Renungan Katholik Minggu Adventus II

- Editor

Minggu, 5 Desember 2021 - 08:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada tempat pertama penyelamatan kelihatan dalam kembalinya bangsa Israel ke kota Yerusalem. Penginjil Lukas di dalam perikop bacaan hari Minggu kedua Adventus ini menjelaskan tentang bagaimana janji keselamatan terpenuhi dalam diri nabi-nabi yang benar…la mengatakan kapada kita bahwa “semuanya itu akan terjadi ketika Sabda ALLAH ditujukan kepada seseorang yang namanya Yohanes, putera Zakarias, di padang gurun. Bacaan kedua Paulus merujuk pada sukacita karena Allah ketika ia mengatakan kepada kita tentang “hari Tuhan”, mendatangi seluruh hidup kita.

Kotbah HARI MINGGU ADVEN II/C2
Bar 5: 1-9; Mzm. 84: 2-3.5-6.9-10; Fil.1: 4-6.8-11; Luk. 3: 1-6
Oleh RD. ANSEL LEU – Pastor Paroki Sta. Helena Camplong

Seorang wanita yang kehilangan suami dan atau anak-anknya ia akan mengungkapkan kesedihannya dengan memakai kain kabung menutup kepala dengan kerudung dan duduk di debu tanah. Ia akan menolak untuk mempersiapkan makan kepada siapapun. Bacaan pertama yang diambil dari kitab Baruk meembandingkan kota Yerusalem dengan seorang janda yang telah dirampas habis-habisan dan ia sedang berkabung. Kerajaan Babilon telah mengalahkan bangsa Israel, menghacurkan kota dan membunuh penduduknya dan yang masih hidup ditawan.

BACA JUGA  Banyak Manfaatnya, Pemerintah Lanjutkan Program Kartu Prakerja hingga 2023

Banyak tahun berlalu, muncullah seorang nabi yang membawa berita besar dengan mengatakan, “Yerusalem, Yerusalem, penderitaanmu sudah berakhir. Bukalah kain kabungmu, kenakanlah beban yang ringan. Tuhan akan memahkotaimu dengan mahkota kegembiraan, dan segala bangsa akan memandang keindahanmu. Maka Yerusalem sebagai wanita cantik dan bahkan menjadi gadis yang sangat menarik (ay 1-3).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

RD. Ansel Leu – Pastor Paroki Sta. Helena Camplong

Nabi berkata kepada Yerusalem untuk tidak lagi duduk di abu, akan tetapi segera berdiri dan berlari ke puncak gunung, memandang ke bukit timur. Karena anakmu akan datang! Ketika engkau melihat mereka pergi dalam keadaan dihina, disiksa, dibunuh, diborgol karena dikalahkan oleh musuh, akan tetapi sekarang mereka kembali. Pencemoohan mereka telah menjadi hamba mereka (ay 5-6).

ALLAH meratakan setiap gunung dan bukit dan menimbun setiap lembah, maka Israel akan kembali ke pangkuan ibundanya, Yerusalem. Semua pohon akan menundukkan kepalanya menghormati datagnya semua tawanan perang. ALLAH sendirilah yang memimpin mereka, seperti la telah menyertai leluhur mereka kembali dari Mesir.

Yerusalem diberi nama baru , “Damai keadilan” dan “Sukacita ALLAH yang Mahabaik” (ay 4). Nama itu menunjukkan pada kenyataan yang baru, “saya akan menjadi damai segala damai, dan menjadi damai bagi mereka yang tertindas. Ia akan menjadi “Damai bagi ALLAH yang Maha tinggi” sebab saya tidak akan menjadi terkenal secara politis dan karena kesuksesan militer, akan tetapi bagi orang yang percaya kepada ALLAH.

BACA JUGA  Tuaian Melimpah, Pekerja Sedikit: Panggilan Menjadi Perpanjangan Tangan Yesus

Jika seseorang menanyakan kepada kita untuk memberi nama bagi Negara kita atau Gereja kita, atau keluarga kita bagaimana kita akan menamakannya? Akankah kita menamakannya sebagai Negara Damai, Keluarga Damai, Komunitas Damai? Negara, keluarga, komunitas yang membagikan keadilan dan cintakasih atau Negara, keluarga, komunitas tempat perselisihan, kecemburuan?

Injil Lukas berceritera tentang Yesus di depan publik dengan memperkenalkan pemimpin politik dan pemimpin Agama pada waktu itu. Mengapa penginjil Lukas ingin memberikan informasi yang akurat? Setelah introduksi historis, Lukas menggunakan bahasa yang santun untuk menghadirkan Yohanes Pembaptis. Kehadirannya menceriterakan kepada kita bahwa ALLAH tidak melupakan kita. Padang gurun adalah tempat orang yang mengalami tekanan sosial.

Orang Katotik juga dapat hidup di padang gurun, menjadi orang asing di negerinya sendiri. Mereka yang tidak dapat berpikir dan bericara seperti orang lain. Ketika orang sedang berbicara tentang perang, ia berbicara tentang damai dan pengampunan. Ketika kebahagian seseorang didasarkan pada uang dan harta kekayaan mereka berbicara tentang berbahagialah orang miskin karena mereka akan memiliki Kerajaan ALLAH. Ketika terjadi eksploitasi orang yang miskin dan tertindas mereka berbicara tentang pelayanan dan membagikan kepunyaan mereka kepada orang yang menderita.

BACA JUGA  Oknum Karyawan KOPDIT Swasti Sari di Belu yang Mengaku Sebagai Wartawan Victory News Bantah Penjelasan Nasabah

Maka Lukas menggunakan sebuah ungkapan dari Nabi Yesaya untuk menjelaskan pekerjaan Yohanes Pemandi: “Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (ay 4). Lukas menambahkan lagi, “Setiap Lembah harus ditimbun dan setiap gunung dan bukit harus diratakan dan semua bangsa akan melihat keselamatan yang datang dari ALLAH” (5:26).

Yohanes Pembaptis membantu kita untuk mempersiapkan natal yang Baik. Ia tidak menggunakan waktunya untuk makan bersama dan berceritera bersama dengan orang lain. la kelihatannya menentang setiap orang. la menyampaikan ancaman-ancaman. Kita membutuhkan seseorang seperti Yohanes Pembaptis untuk hidup lebih serius, untuk menolak setan, dan tetap berdiri tegak dengan kuat ketika mereka tidak berlaku adil. Apakah gunung dan bukit memisahkan hidup kita? Bisakah gunung-gunung itu diratakan dan lembah-lembah itu ditimbun?

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!