Mendidik APA ADANYA bukan ADA APANYA

- Editor

Jumat, 18 Oktober 2024 - 23:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam kajiannya tentang kesadaran, Karol Wojtyla memperlihatkan perbedaan makna antara kata sifat “sadar” dan kata benda “kesadaran”. Kata sifat “sadar” digunakan untuk merujuk pada tindakan manusia dan kehidupan yang disengaja, yang diarahkan pada objek yang menjadi fokus perhatian kita, sehingga menjadi atribut dari tindakan itu sendiri. Sementara itu, kata benda “kesadaran” pertama-tama mengacu pada dimensi “reflektif” dari kesadaran, yang dapat terlihat dalam tindakan sadar manusia. Yang kedua, dalam konteks kesadaran sebagai kata benda, menunjukkan ketika seseorang hidup dalam aspek “reflektif” dari kesadaran, di mana manusia secara sadar mengalami ego dan memiliki pengetahuan penuh tentang dirinya dan subjektivitasnya. Ini mencakup dalam kehidupan dan pribadi manusia yang otentik, yaitu, “kesadaran yang mencerminkan tindakan manusia dengan cara yang khas”.(Wojtyla, 2021, p. 45)

BACA JUGA  Ini Arti & Makna Ungkapan : Nekaf Mese Ansaof Mese

2.1 Kesadaran dan Tindakan Manusia

Dengan memperdalam pengalaman tentang dinamika tindakan seseorang, kita dapat memahami kesadaran yang memanifestasikan dirinya melalui tindakan manusia.(Hołub & Mazur, 2017) Dengan memungkinkan pengetahuan melalui tindakan yang sama, kesadaran memiliki fungsi ganda dalam memahami diri sebagai penyebab tindakan sendiri. Dengan demikian, kita memulai dari tindakan manusia untuk mencapai struktur dasar individu. Dalam konteks ini, Karol Wojtyla menegaskan: “Tindakan memberikan akses terbaik bagi kita untuk menembus esensi intrinsik seseorang dan memungkinkan kita mencapai tingkat pengetahuan sebanyak mungkin tentang individu tersebut. Kita mengalami manusia sebagai pribadi…”(Wojtyla, 2021, p. 42).

BACA JUGA  Beasiswa S1 & S2 Korea Selatan, Berikut Syaratnya

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa kesadaran memiliki fungsi refleksi dan refleksivitas, sehingga tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang mutlak dan tanpa batas. Individu mampu melakukan refleksi diri terhadap tindakan mereka sendiri, yang berakar dalam kesadaran, dan memiliki pengalaman mendasar bahwa mereka menjadi sumber dari tindakan mereka sendiri. Ketika kesadaran mengasah refleksivitas ini, hal ini memungkinkan individu untuk lebih memahami tindakan mereka dan interioritas mereka sendiri. Dengan pendekatan ini, Wojtyla berusaha membedakan kesadaran dalam konteks tindakan manusia, dan menunjukkan bagaimana hal tersebut tersirat dalam tindakan tersebut: dan dari situ, menjadi mungkin untuk mengetahui individu secara menyeluruh.(Rassudina, 2019)

BACA JUGA  Sekolah Menyenangkan

UNDUH FILE PDF :

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Bantuan Internet Pusat Buka Isolasi di SD GMIT Nauen
Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor
Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman
Kabar Gembira! Kemendikdasmen Kucurkan Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN di 2026
Ini Link Alternatif Download Installer Dapodik 2026.b
Di Balik Dinamika Pelantikan Pejabat “Tanpa SK” di Kabupaten Kupang
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:49 WITA

OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Kamis, 12 Maret 2026 - 03:44 WITA

Bantuan Internet Pusat Buka Isolasi di SD GMIT Nauen

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:43 WITA

Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:01 WITA

Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!