YRPI NTT Datangi Masyarakat Disabilitas Di Tesa, Malaka

- Editor

Jumat, 8 Juli 2022 - 13:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yayasan Ruang Pasien Indonesia (YRPI) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) datangi sekaligus lakukan survei di kediaman Karlus Kiik (40), salah satu penduduk disabilitas yang berada di Dusun Aubulak B, Desa Tesa, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka.

Pantauan media, saat tim Yayasan Ruang Pasien Indonesia tiba di kediaman Karlus Kiik, ada berbagai rasa yang sempat dibincangkan satu sama lain diantara mereka. Ada cerita hangat yang ditorehkan bersama di lokasi kunjungan.

Dialog singkat mulai mereka raih bersama, ada kisah pilu yang diceritakan oleh Karlus kepada tim yayasan, begitu pun sebaliknya. Tim yayasan hanya bisa mendengar, menyimak dan berusaha untuk memberikan pencerahan dan penguatan bagi Karlus Kiik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai berkisah, tim yayasan mencoba untuk melakukan survei di sekitar kediaman kaum disabilitas itu, berjalan menelusuri dan menapaki setiap pojok rumah yang dihuni oleh bapak Karlus Kiik seraya mengambil gambar agar dijadikan sebagai acuan untuk mengulurkan tangan baik berupa material maupun moril.

BACA JUGA  Mengenal Identitas, Budaya, dan Alam Pulau Timor

Demikian informasi dihimpun media ini pada, Selasa (07/07/22).

Melania F. D Araujo (Reyzha) yang menangani Divisi Pendataan dan Pendampingan Pasien, kepada media ini menyampaikan bahwa, ruang pasien adalah suatu yayasan yang bergerak di dua bidang yaitu kesehatan dan sosial.

“Yayasan ini pusatnya berada di Surabaya dan masuk ke NTT sejak 2021 kemarin pas adanya bencana seroja yg melanda NTT hingga sekarang sudah 1 tahun lebih bergerak di NTT,” katanya.

Lanjutnya, untuk bidang kesehatan menangani pasien-pasien yang kurang mampu atau kendala kesehatannya tidak bisa ditangani di NTT bisa dibantu untuk rujuk ke Surabaya, sedangkan bidang sosial sasarannya pada lansia, orang yang hidup sebatang kara juga pada disabilitas.

“Hari ini saya sendiri dan team sangat bersyukur dan senang serta berterima kasih juga pada kakak Shenty yang dimana melalui media sosial, kami tahu keberadaan Bapak Karlus dan dengan info tersebut puji Tuhan hari ini bisa langsung berjumpa langsung dikediamannya,” jelasnya.

BACA JUGA  Istri Bupati Belu, Akan Segera diPeriksa Penyidik Tipikor.

Reyzha juga berharap semoga ke depannya bukan hanya Bapak Karlus yang kita bertemu tapi saudara-saudara kita yang lain juga bisa ditemui, yang tentu membutuhkan uluran tangan kita dan orang-orang baik.

Kesempatan yang sama, Karlus kiik pasien disabilitas yang di temuai tim YRPI saat itu dengan mata berkaca-kaca mengungkapkan kronologi hidupnya yang sebatang kara setelah kepergian (Meninggal) ayah dan ibunya 2 tahun yang lalu.

“Saya harus berjuang seorang diri dengan kedua kaki saya yang tidak dapat bergerak (strok). Saya harus berusaha dengan berbagai cara untuk menyambung hidup tanpa bergantung pada orang lain. Sejak saya alami kecelakaan di rantauan yang berdampak pada strok, terpaksa saya harus berjuang melawan keadaan ini untuk bisa bertahan hidup,” katanya.

Dikatakan Karlus, orang tua saya sudah tidak ada dan itu makin berat untuk saya tetapi puji Tuhan masih ada orang baik yang diutus Tuhan untuk datang dan menolong saya disaat saya alami kesulitan.

BACA JUGA  Korban Kebakaran di Belu Satu Tahun Lalu, Pemda Belu Mengeluhkan Anggaran

“Terima kasih juga untuk pak Shenty yang sejak beberapa tahun lalu selalu ada buat saya dan memenuhi sebagian kebutuhan saya terutama Mr. Nicolaus dari Belanda. Semoga orang-orang baik ini selalu diberkati Tuhan,” tandas pria sebatang kara itu.

Lanjutnya, saya merasa bersyukur karena pada hari ini tim yayasan peduli ruang pasien karena walau tempat tinggalnya berada di pelosok, namun hal itu tidak menjadi tolak ukur bagi mereka untuk turun langsung ke lokasi.

“Saya berterima kasih kepada kakak Reyzha dan teman-teman, hari ini sudah berusaha dan mengorbankan waktu untuk datang melihat keadaan saya secara kasat mata di tempat ini,” ungkapnya.

Semoga yayasan ini dan pihak-pihak yang bergerak dalam misi kemanusiaan senantiasa diberkati oleh Tuhan, dan tetap semangat dalam melayani kaum disabilitas yang ada di daerah NTT ini, harapnya. (*SN/Tim)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:30 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

error: Content is protected !!