Kotbah Katolik Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus 2024

- Editor

Sabtu, 1 Juni 2024 - 01:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komsos Paroki Camplong

Komsos Paroki Camplong

Kotbah Katolik Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Minggu 02 Juni 2024, Oleh Rm. Jhon Kris Taus – Paroki Santa Helena Lili – Camplong

Hari Minggu ke 2, sesudah Pentekosta, kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus-Corpus Christi, Ekaristi Kudus.

Dalam perayaan ini, kita mengenang Yesus Kristus, mempersembahkan DiriNya sebagai korban Perjanjian Baru dan kekal demi keselamatan umat manusia. Dalam Korban Ekaristi, Kristus mempersembahkan Tubuh dan DarahNya sebagai santapan jiwa kita. Kita mengenang dan menghadirkan kembali misteri Kudus ini, setiap kali kita merayakan Ekaristi Kudus ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KORBAN PASKAH: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru:

Perayaan Paskah Perjanjian Baru sekarang ini, mengambil dasarnya dari Perayaan Paskah Yahudi Perayaan Paskah Yahudi Perjanjian Lama, perayaan paskah ini sebagai kenangan akan karya Agung Allah yang menyelamatkan Israel umat terpilih, dari perbudakan Mesir. Dalam perjamuan Paskah Yahudi ini, juga adalah PERJAMUAN PERJANJIAN KESELAMATAN, ALLAH MENGIKAT PERJANJIAN DENGAN ISRAEL.

BACA JUGA  Terduga Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang Dibekuk Aparat Polres Belu Ketika Hendak Meninggalkan Wilayah Indonesia.

Dalam perjanjian ini, Musa bertindak sebagai pemimpin. Musa membacakan segala perintah dan peraturan Allah, dan Israel menjawab: siap untuk melaksanakan segala perintah Allah ini. Selanjutnya Musa menandai Perjanjian keselamatan ini, dengan PERCIKAN DARAH BINATANG KORBAN lembu dan domba. Pemercikan Darah di atas MESBAH KORBAN menjadi tanda pengingat Perjanjian keselamatan Allah dan Israel.

PASKAH PERJANJIAN BARU

Penginjil Markus menulis: Yesus merayakan paskah Yahudi bersama dengan para muridNya untuk terakhir kalinya. Yesus mengutus dua orang muridNya untuk pergi menyiapkan paskah, dan setelah mereka mempersiapkan segalanya, Yesus merayakan paskah bersama murid-muridNya.

BACA JUGA  Paus Fransiskus akan Misa Kamis Putih di Penjara

Dalam perjamuan paskah ini, Yesus bertindak sebagai Misa yang baru dan sekaligus menjadi korban persembahan perjamuan ini. Ketika sedang makan Yesus mengambil roti, memberkati, memecahkan dan memberikan kepada para muridNya.

TERIMALAH INILAH TUBUHKU. Demikian juga dengan piala, INILAH DARAHKU, DARAH PERJANJIAN BARU, YANG DITUMPAHKAN BAGI SEMUA ORG. Inilah PERJAMUAN Paskah Perjanjian Baru. Kristus korbankan diriNya (korban Salib).

Darah Kristus yang tumpah di atas kayu salib adalah DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, karena korban ini adalah korban yg tak bercacat satu kali untuk selamanya. Darah Kristus ini menjadi darah perjanjian Baru dan kekal, dan menjadi tebusan bagi semua orang.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa XI

PESAN IMAN:

  1. PERJAMUAN Paskah Perjanjian Baru/korban Salib, kita mengenang dan menghadirkan kembali, dalam setiap perayaan korban Ekaristi Kudus. Merayakan Ekaristi Kudus berarti kita merayakan misteri keselamatan kita.
  2. Dalam perayaan korban Ekaristi, kita menerima Tubuh dan Darah Kristus, dalam rupa Roti dan anggur santapan jiwa kita. Karena itu hendaknya kita selalu ada kerinduan iman untuk selalu menerima komuni Kudus.
  3. Ekaristi Kudus Kristus hadir utuh dalam Rupa Roti dan anggur kudus maka hendaknya kita menerima dengan hati yang PANTAS DAN LAYAK. AMEN

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS.
Kel. 24:3-8
Ibr. 9:11-15
Mk. 14:12 -16:22-26

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30
Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani
25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:57 WITA

Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!