti Cinta Sejati

Renungan Minggu Biasa II oleh Rm. Chris Taus

Redaksi
Komsos Sta. Helena

Pada hari Minggu ini, kita kembali berjumpa dengan sosok besar, sang perintis kedatangan Mesias Tuhan, yakni Yohanes Pembaptis. Yohanes tidak hanya mewartakan pertobatan dan pembaptisan dengan air, tetapi dialah tokoh pertama yang memperkenalkan Yesus kepada orang banyak dan kepada kita semua dengan seruan: “Inilah Anak Domba Allah!”

​Gelar “Anak Domba Allah” berkaitan erat dengan pengorbanan di salib kelak. Yesus mengemban misi agung untuk menebus dosa umat manusia. Ketika Allah mengutus malaikat-Nya kepada Maria, Allah telah menyampaikan bahwa anak itu harus di beri nama YESUS, sebab Dialah yang akan menyelamatkan bangsa-Nya dari dosa mereka.

​Yesus, sang Anak Domba Allah, berasal dari Allah. Ia telah ada sebelum Yohanes Pembaptis lahir. Yohanes bersaksi: “Aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia yang telah mengutus aku untuk membaptis dengan air telah berfirman kepadaku: Jika engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus.” Atas dasar penglihatan itulah, Yohanes memberi kesaksian: “Dialah Anak Domba Allah.”

​Dengan mengenal Yesus sebagai Anak Domba Allah, kita sampai pada satu kesadaran iman yang kuat bahwa keselamatan kita menjadi sebuah kepastian. Manusia yang berdosa mendapat tebusan karena Dialah kurban persembahan yang mendamaikan kita dengan Allah. Kematian-Nya di salib adalah bukti cinta yang paling nyata bagi kita umat manusia.

BACA JUGA  Makna Pembaptisan Yesus: Solidaritas Tuhan dengan Manusia Berdosa

​Ada tiga tanda agung dari pengorbanan-Nya:

  • Tanda Salib: Menjadi bukti nyata bahwa Allah mencintai kita, orang berdosa.
  • Tanda Air: Yang mengalir dari lambung-Nya menjadi bukti bahwa Dia membersihkan kita dari segala noda dosa.
  • Tanda Darah: Yang mengalir dari lambung-Nya menjadi bukti bahwa Dia memberi hidup bagi kita umat-Nya.
BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Paskah II | Kerahinan Ilahi

​Oleh karena itu, hendaknya kita mencintai Yesus sebagaimana Ia telah mencintai kita—sebuah cinta yang penuh pengorbanan. Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa kita dan mendamaikan kita dengan Allah Bapa.

​Nabi Yesaya dalam nubuatnya telah melukiskan peran Hamba Allah yang setia. Hamba ini tidak hanya penuh pengorbanan untuk membawa Israel kembali kepada Allah, tetapi perutusannya menjangkau semua bangsa di bumi.

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu 30/10/2022

Pesan Iman:

Teguhkanlah imanmu bahwa Yesuslah Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa kita dan mendamaikan kita dengan Allah. Mari wujudkan iman ini dalam sikap, perilaku, dan tutur kata kita sehari-hari. Amin.

Liturgi Hari Minggu Biasa II

  • Bacaan I: Yesaya 49:3, 5-6 (atau sesuai konteks Yes 8:23-9:3)
  • Injil: Matius 4:12-23

Editor : Del Neonub