Kotbah Katolik Minggu Biasa X, 09 Juni 2024

Kotbah Katolik Minggu Biasa X, Minggu 09 Juni 2024 – Oleh Rm. Jhon Chris Taus, Pr. – Paroki Santa Helena Lili – Camplong.

Tidak selalu hal perbuatan baik diterima baik oleh orang lain, apalagi soal kebenaran.

Yesus datang untuk menghadirkan kabar gembira keselamatan Kerajaan Allah. Menyembuh banyak orang sakit dan mengusir setan/roh jahat. Dengan ini Yesus terkenal di mana-mana, juga di kampungnya sendiri Nazareth.

Ada pelbagai macam tanggapan orang terhadap ajaran dan perbuatan Yesus. Ada yang kagum dan memuji, ada yang ragu-ragu kareba tidak mengerti, ada yang mencela Yesus orang yang tidak waras lagi, gila, karena itu keluarnya datang untuk mengambilnya kembali.

Baca Juga  Khotbah Katolik Hari Minggu Tritunggal Mahakudus

Sedangkan para ahli taurat menghujat Yesus. Yesus kerasukan Beelzebul kepala setan. Dengan kuasa setan Yesus mengusir setan-setan apalagi beberapa hari sebelumnya Yesus sembuhkan orang-orang yang kerasukan setan. Ini hujatan yang sangat melukai martabat Allah yang kuasa sebagai pencipta manusia.

HOMILI KATOLIK MINGGU BIASA X OLEH RM. JHON CHRIS TAUS, PR.

Terhadap hujatan ini Yesus menjelaskan kepada para ahli taurat tentang cara kerja setan dengan memakai perumpamaan bahwa kalau satu kerajaan terpecah pecah, maka kerajaan itu tidak akan kuat bertahan. Demikian juga sama halnya dengan sebuah rumah tangga.

Selanjutnya Yesus meluruskan pikiran para ahli taurat yang sesat, yaitu bahwa mereka menempatkan Yesus Putera Allah yang penuh kuasa Roh kudus, di bawah kaki setan.

Baca Juga  Kotbah Katolik Minggu 3 September 2023

Padahal Yesus adalah Putera kesayangan Bapa yang berkuasa penuh Roh Kudus.

INILAH HUJATAN YANG MELAWAN ROH KUDUS, YAITU MENEMPATKAN KUASA ALLAH DI BAWAH KUASA SETAN. Ini dosa menghujat Rohkudus. Dosa inilah yang TIDAK MENDAPAT PENGAMPUNAN.

Semua dosa manusia mendapat ampun, kecuali dosa menghujat Rohkudus, karena ia telat melakukan dosa yang kekal (Mk,3,28).
Keluarga Yesus datang untuk mengambil Yesus pulang. Mereka menganggap ia kerasukan setan. Orang-orang yang duduk dekat Yesus berkata KepadaNya: Ibumu dan saudara-saudaraMu ingin bertemu Engkau. Tetapi Yesus berpaling kepada orang banyak. Inilah ibuku dan saudara-saudarakuku. Karena barangsiapa yang melakukan kehendak Bapa, dialah ibuku dan saudara-saudaraku.

Kitab kejadian: penulis kitab kejadian memberikan gambaran tentang manusia ciptaan Allah. Allah menciptakan manusia menurut citra dan gambaran Allah. Maka apapun keadaan manusia, terutama ketika manusia jatuh dalam dosa, maka Allah tetap mencari dan menemukannya kembali. Hai manusia di manakah engkau!!! (Kej,3,9). Allah benci dosa tetapi Allah mencintai manusia berdosa.

Baca Juga  Renungan Harian Katolik Rabu 19 Juli 2023

PESAN IMAN:

  1. Tuhan tetap mencintai dan mencari kita manusia, terutama ketika kita jatuh dlm dosa.
  2. Kita smua bersaudara dalam Kristus, bukan karena hubungan kekerabatan keluarga, tetapi karena sama-sama melakukan kehendak Allah Bapa.
  3. Semua dosa manusia apapun dapat diampuni, kecuali dosa menghujat Rohkudus yaitu dosa tidak percaya kepada Yesus Putra Allah yang berkuasa penuh Rohkudus, DAN MENEMPATKAN KUASA ALLAH DI BAWAH kuasa setan.

HARI MINGGU BIASA X

Kej. 3:9-15
Mrk. 3:20 – 35