Renungan Katholik Minggu Gaudette Paroki Sta. Helena Camplong

- Editor

Minggu, 12 Desember 2021 - 08:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Sebab Yerusaelm tidak dihukum lagi. Ia akan “ memharui  engkau di dalam cinta-Nya” (ay 17), Israel akan sekali lagi mejadi cantik seperti seorang gadis. Ia akan berbahagia seperti pengantin.   “akan Ia akan bergembira… akan bernyanyi dengan sukacita  sebab engkau adalah sebuah tanda perayan pesta “ (ay 17-18).

                ALLAH tidak menghukum; manusia yang hidup dalam suasana dosa yang menghukum dirinya sendiri. Akan tetapi Tuhan tidah menghukum mereka. Ia bagaikan seorang laki dalam cinta dengan seorang gadis: Ia tidak akan menanggapi penolakannya, ia tidak akan menerima bahwa ia akan kehilangannya.

BACA JUGA  Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

                Nabi Sefanya, yang hidup pada suatu waktu ketika orang berada dalam kehancuran, ia menyerusakan kemenangan dari cinta Alah atas dosa, dan perubahan radikal dalam  sosial, politik dan agama, itulah alasannya ia mengundang orang miskin dalam negerinya untuk bersukacita. Ketika kita memperhatikan apa yang terjadi di sekitas kita, kita melihat banyak alasan untuk sedih yang dapat  membahagiakan. Kat-kata nabiSefanya dialamatkan kepada kta dan mengundang kita untuk berbahagia sebab kasih ALLAH tidak berakhir.

BACA JUGA  Mendoakan yang Telah Pergi, Menghidupi yang Masih Ada

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!