Asal Usul Nama NUAT TAUS

Dikisahkan oleh Bapak Felipus Tanau & Bapak Aleks Tafetin

Foto bersama para tetua yang mengisahkan Legenda ini

Legenda / Asal Usul Nama Kampung Nuataus

Dahulu kala, di tanah Fatuleu Barat, hiduplah sepasang suami istri dengan seorang anak gadis. Setiap siang, suami istri itu pergi berburu ke hutan untuk mencari nafkah, sedangkan anak gadis mereka tinggal di rumah menenun kain.

Pada suatu hari, ketika si gadis sedang tekun menenun, terdengar suara kokok ayam hutan jantan dari luar pagar rumah. Suara itu terus-menerus terdengar hingga mengusik perhatiannya. Tidak tahan lagi, ia pun bangkit untuk mengusir ayam itu.

Namun, saat keluar, ternyata yang ia jumpai bukanlah seekor ayam hutan, melainkan sosok manusia asing. Orang asing itu lalu membujuk si gadis untuk ikut bersamanya menuju sebuah gua. Dalam bahasa Dawan, gua disebut “Nuat”.

BACA JUGA  Analisis Upaya Pelestarian Tradisi Lisan dalam Budaya Atoin Pah Meto

Sebelum pergi, si gadis tanpa sengaja membawa benang tenunannya. Benang itu terurai sepanjang jalan, meninggalkan jejak dari rumah menuju gua.

Ketika kedua orangtuanya kembali dari berburu, mereka mendapati rumah kosong dan anak gadis mereka telah hilang. Panik dan cemas, mereka bergegas mencari, mengikuti benang yang terurai itu. Jejak benang membawa mereka hingga ke mulut sebuah gua.

BACA JUGA  Asal-usul Nama Barate

Namun, saat mereka tiba, gua itu sudah tertutup rapat. Yang tersisa di luar hanyalah rambut dan satu tangan anak gadis mereka. Dengan sedih hati, kedua orang tua itu mengambil rambut dan tangan putrinya untuk dibawa pulang dan dimakamkan.

Sejak saat itu, gua tersebut dikenal dengan nama Nuataus. Dalam bahasa Dawan:

BACA JUGA  The peopling of Timor: the linguistic evidence
  • Nuat berarti gua,
  • Taus berarti melarang, menghalangi, atau mengambil paksa menjadi milik.

Maka, Nuataus dimaknai sebagai gua yang mengambil secara paksa, mengingat peristiwa sedih yang menimpa keluarga itu.

Nama ini kemudian diwariskan secara turun-temurun dan menjadi nama kampung, hingga kini dikenal sebagai Desa Nuataus, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Diceritakan oleh Bapak Felipus Tanau & Bapak Aleks Tafetin.