Mengharukan, Pasangan ini Menikah di Usia 83 Tahun !

- Editor

Jumat, 27 Oktober 2023 - 05:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengharukan, Pasangan Lansia Ini Menikah di Usia 83 Tahun

Sebuah kisah cinta mengharukan terjadi di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pasangan lansia Anderias Anin (81) dan Naomi Putis Lulut Pah (83) akhirnya menikah setelah hidup bersama selama lebih kurang 22 tahun.

Opa Ande dan Oma Omi, sapaan akrab pasangan lansia ini, mengucapkan janji suci di rumah mereka di Desa Noelbaki pada Jumat, 27 Oktober 2023 pagi. Acara pernikahan mereka dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan warga desa yang turut berbahagia.

BACA JUGA  Diduga, Oknum Guru di Belu Tikam 2 Warga, Satunya Tewas

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Ibadah pemberkatan nikah dipimpin oleh Pdta Daniel Manu, Ketua Majelis Jemaat Pengharapan Dendeng, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

“Hari ini kita menyaksikan peristiwa iman yang luar biasa. Meski fisik melemah tapi mereka terbuka dan mau menerima berkat Tuhan. Kini Opa Ande dan Oma Omi telah jadi keluarga yang dikasihi dan ditegukan oleh Tuhan” ujar Pdta Daniel.

BACA JUGA  Mimpi Untuk Memiliki Rumah Layak Huni dari Pemda Belu Hingga Peti Jenazah Yang Diterima dari Dinsos

Opa Ande dan Oma Omi mengaku bahagia bisa dipersatukan dalam upacara pernikahan suci ini. Mereka saling mencintai sejak pertama kali bertemu tahun 2001.

“Saya bertemu Oma tahun 2001. Sejak itu kami saling jatuh cinta dan tinggal bersama,” ujar Opa Ande.

Oma Omi menambahkan bahwa ia sangat bersyukur bisa menikah dengan pujaan hatinya. Ia mengatakan bahwa cinta mereka tidak pernah pudar meski sudah tua.

“Kami selalu berdoa agar Tuhan memberkati hubungan kami. Kami sangat bahagia bisa menikah di usia ini,” ujar Oma Omi.

BACA JUGA  Perjuangan PPG - Puisi Oleh Ferminus Naitili

Opa Ande dan Oma Omi tinggal bersama di sebuah rumah sederhana di Desa Noelbaki. Mereka mengaku tidak membutuhkan banyak harta atau kemewahan untuk hidup bahagia.

“Yang penting kami sehat dan damai. Kami tidak meminta banyak dari hidup ini. Kami hanya ingin bersama sampai akhir hayat kami,” tutur Opa Ande. (peter)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi

Sabtu, 20 Jun 2026 - 18:32 WITA

Gambar oleh: matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:34 WITA

Gambar oleh: matatimor.net

INSPIRASI

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Jun 2026 - 10:47 WITA

error: Content is protected !!