Tanpa Kartu Keluarga, Pasien di Belu 10 tahun Telantar

- Editor

Sabtu, 16 Juli 2022 - 15:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: BPMI Setpres

Foto: BPMI Setpres

Alasan Tanpa Kartu Keluarga Pasien Di Belu 10 Tahun di Terlantarkan.

Salah satu pasien dari Dusun Sanina, Desa Faturika Kecamatan Raimanuk tak memperoleh pelayanan kesehatan kurang lebih 10 tahun. Sanina 14/07/2022.

Sejak lahir pasien Agus tidak mendapat kesehatan pelayanan layaknya warga Negara Indonesia lain yang harus memiliki hak-hak layaknya warga masyarakat lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maria Kolo kepada media ini merasa selama ini tak di hiraukan karena ia belum memiliki kartu keluarga dan identitas lain sehingga salah satu putera kesayangannya harus menjalani hari-harinya tidak selayak anak-anak pada umumnya.

BACA JUGA  Maraknya Kasus Ilegal Logging di Kabupaten Malaka Mengundang Direktur Lakmas NTT angkat Bicara

Baru satu tahun lalu kami memiliki kartu keluarga, namun mungkin karena kami di pinggiran sehingga tidak terlihat dan di bantu, namun sudah beberapa kali kami mencoba mengurus namun sering ada kendala karena harus memiliki surat permandian dan harus di urus di paroki laktutus tetapi kami kendala di biaya transportasi.

Lanjutnya, tetapi satu tahun lalu ada orang yang datang mau membantu tapi anehnya tanpa dokumen-dokumen yang ada dan hanya 2 hari kami bisa mendapat Kartu Keluarga (KK), pada hal sebelumnya kami harus memberi uang bensin dari Rp.50.000-100.000 tetapi hasilnya tidak ada. Sehingga anak kami harus melalui hari-harinya dengan keadaan yang ada seperti sekarang. ungkap Maria Luis salah satu perawat dari Puskesmas Webora kepada media ini mengaku pasien tersebut selama ini tidak dapat dilayani karena tidak memiliki Kartu Keluarga.

BACA JUGA  Pelaku UMKM dan Masyarakat Sekitar Kota Atambua Sangat Antusias Dengan Adanya Bazar Polres Belu.

Salah satu Anggota DPRD Belu Cristofirus Rin Duka kepada media ini via telpon menuturkan bahwa pelayanan terkait Pemdes dan pihak Puskesmas webora ini perlu dia evaluasi karena soal administrasi itu tidak seharusnya menjadi hambatan untuk pelayanan terhadap masyarakat dan itu harus diutamakan sesuai dengan salah satu program utama Bupati Belu terkait pelayanan kesehatan gratis.

BACA JUGA  Sertijab Pj.Desa Dua Koran : Saya Kembali ke Rumahku-Rumah Kita Walaupun ada Penolakan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dr.Ansila menyampaikan bahwa esok keluarga pasien semuanya akan dicover sebagai peserta BPJS” tutupnya

Ketika ditanya media ini, Dr.Luis mengaku pasien tersebut tidak bisa dilayani karena yang bersangkutan belum memiliki kartu keluarga sehingga penanganannya terhambat. pungkasnya.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!