UISNENO MNANU’ MA UISNEONPALA’

- Editor

Sabtu, 28 April 2018 - 03:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uis Neno Mnanu’ ma Uisneonpala
“Dewa” Orang Dawan di Timor Indonesia

Sejak jaman dahulu kala, ungkapan yang dimiliki Atôênlaban atau Atôênmeto’ untuk wujud atau pribadi Tertinggi yang tidak bisa diterangkan atau digambarkan, adalah kata-kata majemuk seperti: Apinat Aklahat (Yang Bernyala Yang Membara), Afinit Anêsêt (Yang Melebihi Yang Melampaui), Ahaot Afatis (Yang Mengenyangkan Yang Memelihara), Amo’et Apakaet (Yang Membuat Yang Mencipta), Anaet Apôpêt (Yang Menyuburkan Yang Menyiram), Akubelan Akuasat (Yang Memerintah Yang Berkuasa).

Ungkapan-ungkapan ini, ditujukan kepada “suatu” pribadi “abstrak” yang tidak kelihatan, yang tidak “definitif”, tetapi memiliki pengaruh luar biasa untuk kehidupan manusia, dalam urusan-urusan berhubungan dengan realitas rohani: Upacara-upacara pemujaan di tempat-tempat sakral. Tutur atau  doa adat mereka, selalu dimulai dengan kata-kata: In Es atau Dia Yang. Seperti: “In Es Apinat ma Aklahat.” Entahkah Siapa Dia Yang, mereka tidak bisa kongkritkan pribadinya, tetapi secara rohani, mereka merasakan Kehadiran-Nya: Yang Bernyala dan Yang Membara. Artinya: Dia Pemberi Terang Kehidupan. Sedangkan nama-nama atau atribut seperti Tuhan atau Allah, tidak dikenal oleh masyarakat purba Atôênlaban di Timor-Indonesia, pemakai bahasa Laban (Dawan).

BACA JUGA  Ini Terjemahan Lagu Pulu Bi Timo Dalam Bahasa Indonesia

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika para misionaris Barat tiba di wilayah ini, mereka mencoba mengalihkan kata Tuhan atau ALLAH itu ke dalam bahasa setempat dengan meminjam kata padanan, Usi’ atau Raja (penguasa manusia), sambil menambahkan kata: Neno (langit, waktu). Maka jadilah ungkapan untuk sebutan bagi Tuhan atau Allah itu: Uisneno. Artinya, Raja Langit, Penguasa Waktu. Dan ungkapan ini hanya digunakan untuk Tuhan atau ALLAH. Maka ALLAH Maha Tinggi disebut: UISNENO MNANU’. Sedangkan untuk manusia istimewa yang perlu dihargai tiada taranya, yang hampir menyamai Tuhan, adalah ayah dan ibu yang melahirkan manusia. Dalam tanda kutip, “bisa membuat manusia”. Muncullah ungkapan: UISNEONPALA’.

Seterusnya, tidak ada lagi benda-benda lain di bumi ini yang bisa disejajarkan dengan kedua Usi’ ini, bahkan dewa-dewa sekali pun! Apa lagi kata “dewa”, tidak ada dalam kosa kata Uablaban. Sehingga usaha dari beberapa misionaris dan para peneliti Barat yang mencoba untuk menyebut dewa-dewa lain seperti: Uismanas (dewa Matahari), Uisfunan (dewi Bulan), Uis’afu – Uisnaijan (dewa Bumi), Uis’anin (dewa Angin), Uis’ulan (dewa Hujan), Uis’oe (dewa Air), dan sebagainya, menurut nilai rasa bahasa, Uablaban atau Uabmeto’, menurut saya, semuanya itu tidak terlalu tepat. Karena dalam Uablaban sendiri, sudah ada ungkapan-ungkapan khas yang sangat indah dan puitis untuk benda-benda alam yang sakral atau kepemilikan manusia yang tidak tergugat. Beberapa dari sebutan-sebutan “dewa” alam atau manusia yang di-“dewa”-kan itu, saya cantumkan di bawah ini:

BACA JUGA  The Name of Mount Sunu

Ainneno untuk angin taufan (dewa angin)
Alikin Ape’an untuk leluhur (dewa kehidupan)
Bineon’amasat untuk wanita jelita (dewi kecantikan)
Funneno untuk bulan yang indah (dewi bulan)
Fautle’o untuk batu suci (dewa batu)
Fautneno untuk gunung yang menjulang (dewa gunung)
Kol’anin untuk burung pemangsa (dewa perusak)
Kolneno untuk raja burung (dewa burung)
Man’a’lili’ untuk mata hari yang membara (dewa mata hari)
Man’a’kiti’ untuk terik mata hari (dewa panas)

Naijatuaf untuk penguasa tanah (dewa dunia)
Neontuaf untuk waktu yang berjalan (dewa waktu)
Oelê’ô untuk sumber air keramat (dewa air)
Pah’atônê untuk sekalian laki-laki (dewa kegantengan)
Pahbife untuk sekalian perempuan (dewi kesuburan)
Pahkauna’ untuk sekalian ular (dewa ular)
Pahmu’it untuk sekalian binatang (dewa binatang)
Pahnifu untuk wilayah atau bunda bumi (dewi dunia)
Taismanuan untuk samudra raya (dewi laut)
Ulneno untuk air dari langit (dewa hujan)   Sampai dengan artikel sederhana ini saya tulis, saya tidak pernah menggunakan kata-kata seperti, Uis’afu atau Uis’oe. Karena saya rasa, nuansa dan makna religiusnya, menggelikan. Saya lebih memilih menggunakan: Pahnifu dan Oelê’ô. Lebih tepat, lebih puitis dan lebih kultur-Labanis.

Bisa juga dipakai ungkapan, Us yang berasal dari kata dasar Usuf atau Pusar, yang merujuk pada pengertian centrum atau pusat: Tolas (Rumah Induk Marga). Misalnya nama beberapa marga yang sudah sangat lama dikenal di wilayah Laban: Usbana’, Usfinit, Usfunan, Usfomênê’, Uskauna’, Uspupu, Usfal, Usta’ôlê, Us’ôlên, Us’abatan, Uskalili, dan sebagainya. Tetapi ungkapan “Us” terakhir ini, telah mendarah daging digunakan untuk nama marga. Maka tetap janggal juga bila harus dipakai sebagai padanan kata “dewa”. ***  

BACA JUGA  Sbo Ma'ekat, Tarian Perang Simbol Keperkasaan Atoni Pah Meto

Kuluhun, Dili, Timor-Leste, 13 April 2012   Oleh Prisco Virgo 

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asal Usul Nama NUAT TAUS
Asal-usul Nama Barate
Kesiapan Festival Budaya Melas/Larik Riung dan Sagi So’a Capai 90%
Perempuan Mollo, Adat, dan Spiritualitas Maria
Tiga hari di Nusa Bungtilu, BOABLINGIN! (1)
The Name of Mount Sunu
Nono(t) Atoin Meto
Leksikografi Bahasa Dawan Dialek Amnatun Selatan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 September 2025 - 07:23 WITA

Asal Usul Nama NUAT TAUS

Selasa, 16 September 2025 - 02:47 WITA

Asal-usul Nama Barate

Senin, 25 Agustus 2025 - 21:59 WITA

Kesiapan Festival Budaya Melas/Larik Riung dan Sagi So’a Capai 90%

Rabu, 6 Agustus 2025 - 09:26 WITA

Perempuan Mollo, Adat, dan Spiritualitas Maria

Senin, 1 Mei 2023 - 12:09 WITA

Tiga hari di Nusa Bungtilu, BOABLINGIN! (1)

Berita Terbaru

Kotbah Minggu Paskah IV - Hari Minggu Panggilan, Gambar: redaksi matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 16:52 WITA

MATA BERITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:32 WITA

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

error: Content is protected !!