Sebab Yerusaelm tidak dihukum lagi. Ia akan “ memharui engkau di dalam cinta-Nya” (ay 17), Israel akan sekali lagi mejadi cantik seperti seorang gadis. Ia akan berbahagia seperti pengantin. “akan Ia akan bergembira… akan bernyanyi dengan sukacita sebab engkau adalah sebuah tanda perayan pesta “ (ay 17-18).

ALLAH tidak menghukum; manusia yang hidup dalam suasana dosa yang menghukum dirinya sendiri. Akan tetapi Tuhan tidah menghukum mereka. Ia bagaikan seorang laki dalam cinta dengan seorang gadis: Ia tidak akan menanggapi penolakannya, ia tidak akan menerima bahwa ia akan kehilangannya.
Nabi Sefanya, yang hidup pada suatu waktu ketika orang berada dalam kehancuran, ia menyerusakan kemenangan dari cinta Alah atas dosa, dan perubahan radikal dalam sosial, politik dan agama, itulah alasannya ia mengundang orang miskin dalam negerinya untuk bersukacita. Ketika kita memperhatikan apa yang terjadi di sekitas kita, kita melihat banyak alasan untuk sedih yang dapat membahagiakan. Kat-kata nabiSefanya dialamatkan kepada kta dan mengundang kita untuk berbahagia sebab kasih ALLAH tidak berakhir.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








