MENGAPA  UMAT  KATOLIK MENYEMBAH MARIA?

- Editor

Sabtu, 22 April 2023 - 03:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berdoa di Depan Patung Bunda Maria

Berdoa di Depan Patung Bunda Maria

MENGAPA  UMAT  KATOLIK MENYEMBAH MARIA?
Oleh : RD. Anselmus Leu, Lich. Theol.

Pernahkan anda mendengar pertanyaan ini, “mengapa umat Katolik menyebah Maria?”  Pertanyaan semacam ini termasuk perptanyaan yang paling sering ditanyakan dan kami yakin, pertanyaan serupa sering diajukan dalam pembicaraan resmi ataupun tidak resmi, entah sambil minum kopi atau sekadar  omong-omong biasa, antara umat Katolik dengan teman-teman atau keluarga dari gereja Kristen non-Katolik. Sebagai orang Katolik kita harus berterimakah kepada saudara-saudari non-Katolik. Pertanyaan serupa itu, sesungguhnya juga memberikan kesadaran kepada kita, bahwa ada begitu banyak kesalahpahaman dari sadara-saudari kita yang non-Katolik terhadap ajaran Gereja Katolik, khususnya tentang Bunda Maria. Hal ini seharusnya memberi motivasi kepada kita, umat Katolik, untuk memahami ajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria secara benar, supaya dapat memberikan pertanggungjawaban iman dengan hormat dan lemah lembut kepada mereka yang menanyakannya (Lih 1 Ptr 3:15).

Orang Katolik tidak Menyembah MARIA!

                Mari kita kembali kep pertanyaan di atas: “Mengapa umat Katolik menyembah Maria?” Sebenarnya, pertanyaan ini sudah keliru sebab seolah sudah menganggap bahwa umat Katolik menyembah Maria, dan kemudian orang bertanya apa alasannya. Tetapi dalam kenyataannya, Umat Katolik tidak menyembah Bunda Maria, melainkan menghormatinya. Kami akan mencoba menjelaskannya  untuk menanggapi kesalahpahaman tersebut dengan menyampaikan dasar-dasarnya.

BACA JUGA  Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

                Gereja Katolik tidak menyembah Bunda Maria, sebab Gereja memahami bahwa penyembahan hanya dapat ditujukan kepada Allah. Namun demikian, Gereja Katolik menghormati Bunda Maria secara istimewa, karena mengikuti Allah terlebih dahulu menghormatinya secara istimewa, dengan memilihnya sebagai ibu bagi Kristus manusia. Gereja Katolik menghormati Bunda Maria, juga karena menghargai  pemberian Kristus sendiri saat sebelum wafat-Nya di kayu salib. Dengan sisa-sisa kekuatan-Nya, Kristus memberikan Maria, ibu-Nya, kepada Rasul Yohanes, murid yang dikasihiNya (Lih Yoh 19: 26-27), yang mewakili seluruh uat beriman. Oleh karena itu, Gereja Katolik menerima Bunda Maria sebagai ibunya, sebagaimana  Rasul  Yohanes yang sejak saat itu, menerima Bunda Maria sebagai ibu di dalam rumahnya.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Paskah II | Kerahinan Ilahi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

                Sehubungan dengan penghormatan kepada Bunda Maria, kita perlu memahami maksud devosi kepada Bunda Maia, agar kita dapat berdevosi dengan baik dan benar. Devosi adalah ungkapan kasih, karenanya tidak  bersifat mutlak dan mengikat. Jika dilakukan dengan baik dan benar, devosi dapat menumbuhkan iman, pengharapan, dan kasih kepada Tuhan. Hal ini tentu sangat baik bagi yang melakukannya. Dengan berdevosi kepada Bunda Maria, kita akan terdorong untuk mengikuti teladan hidupnya, yang menunjukkan kasih sepenuhnya kepada Tuhan. Keeratan kasihnya dengan Kristus mendorong Bunda Maria untuk membawa sesamanya kepada Kristus, agar mereka pun menerima belas kasih dan pertolongan dari puteranya itu (lih. Yoh 2:5)

                Devosi  kepada Bunda Maria, tidak pernah berhenti hanya sampai kepadanya. Jika dulu semasa hidupnya, Bunda Maria membawa sesamanya kepada Kristus, apalagi kini, saat ia telah  bersatu dengan Kristus di Surga. Bunda Maria terlebih lagi mendukung kita semua dengan dosa-doanya, agar kita menerima belas kasih Tuhan, bertumbuh dalam ketaatan iman dan semakin dekat kepada Kristus. Devosi kepada Bunda Maria tidak mungkin menjauhkan kita dari Tuhan. Sebaliknya, dengan berdevosi kepada Bunda Maria, kita terdorong untuk mengasihi Kristus seperti Bunda Maria mengasihi Dia. Hati kita akan terarah kepada “perkara-perkara yang di atas” (Kol 3:1), sebab kita tahu bahwa jika kita taat dan setia beriman seperti  Bunda Maria, kita pun akan memperoleh penggenapan janji Kristus. Jika kita tahan uji sampai akhir, seperti Bunda Maria, kita pun akan menerima anugerah mahkota kehidupan kekal dan kebahagiaan abadi di Surga (lih. Yak 1:12; Wahyu 2:10).

BACA JUGA  Renungan Harian Katolik Sabtu 08 Juli 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jubah Putih Kita Telah Dicuci dalam Darah Anak Domba
Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30
Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani
25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:57 WITA

Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Berita Terbaru