Menolak Memberikan Data Kelompok Tani Kepada Masyarakat, Pj. Desa Fatuba’a : Ini Dokumen Negara

- Editor

Selasa, 16 Januari 2024 - 05:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu, News.Matatimor – Net : Diduga Pj. Desa Fatuba’a Manuel Moruk terdata sebagai salah satu anggota kelompok tani untuk mendapat bantuan Alsintan yang dibelanjakan dengan DD 2023, Desa Fatuba’a, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu – NTT memicu kemarahan warga.

Melihat hal itu, sejumlah warga masyarakat yang tergabung dalam salah satu poktan mendatangi kantor desa fatuba’a untuk meminta penjelasan terkait data poktan yang ada di pemerintah desa fatuba’a pada, kamis 12/01/2024.

Namun kedatangan warga ini tidak membuahkan hasil karena Pj. Desa Fatuba’a Manuel Moruk menolak untuk memberikan data tersebut dengan alasan, data itu merupakan dokumen negara yang tidak bisa diberikan kepada siapapun kecuali ada perintah dari atasannya.

Saya tidak bisa memberikan data kelompok tani ini kepada siapapun selain ada perintah dari atasan saya, karena ini merupakan dokumen negara. Jelas Manuel Moruk

Mendengar hal itu, Frederikus Seran yang juga sebagai salah satu ketua kelompok tani yang mengaku jika kelompoknya sejak terbentuk hingga saat ini tidak pernah menerima bentuk bantuan apapun sehingga dirinya bersama warga lain datang mempertanyakan hal itu kepada Pj. Desa Manuel Moruk.

BACA JUGA  Wapres Imbau Masyarakat Waspadai Subvarian Baru Omicron XBB COVID-19 

Kelompok kami tidak pernah mendapat bantuan apapun, tetapi lucunya Pj. Desa yang baru tugas disini tiba-tiba sudah masuk sebagai anggota kelompok tani, makanya dia tidak ingin memberikan data itu dengan alasan dokumen negara, itu lucu sekali. Ungkap Frederikus

Kata dia, kami menduga Pj. Desa mau menutupi ini untuk kami masyarakat karena dia sendiri juga sebagai anggota kelompok tani merpati, bahkan istrinya juga masuk sebagai anggota kelompok tani tersebut untuk mendapat satu unit hand traktor.

BACA JUGA  Akibat Overstay, Satu WNA Asal Timor Leste di Deportasi Imigrasi Kelas II TPI Atambua - Belu

Pj. Desa Fatuba’a ini sangat tertutup dengan kami masyarakat dan bisa dibayangkan data kelompok tani saja tidak bisa diberikan untuk kami masyarakat, sebenarnya ada apa dengan Pj. Desa Manuel Moruk? Tanyanya dengan kesal ketika diwawancarai awak media ini.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia
Kasus Dana BOS SMAN 3 Kupang: Menanti Gelar Perkara Penetapan Tersangka
Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Sabtu, 11 April 2026 - 00:05 WITA

Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA

Rabu, 8 April 2026 - 13:41 WITA

Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!