Kunker Ke Kab. Belu, Gubernur Tanam Jagung di Desa RinbesiHat

- Editor

Senin, 24 Januari 2022 - 14:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu – matatimornews – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat bersama rombongan melakukan kunjungan Kerja (Kunker) ke lahan produktif di Kabupaten Belu – Desa RinbesiHat.

Kegiatan kunjungan kerja ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sudah digelar sejak (Minggu, 23/01/22) kemarin, yakni kunjungan ke beberapa tempat produktif yang tersebar di Kab. Belu, diantara; Kunjungan Kerja ke Perusahaan Ayam Petelur Lavinci Farm di Desa Tukuneno, Kunjungan ke Kawasan Food Estate yang berada di wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak dan Kunjungan UMKM Desa Dualaus dan Kunjungan ke Wisata Air Terjun Mauhalek.

Sesuai pantauan media, dalam kunjungan kerja ke Desa RinbesiHat, Kecamatan Tasifeto Barat (TasBar) hari ini (Senin, 24/01/22) Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat secara langsung meninjau ke lahan produktif untuk melakukan Penanaman Perdana tanam jagung panen sapi (TJPS) sekaligus mengakhiri Kunkernya di wilayah Kabupaten Belu dan menuju ke Kabupaten Malaka.

Gubernur NTT – VIktor Bungtilu Laiskodat (Bertopi Kuning) Ketika melakukan Penanam Jagung di Desa RinbesiHat

Disamping itu, agar dirinya bisa menyaksikan secara langsung kegiatan produktifitas serta mengetahui kendala yang dialami oleh para penggarap lahan selama ini.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli ,dalam arahannya menyampaikan bahwa, luas lahan yang tersedia untuk mengeksekusi program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), jika semuanya diproduksi dan diolah diperkirakan bisa mencapai 2000 s/d 3000 Ha.

Dikatakan Lecky Frederich Koli, jika lahan yang tersedia diolah 2 kali dalam tahun ini dan 1 kali diolah tahun depan maka ekonomi Kabupaten Belu langsung meningkat secara signifikan.

Lecky pun berharap agar Dinas terkait dapat membangun relasi dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Belu untuk menindaklanjuti lahan-lahan yang belum digarap dan adakan kerja sama dengan pemilik lahan agar hasilnya bisa dibagi dua.

“Pak Kadis, kalau bisa lahan yang belum dikerjakan segera hubungkan pemilik lahan dengan SMK, nanti kita bagi hasil. Lahannya diolah oleh SMK, pemilik tanah dapat bagiannya, SMK dapat bagiannya. Jadi anak-anak sekolah bisa terlibat disini”.

BACA JUGA  Indonesia Kirim bantuan Kemanusiaan ke Turki

“Untuk lahan yang belum dibuka atau diolah, pemerintah daerah akan memback-up untuk mempercepat pembukaan lahan tersebut. Nanti proses penanamannya menggunakan alat tanam jagung yang modern sehingga proses produktifitasnya tidak sistem tugal lagi”, tandasnya.

Alat penanaman jagung yang sudah disediakan saat ini sebanyak 30 unit. Proses penggunaannya setelah lahannya telah diolah, alat ini langsung dipakai supaya struktur tanahnya tidak sampe keras dan satu unit alat tanam ini bisa untuk luas lahan 1Ha dengan durasi waktu 2 jam.

“Untuk pembiayaan tanam jagung sekarang, itu bapak – ibu mau tanam di lahan berapa Ha saja bisa. 1 Ha atau lebihpun bisa, itu tidak jadi masalah”, tambahnya.

Kesempatan lain, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu Gela A.Lay Rade menyampaikan bahwa, di Desa RinbesiHat ini ada lahan sawah sekitar 285 Ha. Lahan jagung 81 Ha

BACA JUGA  Sejumlah Warga Desa Halimodok di Belu Mendatangi Komisi I DPRD Hingga Mengancam Akan Menyegel Gedung Kantor Desa

“Untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) kemitraan ini, awalnya hanya 6 Ha. Ketika diolah sudah bertambah dan berkembang menjadi 8 Ha. Saat ini pihaknya (dinas pertanian, red) sudah menyediakan 20 Ha untuk diolah lagi. Ada pula lahan tidur sekitar 100 Ha”.

Dikatakan Gela A.Lay Rade, untuk lahan tidur 100 Ha pihak pekerja membutuhkan dukungan dari Pemda maupun PemProv untuk pembukaan lahan. Mereka (pekerja, red) sangat siap untuk bekerja. Para pekerja ini berasal dari 4 Kelompok Tani (PokTan) diantaranya; Kelompok Tani Lalaho,Embun Pagi,Hidup Baru dan Sepuluh Bersaudara yang sudah siap untuk mendukung program TJPS ini, tambahnya.

Diketahui bahwa; Turut hadir, Bupati Belu dr.Agustinus Taolin,SpPD-KGEH.,FINASIM, Wakil Bupati Drs. Alosius Heleserens, MM, Kajari Belu, Wakil Ketua DPRD Belu, Kadis Pertanian Provinsi NTT, Kadis Pertanian Kab. Belu, Camat dan Kapolsek TasBar,Kepala Desa RinbesiHat bersama staf dan beberapa anggota kelompok tani dan juga masyarakat sekitar.(wehally)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia
Kasus Dana BOS SMAN 3 Kupang: Menanti Gelar Perkara Penetapan Tersangka
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Rabu, 8 April 2026 - 13:41 WITA

Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026

Berita Terbaru

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!