Renungan Katholik Minggu Gaudette Paroki Sta. Helena Camplong

- Editor

Minggu, 12 Desember 2021 - 08:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


                Kita hendaknya ingin bertemu   dengan orang  lain untuk berdoa, menyanyi, akan tetapi ketika kita diminta untuk membagikan apa yang  kita memiliki dengan mereka yang kurang beruntung tiba-tiba semangat religius kita tiba-tiba padam? Yohanes Pembaptis berkata, “Barangsiapa yang mempunyai dua helai baju hendaknya ia membagikannya dengn orang tidak punya.” Yesus berkata banyak kepada murid-murid-Nya, “Barang siapa yang ingin mengambil bajumu, berikanlah juga jubamu” (Luk: 6: 29). Kelompok kedua datang kepada Yohanes Pembaptis adalah  orang yang berdosa, mereka adalah para pemungut pajal. Mengapa mereka mnjadi kaya? Mereka memberikan sejumlah uang kepada pemerintah. Lalu mereka memaksa rakya untuk membayar lebih, dan mengambil keuntungan. Yohanes Pembatis mengatakaen kepada mereka untuk tidak mengeksploitasi orang miskin.

BACA JUGA  Lokakarya Budaya G20, Hadirkan Beragam Permainan Tradisional Indonesia

Apakah kita seperti me eka? Jika kita memiliki sesuatu  dan seseorang sangat membutuhkannya, apakah yang harus kita buat?  Bukankah kita men jualnya seberapanpun yang kita bisa dapatkan uang?

                Kelompak ketiga yang datang kepada Yohanes Pembatis adalah tentara-tentara. Kita membayangkan bahwa mereka datang  kepada  Yohanes untuk mengatakan  kepada mereka untuk mengerjakan kesibukan mereka. Johanes bersikap toleran, Yesus  melarang penderitaan dan yang sejenisnya. Ia akan mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Tetapi aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar  pipi kananmu, berilah juga  pipi kirimu”  (Mat. 5: 39).

BACA JUGA  40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

                Gaji tentara pada waktu itu gajinya sangat kecil. Mereka menggunakan senjata merek untuk memeras rakyat, untuk meminta uang. Yohanes pembaptis berkata kepada mereka agar tidak memaksa setiap oang dan harus “puas dengan gajinya”.

                Apa yang kita bisa belajar dari disini? Tentara   bertahan mempertahan posisi mereka. Apakah kita tidak suka kita mengambil keuntungan dari jabatan kita?

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!