Lambang Menetapkan Tersangka Kasus Penyelundupan Pupuk Non Subsidi ke Timor Leste, Ini Ancaman GMNI

- Editor

Rabu, 9 Agustus 2023 - 11:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor – Net : Sebanyak 6,8 Ton Pupuk subsidi dan non subsidi yang diselundupkan ke Negara Timor Leste melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain beberapa waktu lalu mendapat banyak reaksi dari berbagai pihak salah satunya dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu.

GMNI Cabang Kabupaten Belu meminta pada pihak aparat penegak hukum (Polres Belu) untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan.

Pasalnya, sejauh ini belum ada penetapan tersangka dalam kasus penyelundupan pupuk subsidi dan non subsidi sebanyak 6,8 ton yang sedang di tangani Polres Belu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPC GmnI Cabang Belu, Frederikus Nabu dalam rilisnya yang diterima media ini dengan tegas menyampaikan bahwa polres belu harus mengusut tuntas kasus penyelundupan pupuk ini.

BACA JUGA  Memperingati Detik-Detik Proklamasi di Desa Ekateta Kec. Fatuleu

” kami meminta kepada pihak kepolisian polres belu untuk mengusut kasus penyelundupan pupuk subsidi dan non subsidi yang lolos dari pemeriksaan Bea Cukai Atambua di pintu batas PLBN Motaain,” ungkapnya melalui rilis yang diterima media ini, selasa 8 Agustus 2023.

Terang dia, saat ini bahwa masyarakat belu kini menanti pengungkapan dalang dari kasus penyelundupan pupuk subsidi dan non subsidi melalui proses hukumnya yang sedang ditangani oleh Polres Belu.

” Dengan demikian, kita tahu persis oknum tersebut berasal mana, dari instansi Pemerintah ataukah dari pihak swasta yang bermain dalam penyelundupan pupuk subsidi ini,” tuturnya.

BACA JUGA  Pemerintah Terbitkan Keppres Cuti Bersama Pegawai ASN 2023 

Dikatakan Fredi, kasus penyelundupan pupuk subsidi non subsidi 6.8 ton ke Timor Leste yang menjadi salah satu persoalan krusial di Kabupaten Belu.

” untuk kita dari GMNI Cabang Belu mendukung Polres Belu untuk secepatnya mengusut tuntas kasus ini dan segera sampaikan hasilnya kepada masyarakat umum,”pintanya.

Lanjut Fredi, proses hukum yang sementara berjalan di pihak kepolisian Polres Belu adalah juga menjadi tanggungjawab GMNI Cabang Belu dalam mengawal kasus tersebut.

Untuk itu, tegas Fredi, sebagai Organisasi kader dan organisasi perjuangan yang berasaskan Marhaenisme, GMNI Cabang Belu menilai adanya ketidakseriusan dalam menjalankan tanggungjawab oleh Dinas Pertanian leading sektor soal pengawasan terhadap pupuk dan Bea Cukai sebagai pengawasan lalu lintas barang ekspor dan impor.

BACA JUGA  Gubernur NTT Resmikan Gereja di Labat

Dikatakannya, disparitas harga pupuk dan letak geografis kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste menjadi potensi bagi oknum pencari keuntungan pribadi dan kelompok.

Sehingga dibutuhkan pengontrolan dan pengawalan yang ketat demi meningkatkan produktifitas pertanian serta menjaga stabilitas pangan lokal.

” Kami mengharapkan agar secepatnya ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Jika tidak maka GMNI Cabang Kabupaten Belu akan melakukan aksi demonstrasi,”tegasnya.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!