Selain melalui Perayaan Ekaristi, Allah juga memanggil suami-istri untuk bersama-Nya di dalam doa. Allah mengharapkan supaya kita membangun relasi dengan-Nya untuk dan demi kebaikan kita sendiri. Allah adalah sumber segala kebaikan dan sukacita. Allah menginginkan yang terbaik bagi kita. Betapa luar biasanya! Menjadi pertanyaan bagi kita adalah:
Apakah kita bersedia memberikan waktu bersama-Nya setiap hari, setiap minggu?
Pada kenyataannya, sebagian besar dari kita membuat banyak alasan untuk ada bersama Allah. Kita begitu teralihkan oleh beban kehidupan kita sendiri dan semua beban yang menjadi tanggungjawab kita, sehingga kita jarang, bahkan mungkin tidak sama sekali, memberikan waktu yang cukup untuk berdialog dengan Allah di tengah kesibukan kita. Bahkan di dalam Perayaan Ekaristi, di mana kita hadir dan datang untuk menyembah Allah dan di mana Allah hadir secara khusus, pikiran kita mengembara pada banyak hal yang kadang tidak ada kaitannya dengan relasi kita dengan Allah.
Apakah kita berani memutuskan untuk memberikan lebih banyak waktu bersama Allah, atau apakah kita hanya memberikan waktu “yang tersisa” di penghujung hari atau setiap minggu untuk bersama-Nya? Kebiasaan pertama, meluangkan lebih banyak waktu ini, sangat penting untuk memperdalam pemahaman dan cinta kita, tidak hanya untuk pasangan tetapi juga untuk Allah. Bayangkanlah jika kita memberi waktu yang cukup banyak untuk bersama dengan Allah! Mungkin selama ini kita hanya memberikan waktu 15 menit setiap malam, dan satu jam lebih pada hari Minggu. Seberapa baikkah relasi kita dengan Allah jika kita hanya ada bersamaNya dalam waktu yang demikian singkat itu? Waktu bersama Allah memberi kesempatan kepada kita untuk semakin memahami, mengerti, dan menangkap isi hati, kebutuhan dan kerinduan Allah. Waktu bersama adalah waktu berahmat, bukan pemborosan, yang akan mengalirkan berkat-berkat ke setiap aspek kehidupan kita, terutama kehidupan perkawinan dan keluarga kita.
Relasi Kita (Suami-istri) Satu Sama Lain
Salah satu bahaya yang dihadapi oleh banyak pasangan suami isteri adalah semakin tidak saling mengenal pasangannya. Keadaan seperti ini seringkali merupakan akibat dari pasangan yang menyerah kepada tuntutan kehidupan, dimana ada banyak tekanan, stress, dan gangguan. Lebih lagi, ketika kita membiarkan hari-hari kita dibanjiri dengan banyak hal ekstra yang tidak pokok atau tidakpenting, maka kondisi seperti ini akan sangat dapat merusak jalinan relasi kita dengan pasangan maupun dengan keluarga kita.

Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








