Kotbah Katolik Minggu 17 September 2023

- Editor

Sabtu, 16 September 2023 - 11:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu 17 September 2023 oleh Rm. Chris Taus, Pr. – Paroki Sta. Helena Lili – Camplong

Allah adalah Bapa yang penuh BELAS KASIH dan pengampun, selalu mengampuni DOSA-DOSA kita kapan saja kita meminta kepadaNya. Itulah sebabnya Allah juga minta kita agar kita juga selalu dengan rela hati MENGAMPUNI sesama yang bersalah kepada kita. Agar kita dapat menerima pengampunan dari Tuhan, jikalau kita juga mengampuni dosa sesama.

Dalam doa Bapa kami, Yesus mengajarkan kita, ampunilah kesalahan kami seperti KAMIPUN MENGAMPUNI orang yang bersalah kepada kami.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


BERAPA KALI HARUS MENGAMPUNI DOSA SESAMA???


Ini pertanyaan Petrus kepada Yesus: Tuhan, berapa kali saya harus mengampuni saudara yang bersalah kepada saya?

Kita manusia adalah manusia berdosa, yang selalu jatuh dalam dosa. Bahkan pasti tiada hari yang berlalu tanpa kita buat dosa. Karena itu, kita juga selalu dan selalu meminta pengampunan dosa dari Tuhan, dan TUHAN SELALU MENGAMPUNI DOSA-DOSA KITA TANPA Batas ketika kita memintanya.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 11 Agustus 2024

Sebab bagi Yesus, pengampunan dosa hendaknya tanpa batas. Karena itu, sangat TIDAK CUKUP mengampuni dosa hanya 7 kali saja. Yesus kepada Petrus, BUKAN HANYA 7 kali ,TETAPI 70x7x.

Artinya tak terbatas. Seorang Murid Yesus hendaknya mengampuni saudara yang berdosa, tanpa menghitung jumlah. Apalagi kebiasaan kita batas kesabaran hanya sampai 3x…satu kali, maaf, dua kali maaf, tiga kali ..TIADA MAAF BAGIMU !
Ini penting karena masyarakat Yahudi soal mengampuni dosa sesama terpengaruh dari hukum pembalasan yang setimpal.
Seringkali orang Yahudi menggunakan angka-angka yang secara simbolik untuk mengatakan berapa kali harus memberi pengampunan. Bagi orang Yahudi angka 7 adalah angka sempurna. Simbol dari totalitas yang tercipta dan tidak tercipta, simbol persatuan yang surgawi dan duniawi, dan terakhir angka ini KUDUS.
Maka PETRUS sebenarnya dengan keinginan yang penuh dan merasa sempurna untuk mengampuni dosa sesama.
GAMBARAN ALLAH YG PENGAMPUN:
Yesus gambarkan Allah yang Pengampun dalam perumpamaan tentang Raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Raja itu dihadapkan dengan seorang hamba yang berutang 10.000 talenta.

BACA JUGA  Kapolda NTT Bertamu di Istana Keuskupan Atambua

Karena ia tidak bisa melunasi utangnya, maka ia memohon kepada raja itu untuk menghapus semua utangnya. KARENA TERGERAK OLEH RASA BELASKASIHAN, MAKA RAJA ITU MENGHAPUS SEMUA UTANGNYA…(lambang Allah yang penuh BELASKASIH..)

Tetapi ketika hamba itu keluar ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berutang kepadanya 100 Dinar. Hamba itu mencekik kawannya memaksa dia untuk bayar utangnya. Tetapi kawan itu memohon : SABARLAH DAHULU. Tetapi ia menyerahkan ke dalam penjara, sampai utangnya dilunasi.

BACA JUGA  Uskup Amboina : Pertobatan Tanpa Perubahan Adalah Sia-Sia.

Raja itu marah : hai hamba yang jahat, bukankah aku telah menghapus segala utangmu, karena engkau memohonnya kepadaku. Bukankah engkau harus mengasi kawanmu itu seperti aku telah mengasihi kamu? (hamba yang TIDAK mengenal Allah). Allah selalu baik terhadap setiap kita, hanya kita yang tidak tau berterima kasih.

KITAB PUTRA SIRAHK:

Sikap dendam kesumat kepada sesama mengundang balasan dari Tuhan. Sebaliknya orang yang selalu rela hati MENGAMPUNI sesama, akan menerima pengampunan dari Allah..

PESAN:

Tuhan yang maha berbelas kasih selalu mengampuni DOSA-DOSA kita tanpa batas, maka hendaknya kita selalu dengan rela hati MENGAMPUNI sesama. Orang Kristen adalah PEMAAF BUKAN PENDENDAM!
MINGGU BIASA 24
Sir,27,3-28,9
Mat,18,21-35

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60
Surat Gembala Prapaskah 2026 Uskup Agung Kupang | Download PDF
Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat
Menjadi Garam dan Terang Dunia: Menggarami Kehidupan, Menghalau Kegelapan
Delapan Sabda Bahagia: Peta Jalan Menuju Kedamaian Abadi
​Minggu Sabda Allah: Panggilan Pertobatan dan Terang Injil
Yesus Anak Domba Allah: Kepastian Keselamatan dan Bukti Cinta Sejati
Makna Pembaptisan Yesus: Solidaritas Tuhan dengan Manusia Berdosa
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:43 WITA

Surat Gembala Prapaskah 2026 Uskup Agung Kupang | Download PDF

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:22 WITA

Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:51 WITA

Menjadi Garam dan Terang Dunia: Menggarami Kehidupan, Menghalau Kegelapan

Jumat, 30 Januari 2026 - 23:13 WITA

Delapan Sabda Bahagia: Peta Jalan Menuju Kedamaian Abadi

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

OPINI

OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:49 WITA

error: Content is protected !!