Renungan Katolik Minggu 05/02/2023

- Editor

Jumat, 3 Februari 2023 - 23:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Rd. Jhon Chris Taus – Paroki Camplong

Editor : Komsos Paroki Camplong

Injil minggu ini singkat. Tetapi syarat pesan. Ada 2 tema pokok yaitu : JADILAH GARAM DAN TERANG DUNIA.
Demikian pesan Yesus kepada murid-mridnyaNya, setelah Ia mengajar orang banyak dalam kotbahNya di atas Bukit tentang 8 sabda bahagia.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Pertama :

Kita kenal 2 hal ini : GARAM DAN TERANG, dengan merasakan manfaatnya. Garam merupakan bumbu penyedap makanan, sedangkan terang membantu kita untuk melihat dalam keadaan gelap.

Kedua :
Bagi orang Yahudi, garam adalah bumbu PURBA, paling tahan dan paling dikenal, kareba kehidupan orang Yahudi selalu berhubungan dengan garam. Di Palestina ada kelimpahan garam di sepanjang pantai Laut Mati, dan di JUBEL USDUM atau Bukit Garam, karena garam tumbuh dari fosil-fosil.
Bagi orang Yahudi, garam memunyai arti ini :

  1. Garam adalah lambang kemurnian atas kesucian, karena garam paling bersih jernih.
  2. Garam merupakan pengawet makanan yang paling dikenal.
  3. Garam dipakai sebagai TANDA PERJANJIAN KEKAL antara Allah dan Israel.
  4. Garam punya kasiat memberi citarasa tertentu terhadap semua makanan.
BACA JUGA  Mobil Pope Francis dialifungsi untuk Anak-anak di Gaza

KETIGA :
Atas dasar pemahaman orang Yahudi tentang garam ini, Yesus mengangkatnya untuk menyampaikan ajaranNya tentang : jadilah garam dan terang dunia.

Sebagaimana hal garam, demikian juga para Murid Yesus hendaknya menjadi garam yabg MEMBERIKAN RASA pada dunia, sehingga akhirnya dunia yang kita tinggali ini menjadi tempat diam yang aman layak dan pantas untuk dihuni.
Seperti:

  • ketika dunia ini menjadi TAWAR, para murid harus menjadikan BERASA.
  • Ketika dunia ini SURAM, para murid menjadikan PENUH HARAPAN.
  • Ketika dunia ini TIDAK BERKEADILAN, para murid menjadikan DUNIA YANG ADIL,dst.
BACA JUGA  Reaksi Dunia Terhadap Berita Wafatnya Paus Emeritus Benediktus XVI

Yesus juga meingatkan para muridNya agar tetap menjaga agar garam tidak sampai menjadi tawar.

SEBAGAI TERANG : para murid hendaknya seperti kota yang terletak di atas bukit yang selalu memberikan terang, dan sebagai PELITA DI DALAM RUMAH yang memberikan terang kepada semua penghuni Rumah.

Sebagai TERANG, para murid hendaknya dalam hidup selalu berusaha MEMANCARKAN CAHAYA dengan cara berperilaku BAIK DAN PERBUATAN-PERBUATAN TERPUJI, agar Kerajaan Allah semakin bercahaya di tengah hiruk pikuknya dunia-ini.

KEEMPAT:

Nabi Yesaya tampil untuk mengingatkan Israel di pembuangan Babel, bahwa mereka akan bercahaya seperti fajar kalau mereka juga memperhatikan sesama.
Bela yang lemah, berbela rasa dengan yang susah dan sakit, dan menolong sesama yang tidak mampu. (Sari Firman, Dr Nikolaus Hayon svd).

BACA JUGA  Minggu Corpus Christi : KERJALAH untuk makanan yang Tahan untuk Hidup yang KEKAL!

KELIMA :
Akhirnya panggilan Murid-murid menjadi garam dan terang dunia ini menjadi dasar panggilan setiap orang Kristiani.
Kita semua dipanggil untuj menata dunia yang kita tinggali ini menjadi dunia yang aman damai dan layak dihuni.
Beri perhatian kepada sesama yang miskin dan menderita dan susah, kuatkan yg lema, dll.

Pada titik inilah panggilan kerasulan awam mendapat perhatian dari kaum awam. Para kaum awam Katholik dalam jabatan publik apapun dipanggil untuk menggarami setiap keadaan publik di mana gereja hierarki tidak mendapat kesempatan untuk berkerasulan di situ.

Tuhan berkati segala upaya kita untuk menjadi garam dan terang di tengah dunia ini. Amen

MINGGU BIASA KE 5
Yes. 58:7-10
Mat. 5: 13-16

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:32 WITA

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:01 WITA

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 22 Agu 2026 - 20:32 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:36 WITA

Oplus_131072

KOTBAH & RENUNGAN

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:01 WITA

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

error: Content is protected !!