Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Yesus datang untuk mewartakan Injil kabar gembira tentang Kerajaan Allah atau Kerajaan Surga, dan meneguhkan-Nya dengan tanda-tanda mukjizat. Meski demikian, Injil kabar gembira Kerajaan Allah ini tetap menyimpan rahasia yang tidak terungkap dengan jelas. Karena itu, Yesus mengajarkannya dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan.
Dalam Injil hari Minggu ini, Yesus mengajar dengan tiga perumpamaan sekaligus: benih gandum dan lalang, biji sesawi, serta ragi. Namun, mari kita fokus pada perumpamaan tentang benih gandum dan lalang. Di sini, benih gandum adalah benih yang baik yang melambangkan hal-hal baik, sedangkan lalang adalah benih liar yang melambangkan kejahatan. Uniknya, keduanya dibiarkan tumbuh bersama sampai musim menuai tiba.
PASANG IKLAN ANDA DI SINI!
MURAH! Hubungi 08113810024
Dalam hidup sehari-hari, kita sering mengalami bahwa selalu saja ada hal yang berbeda, tetapi dibiarkan hidup berdampingan. Misalnya: hitam dan putih, terang dan gelap, senang dan susah, serta konsep yin-yang. Begitu pula dalam kehidupan kita sebagai manusia, kebaikan dan kejahatan selalu ada bersama-sama. Pada akhirnya, manusia diberikan kebebasan untuk memilih. Jika memilih kebaikan, ia akan menjadi manusia yang baik; sebaliknya, jika memilih kejahatan, ia akan menjadi manusia yang jahat.
Untuk berbuat baik sesuai yang dikehendaki Allah, seseorang harus berjuang dengan sungguh-sungguh. Hal ini karena kebaikan selalu bertentangan dengan kodrat kedagingan kita. Sementara itu, untuk berbuat jahat, caranya sangat gampang. Di balik perbuatan jahat, ada setan yang selalu menawarkan jalan pintas yang mudah, menarik, dan menawan. Secara konkret, untuk berbuat dosa kita tidak perlu berjuang, tetapi untuk berbuat baik rasanya begitu sulit dan penuh tantangan.
Sebagai contoh, Yesus mengajarkan kita untuk mencintai musuh. Namun pada kenyataannya, kita sering kali lebih mudah membenci musuh atau orang yang menyakiti kita daripada memaafkan mereka. Pada titik ini, kita semua memiliki kecenderungan sifat kedagingan yang sangat kuat.
Untuk hal yang satu ini, Tuhan sangat memahami kerapuhan kita. Ia tetap menyapa kita dengan penuh kasih dan kelembutan hati. Buktinya, semua pesan Tuhan dalam bacaan-bacaan suci hari Minggu ini mengajak kita untuk kembali memandang wajah Allah yang sabar, penuh belas kasih, dan lemah lembut.
Kitab Kebijaksanaan menegaskan kepada kita bahwa Allah itu lemah lembut, rendah hati, dan sabar: “Engkau menghakimi kami dengan lemah lembut dan memerintah kami dengan penuh belas kasih” (Keb. 12:18). Ayat ini memberikan gambaran yang indah dari hati Allah yang penuh belas kasih. Sebab, Allah bisa saja menghukum orang berdosa dengan kuasa-Nya yang mutlak, tetapi Allah tidak melakukannya. Ia memilih untuk tetap sabar dan memberikan waktu agar orang berdosa dapat bertobat. Allah sungguh penuh belas kasih kepada kita, orang-orang berdosa.
Dalam Injil tentang perumpamaan benih gandum dan lalang, ladang digambarkan sebagai dunia ini. Benih gandum adalah orang-orang yang baik dan benar, sedangkan lalang adalah orang-orang jahat. Allah membiarkan benih gandum tumbuh bersama lalang. Artinya, Tuhan membiarkan orang baik dan orang jahat hidup bersama-sama di dunia ini sampai saat pengadilan terakhir tiba. Pada waktu itulah, para malaikat akan memisahkan orang baik dari orang jahat.
Lebih dalam lagi, hati manusia adalah ladang sejati tempat gandum dan lalang itu tumbuh bersama. Allah tetap sabar membiarkan manusia yang berdosa hidup, karena mungkin suatu saat ia akan bertobat. Siapa tahu, lalang itu suatu hari nanti akan berubah menjadi gandum. Tuhan selalu sabar dan terus memberikan kita waktu untuk berbenah diri.
PESAN IMAN:
- Allah itu panjang sabar dan penuh belas kasih. Kita semua dipanggil untuk meneladani kesabaran Allah ini dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjadi seorang Kristen berarti menjadi orang yang sabar dalam segala hal. Mutu kekristenan dan kemuridan kita diukur dari sejauh mana kita mampu bersikap sabar dan terus bersabar menghadapi sesama serta jalannya kehidupan.
Keterangan Liturgi Minggu Biasa XVI:
- Bacaan I: Keb. 12:13, 16-19
- Bacaan II: Rom. 8:26-27
- Bacaan Injil: Mat. 13:24-43
Penulis : Rm. Chris Taus
Editor : Del Neonub