Waktu adalah Dasar – Rekoleksi Keluarga Katolik.
Matatimor.net – Perusak pertama relasi perkawinan – termasuk relasi kita dengan Allah – adalah kurangnya waktu bersama dengan pasangan dan dengan Allah. Masalah utama yang sering dihadapi dalam perkawinan bukanlah gagal dalam cinta (falling out of love), melainkan gagal untuk mengenal satu sama lain (falling out of knowing each other). Ketika pasangan suami isteri terlalu sibuk dan kurang ada waktu bersama, maka mereka tidak mampu memahami apa yang hidup di dalam dunia pasangan. Mereka tidak memperhatikan dan mengindahkan kebutuhan pasangannya.
Hal yang sama juga terjadi dalam relasi kita dengan Allah. Relasi dengan Allah menjadi rusak ketika kita tidak memberikan cukup waktu bersama-Nya setiap hari atau setiap minggu. Maka, kebiasaan pertama yang perlu kita buat adalah bersama pasangan sungguh- sungguh menciptakan bersama sebagai pasangan dan waktu bersama Allah secara teratur setiap hari dan setiap minggu, sehingga kita tidak kehilangan pandangan atas pasangan kita dan kebutuhannya dan tidak kehilangan pandangan atas Allah dan kehendak-Nya.
Relasi Suami-istri dengan Kristus
Perayaan Ekaristi itu berbicara tentang relasi: relasi suami-istri dengan Allah dan dengan sesama kita. Dalam Ekaristi, kita mengambil bagian dalam persekutuan dengan Tubuh Kristus: sahabat dan keluarga serta semua orang kudus dan para malaikat di surga. Dalam Perayaan Ekaristi, kita mengambil bagian dalam pesta perkawinan surgawi, dengan mempersembahkan cinta, pujian, penyembahan dan ucapan syukur kepada Allah. Allah mengundang kita untuk bersatu dengan-Nya dan bersatu dengan Gereja-Nya, sehingga kita boleh mengalami persatuan, kedamaian, dan kasih persaudaraan yang berlimpah.








