KUPANG, MATATIMOR.NET – Pemahaman terhadap nilai-nilai dasar negara menjadi hal yang mutlak bagi seluruh warga negara Indonesia. Jika pada masa lampau masyarakat, khususnya para pelajar, diwajibkan menghafal 36 butir Pancasila, kini dalam masa reformasi jumlah tersebut telah diperbarui.
Berdasarkan Ketetapan (Tap) MPR No. I/MPR/2003, butir-butir implementasi ideologi bangsa tersebut disesuaikan menjadi 45 butir Pancasila. Langkah ini diambil guna memperkuat relevansi nilai-nilai luhur dasar negara dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di era modern.
Meskipun perubahan ini sudah berlangsung cukup lama, disinyalir masih banyak lapisan masyarakat yang belum sepenuhnya mensosialisasikan dan memahami seluruh isi butir terbaru tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Anda yang ingin menyegarkan kembali ingatan atau mendalami ideologi bangsa, berikut adalah daftar lengkap 45 butir Pancasila berdasarkan Tap MPR No. I/MPR/2003 beserta contoh konkret pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari:
Daftar Isi
Sila Ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa
- Bangsa Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Contoh: Memiliki dan meyakini satu agama dengan menjalankan perintah serta menjauhi larangan sesuai norma agama yang berlaku.
- Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Contoh: Tidak mengganggu ibadah umat agama lain.
- Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Contoh: Menghormati sesama manusia tanpa memandang perbedaan keyakinan.
- Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Contoh: Hidup rukun berdampingan meskipun berbeda keyakinan karena kita adalah satu bangsa Indonesia.
- Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
- Contoh: Setiap manusia bebas memilih agama yang sudah disahkan secara resmi oleh pemerintah.
- Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
- Contoh: Saling menghormati ketika ada pemeluk agama lain yang sedang melangsungkan ibadah.
- Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
- Contoh: Dilarang memaksakan suatu agama kepada orang lain karena urusan keyakinan bersifat personal antara manusia dengan Tuhannya.
Sila Ke-2: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
- Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
- Contoh: Tidak bertindak sewenang-wenang atau merendahkan martabat sesama manusia karena setiap orang memiliki hak asasi yang sama.
- Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
- Contoh: Menghargai perbedaan dan menyadari bahwa keberagaman suku, ras, maupun agama adalah kekayaan bangsa yang harus dihormati.
- Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
- Contoh: Tidak menyakiti sesama manusia agar tercipta kehidupan yang rukun.
- Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
- Contoh: Bersedia mengikuti kerja bakti dan berbaur secara aktif dengan masyarakat di lingkungan sekitar.
- Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
- Contoh: Tidak memperlakukan orang lain secara semau kita sendiri atau dengan cara yang buruk.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
- Contoh: Saling menghormati dan menghargai antar-sesama.
- Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
- Contoh: Memberikan bantuan kepada orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan.
- Berani membela kebenaran dan keadilan.
- Contoh: Sebagai manusia, kita perlu menjunjung tinggi kebenaran; tidak membenarkan hal yang salah dan berupaya hidup adil terhadap sesama.
- Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
- Contoh: Menunjukkan empati kepada sesama bangsa Indonesia, seperti membantu saudara kita yang berada di daerah jauh saat tertimpa musibah.
- Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
- Contoh: Menyadari bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, sehingga memerlukan kerja sama dan sikap saling membantu.
Sila Ke-3: Persatuan Indonesia
- Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
- Contoh: Ketika negara menghadapi masalah, kita fokus berbuat sesuatu untuk menyelesaikannya alih-alih memilih pindah negara.
- Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
- Contoh: Turut berpartisipasi dan berjuang apabila keamanan serta kedaulatan negara Indonesia terancam.
- Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
- Contoh: Menghargai dan menggunakan produk-produk dalam negeri untuk membantu menyejahterakan perekonomian nasional.
- Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
- Contoh: Menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam yang ada di bumi Indonesia.
- Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
- Contoh: Menjaga ketertiban dunia yang dapat dimulai dari skala terkecil, seperti mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan kita.
- Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
- Contoh: Tidak membeda-bedakan suku, ras, dan agama antara satu dengan yang lainnya.
- Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
- Contoh: Menjunjung tinggi nilai persatuan bangsa tanpa memandang latar belakang suku atau golongan.
Sila Ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
- Contoh: Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam memperoleh akses pendidikan.
- Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
- Contoh: Tidak memaksakan kehendak sendiri kepada orang lain, apalagi melakukan tindakan suap-menyuap untuk memuluskan keinginan.
- Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
- Contoh: Ketika terjadi perbedaan pendapat, kita wajib mengutamakan musyawarah dan tidak bersikap mau menang sendiri.
- Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
- Contoh: Mengedepankan semangat kekeluargaan agar hasil musyawarah dapat disepakati bersama secara damai.
- Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
- Contoh: Patuh, menerima, dan menghormati keputusan bersama yang telah disepakati melalui jalur mufakat.
- Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
- Contoh: Menerima hasil keputusan musyawarah dengan tulus, ikhlas, dan penuh tanggung jawab dalam menjalankannya.
- Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
- Contoh: Lebih mengutamakan kepentingan khalayak umum daripada memaksakan kepentingan pribadi dalam forum musyawarah.
- Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
- Contoh: Melakukan musyawarah dengan kepala dingin dan menjaga emosi agar tetap stabil.
- Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
- Contoh: Pengesahan suatu keputusan harus selaras dengan norma agama, moralitas, serta tetap mempertahankan martabat manusia.
- Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan.
- Contoh: Memercayai secara penuh dan menyerahkan mandat kepada wakil rakyat yang terpilih untuk menjalankan tugasnya.
Sila Ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
- Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
- Contoh: Wajib saling menghormati terhadap sesama manusia demi tercapainya sikap kekeluargaan.
- Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
- Contoh: Menerapkan hukum secara adil kepada seluruh manusia, tanpa pandang bulu termasuk terhadap pelaku kejahatan korupsi.
- Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
- Contoh: Kehidupan harus seimbang antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban, misalnya menikmati fasilitas jalan yang nyaman namun juga wajib mematuhi aturan lalu lintas.
- Menghormati hak orang lain.
- Contoh: Saling menghormati serta menjaga kerukunan antar-sesama manusia.
- Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
- Contoh: Memberikan modal usaha dengan skema yang meringankan (misalnya bunga 0%) agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.
- Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
- Contoh: Bersikap sewajarnya terhadap sesama dan tidak memberatkan orang lain lewat tindakan pemerasan.
- Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemorosan dan gaya hidup mewah.
- Contoh: Menerapkan pola hidup hemat dan menyisihkan uang untuk ditabung atau membantu orang yang lebih membutuhkan.
- Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
- Contoh: Tidak mendirikan bangunan atau pabrik industri yang membuang limbah sembarangan sehingga mencemari lingkungan dan merugikan warga sekitar.
- Suka bekerja keras.
- Contoh: Menjalani hidup dengan produktif, giat bekerja, dan cerdas demi memenuhi kebutuhan keluarga tanpa mengeluh.
- Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
- Contoh: Tidak mengklaim hak cipta milik orang lain dan bersedia menyertakan sumber otentik jika menggunakan karya ilmiah atau literatur orang lain.
- Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
- Contoh: Berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan komunitas, bela negara, kerja bakti, hingga gotong royong di lingkungan masyarakat.
Penulis : Del Neonub
Editor : Del