Renungan Katolik Minggu 29 Januari 2023

- Editor

Sabtu, 28 Januari 2023 - 04:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Rd. Jhon Chris Taus – Paroki Sta. Helena Camplong

Setiap manusia ingin hidup bahagia. Oleh sebab itu manusia berusaha untuk mencari dan menemukannya. Sebab kebahagiaan menjadi inti kehidupan manusia.

Ada kebahagiaan yang bersifat duniawi. Sifatnya fana dan sementara. Ada kebahagiaan yang bersifat rohaniah. Sifatnya kekal dan abadi. Manusia membutuhkan kebahagiaan duniawi pun kebahagiaan yang rohaniah.

Pertama : Kebahagiaan duniawi : hidup senang dan bahagia di dunia, hidup kecukupan, sehat atau tidak sakit, hidup bebas dari susah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebahagiaan duniawi gampang dicari, asal orang mau bekerja, meski akhirnya tidak semua, dan banyak orang yabg tidak bisa mendapatkannya karena bernasib malang. Itulah yang disebut orabg miskin.

Kedua : Kebahagiaan rohani : hidup bahagia, gembira dan sukacita di hadapan Allah karena kelimpahan berkat Allah dalam hal damai sejahtera, aman, ketenangan batin dan akhirnya selamat.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam

Kebahagiaan rohani, sepertinya agak SUSAH DICARI. Karena orang harus berjuang membebaskan diri dari keinginan manusiawi dan menyesuaikan hidup dengan kehendak Allah. Dan KEHENDAK ALLAH SANGAT BERTENTANGAN DENGAN KEHENDAK MANUSIA. Saya pinjam nasihat suci dari Rasul Paulus : kita dituntut hidup menurut Roh. Roh kuat tetapi daging lemah.

Ketiga : Untuk memperoleh kebahagiaan Rohani, Yesuslah yang menjaminnya.Yesus memberi seluruh hidup dan karyaNya agar kita bahagia dan selamat.

Lantas Bagaimana memperolehnya ? Yesus mengajarkan dan menunjukkanNya dalam sebuah Kotbah yang sangat indah di atas bukit.

DELAPAN SABDA BAHAGIA. 8 sabda bahagia ini merupakan JALAN INDAH menuju kepada kebahagiaan, kekudusan dan akhirnya keselamatan dalam Kerajaan Allah. Kotbah Yesus menjadi dasar dari setiap kotbah. Mewartakan KABAR GEMBIRA KABAR KEBAHAGIAN.

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu 13 November 2022

Kita ambil saja satu atau 2 contoh sebagau refleksi : berbahagialah yang hidup miskin di hadapan Allah karena mereka yangg akan mempunyai kerajaan surga.

Miskin di hadapan Allah adalah orang yang hidupnya sangat tergantung dari kemurahan hati Allah. Karena orabg miskin TIDAK punya apa-apa, hanya mengandalkan dan mengharapkan kebaikan dan kemurahan hati Allah.

Karena orang miskin sering ditindas dan dimanipulasi oleh orang kuat dan berkuasa. Maka orang miskin adalah orang yang rendah hati, sabar dan tidak berdaya untuk membalas dendam. Orang miskin hanya berharap mendapat penghiburan dan kekuatan dari Allah. Karena hidupnya penuh syukur. Apa yang dia peroleh semata karena kemurahan dan belaskasih dari Allah. Allah berkenan akan orang-orang yg miskin, dan menjanjikan kerajaan surga bagi mereka.

BACA JUGA  Mars GMIT Berkumandang Meriah, pada Malam Pentas Budaya GMIT Sion Camplong

Keempat : Nabi Zefania juga menulis tentang nasib orang-orang miskin. Ketika Israel berada dalam keadaan tidak punya apa-apa/miskin, Zefania tampil dan membesarkan hati Israel.

Carilah keadilan, dan kerendahan hati dan kesabaran, maka kamu akan terlindungi pada hari kemurkaan Tuhan. Karena hanya orang yang miskin di hadapan Allah yang mengandalkan Tuhan (Zef. 2:3) (Sari Firman, Dr Nikolaus Hayon SVD, hal 88)..

Kelima : Demikian 8 Sabda bahagia yang Allah tawarkan kepada kita dan menjadi jalan yang indah menuju kepada keselamatan, kekudusan dan kesempurnaan hidup.

Mari kita berusaha mengejar kebahagiaan dengan hidup miskin dalam Roh agar kita masuk dalamm kerajaan Allah. Amen.

MINGGU BIASA 4
Zef. 2:3,3 : 12-13
Mat. 5:1-12

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!