Khotbah Katolik Hari Minggu Tritunggal Mahakudus

- Editor

Sabtu, 29 Mei 2021 - 16:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lirik-lagu-rohani

lirik-lagu-rohani

HARI MINGGU TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Ul. 4: 32-34.39-40; Rom. 8: 14-17; Mat. 16: 16-20

  1. Bacaan Pertama Ul. 4: 32-34.39-40

Tidak cukup dengan mengatakan “saya percaya kepada Tuhan.”  Kita harus bertanya kepada diri kita: Apa  ALLAH yang  saya percaya   berbuat sesuatu  bagiku?  Apa ada perbedaan antara,  ALLAH orang Muslim, dan ALLAH orang Katolik? Kita semua berpikir secara sederhana saja bahwa apakah  ALLAH orang Muslim dan ALLAH orang Kristen  cuma memilik  nama yang sama?  Kita semua tahu bahwa kita memiliki ALLAH yang sama, akan tetapi apabila kita ditanya untuk mendefenisikan ALLAH kita, bagaimanakah caranya kita akan menjelaskan? Saya sangat pasti bahwa kita  kira-kira akan mendefeniskan ALLAH yang tidak berbeda dari ALLAH orang Muslim, bahkan sama dengan ALLAH orang yang tidak beragama. Bacaan-bacaan hari ini telah dipilih untuk membersihkan dari pikiran kita segala kesalahan bayagan kita tentang ALLAH yang kita miliki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bacaan pertama diambil dari Kitab Ulangan, sebuah kita yang ditulis untuk  menghibur orang Israel di tempat pembuangan di Babylon. Penulis mengundang  mereka untuk merefleksikan  peristiwa besar dalam sejarah kehidupan mereka untuk menumbuhkan harapan mereka, dan untuk mencotohi ALLAH dan apa yang ALLAH telah berbuat bagi mereka dengan apa yang dikatakan orang tentang bagaimana ALLAH mereka perbuat bagi mereka. Mereka akan mengambil keseimpulan bahwa tidak ada ALLAH yang mencapuri  kuat kepada umatnya. Mereka tahu bahwa mereka memiliki ALLAH yang mencintai mereka dan melindungi mereka, yang tertarik kepada umatnya, Israel,  ketika mereka berada di pembuangan. Mereka tidak harus berputus asa. Gambaran tentang ALLAH yang kita peroleh dari Kitab Suci adalah ALLAH yang sangat memperhatikan persoalah hidup kita dan campur tangan dalam hidup kita untuk membantu kita.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa X, 09 Juni 2024

Bacaan kedua (Rom 8: 14-17)

            Paulus membicarakan tentang pembaptisan yang berpegengaruh bagi kita.  Kita bukan lagi sekadar ciptaan atau hamba. Kita sekarang adalah anak ALLAH yang baik dan Ia telah membagikan hidupnya kepada kita. Roh Kudus memampukan kita untuk memohon kepada ALLAH, dalam iman dan kepercayaan: “ALLAH Yang Mahakasih”.

            Itulah alasannya  mengapa ALLAH menampakan diri-Nya kepada kita  untuk mengatakan kepada kita bahwa kita adalah anak-Nya, sadara dan saudari dari Kristus dan dirobah oleh kekuatan Roh-Nya.

Injil (Mat 28: 16-20)

            Perikop Injil Mateus yang dipilih untuk bacaa hari ini sebab bagian ini berisi ungkapan yang digunakan untuk pembaptisan orang Kristen perdana  yang diselamkan ke dalam air sebanyak  tiga kali dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Pada bagian terakhir dari Injil Mateus Yesus mengungkapkan pengajarannya tentang Tritunggal Mahakudus. Yesus yang bangkit mengajari keduabelasan bahwa  ia memiliki kuasa atas surga dan bumi.

BACA JUGA  Perutusan ini BUKAN JALAN GAMPANG! - Kotbah Katolik

            Bagi orang dulu, surga dan bumi artinya seluruh ciptaan. Injil memulai dengan mengatakan bahwa “pada mulanya ALLAH menciptakan surga dan bumi.” Artinya seluruh ciptaan. Kita suci mulai dengan mengatakan “ pada mulainya ALLAH menciptakan langit dan bumi”. Maka Yesus mengatakan bahwa tak satupun akan diambil daripadanya dan “kuasa” yang telah diberikan Bapa kepa-Nya.

            Selanjutnya Injil mengatakan “Kuasa” yang diberikan kepada-Nya oleh “Bapa”; dilanjutkan-Nya kepada murid-murid-Nya. Mereka telah  diberi tugas dengan memberikan pekerjaan-Nya yang disempurnakan dengan memberikan keselamatan  kepada banyak orang, dengan mewartakan Injil dan  melalui Pembaptisan (ay 19). Dua tranformasi ini dipercayakan kepada murid-murid dan ia memberikan kehidupan baru kepada mereka.

            Pembaptisan bukan menghadirkan keselamatan secara otomatis. Pembaptisan merupakan benih kehiduan kelal yang harus  bertumbuh dan menghasilkan buah. Para rasul telah dipenuhi dengan tugas untuk menghantar orang kepada ALLAH. Kristus mempersiapkan mereka dengan “otoritas-Nya sendiri dan diutus ke seluruh dunia. Keluarga ALLAH, Trinitas, selalu terbuka untuk menerima anak-anak baru.

            Kata-kata terakhir Yesus: “Dan lihatlah, saya selalu besertamu; ya! Sampai akhir dunia (ay 20). Pada permulaan Injil, ia telah diwartakan sebagai “Emmanuel” “ALLAH beserta kita” (Mt. 1: 23). Setelah kebangkitan-Nya ia mewartakan bahwa ia  selalu beserta kita.

BACA JUGA  Kejari Belu Menetapkan 3 Tersangka Korupsi Tanki Septik Individual Asal Kabupaten Malaka

            “Keluarga Allah”, TRINITAS, adalah gambaran dari keseimbangan yang sempurna, integrasi yang penuh dan dialong cintakasih satu dengan yang lain. Kebersatuan dalam damai di “rumah” Bapa yang disempurnakan ketika “kekuatan keselamatan” dari Tuhan yang bangkit akan menggerakkan setiap orang di seluruh dunia”.

            Point kedua bahwa “ALLAH berserta kita”, ALLAH selalau di dalam diri kita setiap hari sampai akhir dunia. Apakah kita percaya akan hal ini? Apakah komitas, keluarga kita menjadi tanda kehadiran ALLAH di dunia ini?

TEMA PESTA TRITUNGGAL MAHAKUDUS:

ALLAH MACAM APA YANG KITA PERCAYA KEPADANYA?

  1. Bacaan pertama mengatakan kepada kita bahwa ALLAH dalam Injil berbeda dengan ALLAH-ALLAH orang kafir dan dari dari ALLAH agama-agama lain: Ia tidak pernah jauh dari kita. Ia peduli dengan  masalah-masalah hidup kita dan mengintervensi hidup kita.
  2. Injil berbicara tentang Keluarga ALLAH, Keluarga yang terbuka untuk  menerima segala sesuatu.  Ia akan memberikan ke dalamnya dengan “kekuatan” yang diterima dari Kristus yang bagkit.
  3. Bacaan kedua mengajari kita untuk memanggil ALLAH sebagai bapak.

Komsos Paroki Santa Helena Lili – Camplong

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!