Renungan Katholik Minggu Gaudette Paroki Sta. Helena Camplong

- Editor

Minggu, 12 Desember 2021 - 08:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bacaan Kedua (Fil. 4: 4-7)

Paulus menulis surat ini ketika Ia  berada dalam  situasi yang berat, akan tetapi ia mengundang setiap orang untuk bersukacita.

Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi; 18Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku” (Fil 2: 17-18). Kemudian ia berbiccara tentang rencana kerasulannya dan keinginannya kepada orang lain: “Saudara-saudaraku bersukacitalah di dalam Tuhan” (Fil. 3:1). Dan pada akhirnya ayat yang kita baca pada hari ini: “Bersukacitalah dalam jalan Tuhan. Sekali lagi aku berkata kepadamu: bersukacitalah” (4).

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 14 Juli 2024

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

                Mengapa Paulus memaksa kita untuk bersukacita? Bukan karena sebuah kesuksesan di dalam hidup ini, atau kita sedaang berada dalam kesehatan yang baik, atau memiliki sejumlah uang, atau tidak gelisah (Paulus dan umat Filipi cukup banyak alasan untuk gelisah seperti  kita), akan tetapi pasti  bahwa “ALLAHmenempatkan semuanya itu di dalam tangan-Nya.” Untuk itulah kita harus harus memelihara di  dalam pikiran untuk lebih berani, baik dan bermurah hati kepada semua orang (ay 5). Iman kita harus memberikan kepada kita bahwa  segala  sesuatu yang terjadi adalah bagian dari renacan ALLAH, dan dengan demikian hidup kita akan berakhir dengan sukses.

BACA JUGA  Sederhana dan Hanya Beralaskan Tikar, Kapolres Belu, Rayakan Hari Jadi Bhayangkara ke 77 Bersama Warga Perbatasan RI - RDTL

Injil (Luk. 3:10-18)

                Injil hari ini mengatakan  kepada kita tentang tiga kelompok orang yang datang kepada  Yohanes yang bertanya kepadanya  tentang apa yang harus mereka perbuat.

                Yohanes pembaptis tidak  menganjurkan sesuatu yang secara istimewa “besifat rohani”, ia tidak mengundang mereka untuk melakukan beberapa bentuk  devosi atau  melakukan sebuah ibadat pengampunan (mandi abu, puasa, doa-doa, retret spiritual di padang gurun dan sejenisnya. Ia meminta sesuatu yang radikal dan konkrit.

BACA JUGA  Yesus Anak Domba Allah: Kepastian Keselamatan dan Bukti Cinta Sejati

                Ia berkata kepada mereka, “Barangsiapa mempunyai dua helai baju hendaklah ia membaginya dengan mereka yang tidak punya,  dan barang siapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat demikian”. (ay 11).

                Apakah tuntutan Yohanes Pembatis ini tidak jelas? Mengapa doa dan devosi tidak lebih penting, daripada membagikan harta milik kita dengan mereka yang sangat membuthkannya?  Jika Mesia memberikan Keselamatan kepada Dunia, gunung (yang memilik lebih banyak) dan memenuhi lembah-lembah ( yang memiliki lebih sedikit) .

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 07:38 WITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Berita Terbaru

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:36 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 22 Agu 2026 - 20:32 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:36 WITA

error: Content is protected !!