Kotbah Katolik Minggu Biasa XII, 23 Juni 2024

Kotbah Katolik Minggu Biasa XII, 23 Juli 2024 oleh Rm. Jhon Chris Taus, Pr, Paroki Santa Helena Lili – Camplong.

Yesus tampil di Galilea, mewartakan kabar gembira Injil Kerajaan Allah, dan meneguhkannya dengan tanda-tanda mukjizat.

Dalam Injil minggu ini, Yesus meredakan angin badai dan gelombang laut untuk menyatakan bahwa DiriNya sebagai Tuhan yang berkuasa atas segala kekuatan alam semesta ini. Dan memang kekuatan-kekuatan alam apapun tunduk di bawah kuasaNya.

Yesus Kristus yang bangkit dari alam maut ini adalah Tuhan yang berkuasa atas alam semesta ini. Dengan meresahkan angin badai dan gelombang laut, Yesus mau menyatakan bahwa Dirinya adalah TUHAN yang berkuasa atas segala kekuatan alam ini. Dan segala kekuatan alam ini tunduk kepadaNya, termasuk angin badai dan gelombang laut.

Baca Juga  Kotbah Minggu Prapaskah V - Rm. Chris Taus, Pr.

Hal ini penting karena Laut bagi orang Yahudi gambaran dari kekuatan alam yang MENCELAKAKAN manusia. Dengan bangkit dari alam maut, maka maut tak akan menguasaiNya lagi. Karena itu hanya kepada Dia saja kita berharap dan percaya bahwa Yesus inilah yang punya kuasa menyelamatkan kita dari segala kuasa kejahatan apapun di dunia ini. Maka Kerajaan Allah yang Yesus dirikan adalah kerajaan yang menguasai segala kekuatan alam semesta ini.

Kotbah Katolik Mingguan ( Minggu Biasa XII )

Dalam kisah Injil ini Yesus meredakan angin badai dan gelombang laut. Sangat kentara bahwa Allah membiarkan atau mengijinkan kekuatan jahat melanda kita, membiarkan kita mendapat tantangan dalam perjuangan hidup keseharian. Akan tetapi Allah TIDAK Membiarkan kita berjuang sendiri mencari jalan keluar untuk mengatasinya. Allah selalu Bersama dan berpihak pada kita, dengan memberikan segala hal yang perlu untuk mengatasi badai perjuangan hidup.

Baca Juga  Renungan Harian Katolik - Kamis 20 April 2023

Nabi Ayub adalah seorang nabi yang sangat saleh dan jujur. Tetapi dia adalah seorang nabi yang menderita sepanjang hidupnya. Dalam penderitaannya ketiga Sabahatnya meyakinkan dia bahwa penyakit yang ia derita adalah akibat dari hukuman atas dosa-dosa dan kesalahannya.

Tetapi Ayub sendiri dengan sangat kuat membantah bahwa penyakit yang ia derita BUKAN KARENA HUKUMAN ATAS DOSA-DOSANYA, TETAPI ALLAH SENDIRI YANG MEMBIARKANNya, agar Allah turut menderita bersamaannya dan Allah sendiri memberikan rahmat kekuatan untuk mengatasi penderitaan penyakitnya. Allah selalu berpihak kepada orang yang menderita sakit atau kemalangan.

Baca Juga  Kotbah Katolik Minggu Biasa II, 14 Januari 2024

PESAN IMAN.

  1. Allah membiarkan kita mengalami tantangan, penderitaan, dan Kemalangan, tetapi Allah tidak pernah membiarkan kita berjuang sendiri untuk mengatasi segala kemalangan badai hidup. Allah selalu bersama kita dan berpihak pada kita, untuk mengatasi segala kemalangan hidup, dengan memberikan kita kekuatan dan jalan keluar untuk mengatasi penderitaan dan Kemalangan hidup.
  2. Tantangan, penderitaan penyakit, adalah bagian utuh dari hidup kita. Kita tidak boleh menolaknya atau kambing hitamkan orang lain, tetapi terimalah dan nikmatilah bersama Allah, karena bersama Allah segala badai hidup apapun akan berlalu. Bersama dengan Allah segala bentuk badai hidup akan berlalu.

BADAI PESTI BERLALU..AMEN.

MINGGU BIASA 12
Ayub 38,1.8.11
Mk,4,35-40