Renungan Katholik Minggu Gaudette Paroki Sta. Helena Camplong

- Editor

Minggu, 12 Desember 2021 - 08:01 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy


                Kita hendaknya ingin bertemu   dengan orang  lain untuk berdoa, menyanyi, akan tetapi ketika kita diminta untuk membagikan apa yang  kita memiliki dengan mereka yang kurang beruntung tiba-tiba semangat religius kita tiba-tiba padam? Yohanes Pembaptis berkata, “Barangsiapa yang mempunyai dua helai baju hendaknya ia membagikannya dengn orang tidak punya.” Yesus berkata banyak kepada murid-murid-Nya, “Barang siapa yang ingin mengambil bajumu, berikanlah juga jubamu” (Luk: 6: 29). Kelompok kedua datang kepada Yohanes Pembaptis adalah  orang yang berdosa, mereka adalah para pemungut pajal. Mengapa mereka mnjadi kaya? Mereka memberikan sejumlah uang kepada pemerintah. Lalu mereka memaksa rakya untuk membayar lebih, dan mengambil keuntungan. Yohanes Pembatis mengatakaen kepada mereka untuk tidak mengeksploitasi orang miskin.

Apakah kita seperti me eka? Jika kita memiliki sesuatu  dan seseorang sangat membutuhkannya, apakah yang harus kita buat?  Bukankah kita men jualnya seberapanpun yang kita bisa dapatkan uang?

                Kelompak ketiga yang datang kepada Yohanes Pembatis adalah tentara-tentara. Kita membayangkan bahwa mereka datang  kepada  Yohanes untuk mengatakan  kepada mereka untuk mengerjakan kesibukan mereka. Johanes bersikap toleran, Yesus  melarang penderitaan dan yang sejenisnya. Ia akan mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Tetapi aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar  pipi kananmu, berilah juga  pipi kirimu”  (Mat. 5: 39).

                Gaji tentara pada waktu itu gajinya sangat kecil. Mereka menggunakan senjata merek untuk memeras rakyat, untuk meminta uang. Yohanes pembaptis berkata kepada mereka agar tidak memaksa setiap oang dan harus “puas dengan gajinya”.

                Apa yang kita bisa belajar dari disini? Tentara   bertahan mempertahan posisi mereka. Apakah kita tidak suka kita mengambil keuntungan dari jabatan kita?

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:34 WITA

INSPIRASI

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Jun 2026 - 10:47 WITA

INSPIRASI

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Senin, 1 Jun 2026 - 08:49 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:30 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version